Pemprov DKI Akan Carikan Solusi Terbaik soal Pembongkaran Tiang Monorel
Logo BeritaSatu

Pemprov DKI Akan Carikan Solusi Terbaik soal Pembongkaran Tiang Monorel

Jumat, 23 Oktober 2020 | 21:29 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mencarikan solusi yang terbaik untuk semua pihak terkait pembongkaran tiang-tiang pancang bekas proyek monorel di Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika. Pasalnya, sejumlah pihak termasuk DPRD DKI menilai keberadaan tiang-tiang dari proyek monorel yang mangkrak tersebut, membahayakan dan merusak estetika ibu kota.

“Kita akan mencarikan solusi yang terbaik. Yang terbaik seperti apa, tentu yang memberikan kontribusi bagi semua, dari segi fungsi, struktur, dari segi penggunaannya dan juga tentu dari segi pembiayaannya,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patrai di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Ariza, sapaan akrabnya, mengakui tidak mudah mencari solusi terbaik atas proyek monorel yang mangkrak ini. Menurut dia, proyek ini telah berlangsung lama dan melibatkan sejumlah pihak termasuk perusahaan BUMN yang berinvestasi di dalamnya, yakni PT Adhi Karya. Enam Gubernur DKI, mulai dari Sutiyoso, Fauzi Bowo, Joko Widodo, Basuki Tjahjaya Purnama, Djarot Saiful Hidayat hingga Anies Baswedan, kata dia, telah melakukan langkah-langkah evaluasi dan perbaikan atas proyek ini.

“Jadi, ini tentu harus ada keputusan yang harus adil dan apakah nanti diputuskan dicabut atau dimanfaatkan semaksimalnya,” tandas dia.

Karena itu, kata Ariza, dalam waktu yang dekat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengundang pihak-pihak terkait untuk membahas pembongkaran tiang-tiang monorel ini. Termasuk, kata dia, DPRD juga akan diundang karena mereka merupakan wakil rakyat yang mempunyai hak dan wewenang untuk memberikan masukan dan saran terhadap pembongkaran tiang-tiang monorel tersebut.

“Mudah-mudahan ke depan kita segera rapatkan, rumuskan untuk mengambil satu sikap yang baik. Kita harus mendengarkan masukan-masukan, siapa saja, tentu DPRD juga punya hak dan kewenangan memberikan masukan. Ada memang memberikan masukan, manfaatkan, ada yang menyampaikan diteruskan, ada yang menyampaikan dicabut dan sebagainya, semua masukan itu akan menjadi pertimbangan kami,” terang dia.

Termasuk, kata Ariza, solusi atas permintaan ganti rugi investasi dari PT Jakarta Monorel (PT JM) sebesar Rp 600 miliar. Permintaan ini pernah disampaikan pada era kepemimpinan Fauzi Bowo sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Fuazi Bowo menolak permintaan PT Jakarta Monorel dan hanya akan membayar sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maksimal Rp 204 miliar.

“Semuanya boleh memberikan masukan, saran, usul yang konstruktif, nanti pemerintah mengambil kebijakan yang terbaik untuk semuanya,” pungkas Ariza.

Proyek monorel ini sudah ada sejak era Sutiyoso menjadi Gubernur DKI Jakarta (1997-2007) dengan tujuan untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Pembangunan pertamanya diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 14 Juni 2004. Setelahnya, pembangunan monorel ini tersendat.

Bahkan, Fauzi Bowo (Gubernur DKI 2007-2012) menyatakan proyek monorel bukan proyek milik Pemprov DKI. Proyek ini adalah proyek PT JM dan Pemprov DKI hanya memberikan izin rute saja. Fauzi Bowo juga tolak membayar ganti rugi sebesar Rp 600 miliar kepada PT JM dan hanya membayar sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maksimal Rp 204 miliar.

Ketika Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta (2012-2014), Jokowi sempat hendak melanjutkan pembangunan monorel ini. Bahkan Jokowi melakukan peresmian dan peletakan batu pembangunan monorel di Tugu 66, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, 16 Oktober 2013. Namun, proyek monorel ini tidak jalan lagi. Pengganti Jokowi, Basuki T Purnama (2014-2017) juga enggan melanjutkan proyek monorel ini. Begitu juga dengan Djarot Saiful Hidayat (2017) yang tidak mau melanjutkan proyek monorel tersebut dan meminta tiang-tiangnya dibongkar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DKI Belum Putuskan Perpanjangan PSBB Transisi

Wagub DKI Riza Patria mengungkap selama PSBB transisi, belum ada tanda-tanda peningkatan kasus Covid di ibukota. Justru yang terjadi kecenderungannya menurun.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

KPAI Sebut Demo Berisiko dan Bahaya Buat Jiwa Anak

Menyampaikan aspirasi itu merupakan hak anak tapi harus melalui saluran yang tepat, aman, dan tidak berisiko bagi anak.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Polisi Ciduk Pelaku Penodongan di Terminal Bus Tanjung Priok dan Danau Sunter

Komplotan penodong itu masih berusia sekitar 20 tahun yang sering melakukan aksinya di Terminal Bus Tanjung Priok dan Danau Sunter.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Wali Kota Tangerang Mengaku Belum Tahu Alokasi Vaksin untuk Daerahnya

Ditambahkan Arief, lantaran belum dapat informasi apapun terkait vaksin tersebut, pihaknya juga hingga kini belum dapat melakukan pendataan.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Puluhan Rumah di Bekasi Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Sebanyak 14 rumah warga di RW 013 PUP mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Warga DKI Tolak Divaksin Akan Dikenakan Sanksi Pidana Denda

Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengatakan nominal sanksi pidana yang dicantumkan dalam Perda sudah dipertimbangkan secara matang dari berbagai aspek.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Bioskop di Bekasi Dibuka Mulai Pekan Depan

Pengoperasian bioskop diharapkan dapat menggeliatkan ekonomi Kota Bekasi.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran yang Tewaskan Satu Keluarga di Legok, Tangerang

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi sendiri belum menemukan adanya unsur kesengajaan dari kebakaran yang menewaskan 5 orang tersebut.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Cegah Munculnya Klaster Liburan, Wagub DKI Imbau Warga Tinggal di Rumah

"Kita minta warga Jakarta sedapat mungkin kalau bisa diurungkan niat libur panjangnya, cukup liburan di rumah bersama keluarga," kata Riza.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Angin Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Bekasi

Hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan beberapa rumah warga tertimpa pohon dan rusak akibat diterjang angin kencang.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS