Perlu Edukasi Pembentukan Karakter Agar Pelajar Tidak Dimanfaatkan Kelompok Tertentu Berbuat Anarkis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perlu Edukasi Pembentukan Karakter Agar Pelajar Tidak Dimanfaatkan Kelompok Tertentu Berbuat Anarkis

Senin, 26 Oktober 2020 | 16:45 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Edukasi, pembentukan karakter, dan pencegahan perlu dilakukan agar pelajar tidak dimanfaatkan kelompok tertentu untuk berbuat tindakan anarkis.

"Seperti kita ketahui beberapa waktu lalu ada aksi demo yang melibatkan para pelajar tanggal 8, 13, dan tanggal 20 Oktober. Dalam hal ini, kami memang ada upaya-upaya untuk mencari solusi bagaimana hal terbaik agar para pelajar jangan sampai kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok anti kemapanan yang kemudian juga menimbulkan aksi-aksi bersikap anarkis," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/10/2020).

Nana menyampaikan hal itu usai pertemuan antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Pemprov DKI Jakarta, dan pihak sekolah menyikapi banyaknya pelajar ikut aksi unjuk rasa yang berujung ricuh beberapa waktu lalu.

Dikatakan Nana, sebanyak 2.667 orang diamankan dalam tiga kali unjuk rasa itu, di Jakarta dan sekitarnya. Ironisnya, 70% di antaranya merupakan pelajar dari Jakarta, Bogor, Sukabumi, Subang, Indramayu, Bekasi, Tangerang, dan Cilegon.

"Dari 2.667 orang, ada 143 orang yang menjadi tersangka, dan 67 orang di antaranya kami tahan. Dari 67 orang itu, ada 31 orang pelajar. Nah ini tentunya kami mencari solusi jangan sampai kemudian para pelajar ini dimanfaatkan oleh kelompok anti kemapanan yang kemudian mereka menjadi salah arah," ungkapnya.

Nana menyampaikan, para pelajar itu terlibat aksi unjuk rasa karena mendapatkan ajakan dari media sosial maupun secara langsung.

"Dari hasil keterangan beberapa pelajar bahwa mereka memang lebih banyak diajak dari media sosial, diajak untuk melakukan aksi demo tetapi di situ ada penekanan mengarah kepada demo anarkis. Dari pengajak memang hasil penyelidikan kita, dari aksi beberapa waktu lalu, kami mengamankan lima orang selaku admin yang selama ini mereka terus menyuarakan, menghasut dan memprovokasi para pelajar ini datang ke Jakarta untuk melakukan aksi. Lima admin ini sudah kita tahan," katanya.

Merespon permasalah itu, Nana, bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Dinas Pendidikan, termasuk sejumlah kepala sekolah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, melakukan diskusi dan sepakat untuk memberikan edukasi serta pembentukan karakter kepada pelajar.

"Kami perlu bersama-sama mengingatkan para pelajar adalah tunas bangsa, anak-anak kami yang perlu diberikan pembelajaran yang positif, yang kemudian tidak terbawa oleh kelompok-kelompok yang negatif," jelasnya.

Nana menuturkan, sekolah merupakan rumah kedua pelajar, sehingga diharapkan adanya kegiatan yang mengarah kepada pembentukan karakter.

"Kami mengharapkan adanya dalam hal lebih menekankan kembali masalah pembentukan karakter. Tentunya dengan kegiatan ekstrakurikuler yang mengarah kepada pembentukan karakter dalam hal ini pengetahuan dalam hal Pancasila atau hal-hal positif. Supaya para pelajar ini tidak mudah terhasut dengan ajakan-ajakan yang mengarah kepada masalah pidana," katanya.

Nana menyebutkan, mengacu Pasal 15 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, seorang pelajar yang masih di bawah umur atau anak berhak mendapatkan perlindungan terkait penyalahgunaan dalam kegiatan politik praktis, masalah kerusuhan sosial, hingga eksploitasi pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan.

"Maka dalam hal ini kami bersama-sama dengan Pak Pangdam, Gubernur, mengundang kepala dinas pendidikan, dan kepala sekolah ini supaya mereka betul-betul mengarahkan terhadap anak-anak ini. Jangan sampai anak-anak ini dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu demi kepentingan politiknya atau pun supaya negara ini tidak aman," jelasnya.

Menyoal apakah memang ada pihak yang memanfaatkan pelajar untuk melakukan aksi unjuk rasa anarkis, Nana mengatakan, dari ajakan-ajakan di media sosial jelas ada.

"Ada lima admin yang selama ini mereka mempunyai akun STM Sejabodetabek, itu memang mengarah kepada menghasut, memprovokasi. Jadi mereka dengan barang bukti yang ada seperti batu, molotov, mereka sudah mempersiapkan. Ada ketapel. Ini sudah tidak baik hasutannya mengarah ke anarkis. Tentunya kami tidak bisa berjalan sendiri. Perlu instansi lain bersama-sama supaya pelajar ini jangan sampai kemudian dimanfaatkan," katanya.

Ihwal bagaimana mengantisipasi hasutan di media sosial, Nana mengungkapkan, tim siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terus melakukan patroli siber. "Jadi kita punya unit timsus siber. Kami terus patroli siber, terus kita lakukan setiap hari untuk mengetahui perkembangan di dunia maya," katanya.

Nana menegaskan, lebih baik melakukan pencegahan jangan sampai pelajar terhasut dan turun dalam aksi unjuk rasa yang berujung anarkis. Sehingga pelajar tidak menjadi korban atau malah melakukan tindakan pidana dan berhadapan dengan hukum.

"Anak-anak dipidana dengan aturan tertentu. Jadi misalnya perlakuan untuk masyarakat pada umumnya kita penahanan di kepolisian 20 hari, untuk anak-anak satu minggu. Mulai dari kepolisian, kejaksaan sampai sidang itu didampingi orang tuanya, ada perlakuan khusus buat anak-anak ini. Tetapi dalam hal ini mereka bisa juga dipidana, supaya ada efek jera, kemudian tidak melakukan lagi. Kita lebih baik melakukan pencegahan jangan sampai kemudian anak-anak ini terkena hasutan," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Periksa Kepala Keamanan hingga Pemasang Listrik

Selain mengagendakan memeriksa enam saksi, polisi juga berencana melepas garis polisi di sel atau tempat kejadian kebakaran Lapas Tangerang.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Kunjungan Wisatawan Kota Bogor Anjlok 80 Persen

Kunjungan wisatawan ke Kota Bogor turun hingga 80 persen di masa pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Disdik DKI Mengaku Kaget dengan Informasi 25 Klaster Baru Covid-19 PTM di Jakarta

Disdik DKI mengaku kaget dengan informasi 25 klaster baru Covid-19 yang terjadi selama pelaksanaan PTM di sekolah-sekolah yang berada di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Matahari Gandeng Grup GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) memberikan dana sebesar Rp 5 miliar mendukung pembangunan Rumah Oksigen Gotong Royong (ROGR).

MEGAPOLITAN | 23 September 2021


Banjir Pancoran Mas Depok, Jalan Raya Sawangan Semakin Macet

Ketinggian air mencapai 40 Cm dan lokasi ini merupakan salah satu titik yang sering banjir.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Pagi-Malam Ini Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, pada pagi hari hujan ringan terjadi di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

Ketua KNPI Jakarta Ronny Bara Pratama mengingatkan Plt Ketum PSI, Giring Ganesha untuk bijak dalam berkomentar.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Toko Obat Ilegal di Bekasi Digerebek Polisi

Pelaku menjual obat-obatan ilegal di toko kosmetik miliknya.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Joe Biden


# Piala Sudirman



TERKINI
PDIP Bagi Kendaraan Sampah ke Wilayah Sepanjang Sungai Ciliwung

PDIP Bagi Kendaraan Sampah ke Wilayah Sepanjang Sungai Ciliwung

NASIONAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings