Seorang Wanita Ancam Bakar Gedung Balai Kota Jakarta
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Seorang Wanita Ancam Bakar Gedung Balai Kota Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:52 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Terpantau kamera CCTV seorang wanita masuk ke dalam Komplek Gedung Balai Kota Jakarta serta mengancam akan membakar gedung-gedung yang berada di dalam komplek tersebut. Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Budi Awaludin saat dihubungi di Jakarta, Rabu (28/10/2020), mengatakan kejadian yang ramai di media sosial itu terjadi di kompleks kantor Gubernur Anies Baswedan pada Selasa (27/10/2020) pukul 12.00 WIB.

"Wanita itu menyelinap masuk melalui Blok G Balai Kota Jakarta, wanita itu biasa saat dilakukan pemeriksaan X-Ray, saat itu petugas hanya melihat botol mineral yang ada isinya, kami pikir itu adalah air mineral, kemudian dia naik ke lantai 12 tempat Biro Perekonomian," kata Budi.

Setelah diperiksa tas yang dibawa wanita itu dengan alat deteksi metal, wanita tersebut meminta kepada petugas setempat guna bertemu dengan Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan alasan mengecek surat. Namun mereka menganggap wanita tersebut tidak waras.

"Katanya mau mengecek surat. Kami menduga ibu ini juga tidak waras, karena suratnya juga surat aneh, bahasanya juga tidak beraturan. Kami juga melihat bahasa itu kurang baik. (Struktur kalimatnya) tidak bagus. Itu memang bahasa asal dan tidak jelas surat apa," ucap Budi.

Bahkan, kata dia, salah satu isi surat tersebut berisi permintaan uang pada Bank DKI Jakarta karena dia memiliki uang di sana.

"Dia menyatakan mau minta duit ke Bank DKI karena dia punya uang di Bank DKI, terus karena dia mewakili Polsek-Polsek. Seperti itu, jadi ngaco. Terus dia bilang dia jadi pemimpinnya dan Rhoma Irama jadi wakilnya, bahasanya tidak jelas. Jadi bahasanya ngaco," ucapnya.

Karena wanita tersebut tidak diizinkan untuk berjalan lebih jauh, akhirnya dia memaksa dan berteriak-teriak, hingga akhirnya petugas harus meminta pertolongan dari pasukan bantuan operasional TNI-Polri.

"Anggota TNI-Polri dan Pamdal naik ke atas karena dia memaksa mau ketemu, akhirnya teriak. Wanita itu teriak-teriak, saya akan bakar gedung itu, dia teriak seperti itu. Akhirnya kita geledah tasnya, ternyata di tasnya itu ada bensin dan kayak karton. Akhirnya kami amankan lah bensinnya," tutur dia.

Setelah itu, Budi menyebut pihaknya akhirnya menghubungi pihak kepolisian terdekat yang akhirnya ditanggapi oleh Pos Polisi Gambir yang langsung mengirimkan petugasnya setelah mendengar bahwa wanita itu mengancam melakukan pengrusakan aset pemerintah serta telah mencemarkan nama baik.

Meski menduga wanita tersebut mengidap gangguan jiwa, Budi mengaku mereka tetap berjaga-jaga dengan meminta kepolisian mengamankan wanita itu berikut barang buktinya.

Terkait kejadian teresebut hingga satu perempuan pembawa bahan berbahaya bisa lolos dari pemeriksaan, Budi mengatakan pihaknya telah menjalankan pemeriksaan pengunjung sesuai prosedur tetap (protap) yang ada seperti mengecek barang bawaan pengunjung memakai mesin sinar X (x-ray).

Bahkan saat pandemi virus corona atau Covid-19, pihaknya meningkatkan keamanan pengunjung memakai alat pengecek suhu tubuh memakai perangkat komputer dengan pengunjung yang memiliki suhu tubuh di atas 36,5 derajat celcius dilarang masuk ke dalam gedung.

"Hanya memang kemarin karena kami lihat yang dibawa perempuan itu dalam botol 1,5 liter itu sebagai air mineral, maka kami menduga itu hanya sebatas air, namun ternyata bensin. Kemarin kami nggak periksa lagi tasnya, tapi ke depan kami akan periksa dalamnya," ujar Budi.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penonton Bioskop di Bekasi Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Pengunjung bioskop di Kota Bekasi, Jawa Barat wajib mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah demi mencegah penyebaran Covid-19.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Dua Terduga Copet Diamankan di Tengah Aksi Unjuk Rasa

Polisi menggiring kedua orang yang diduga copet itu dalam waktu yang hampir bersamaan sekitar pukul 17.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Tersangka Kebakaran Kejagung Tidak Ditahan

Para tersangka dianggap kooperatif sehingga penyidik tidak melakukan penahanan.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

2 WNA Pencari Suaka Terpapar Covid-19, 103 WNA Lainnya di Tes Swab

Kedua WNA pencari suaka yang positif tersebut masih menjalani masa isolasi di RSD Kemayoran, Jakarta Pusat.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Hari Ini Puncak Pergerakan Pesawat dan Penumpang Melalui Bandara Soetta

Diperkirakan sampai pukul 24.00 WIB akan ada 639 pergerakan pesawat di Bandara Soetta ini dengan perkiraan 60.000 lebih penumpang yang berangkat atau mendarat.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Ini Pesan Anies Baswedan soal Klaster Keluarga Covid-19

Anies Baswedan kembali mengingatkan warga akan potensi penularan Covid-19 pada klaster keluarga ketika memanfaatkan libur panjang.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Bandit Bersenpi Tewas Ditembak Polisi

Pelaku dalam aksinya membekali diri dengan senjata api dan tidak segan-segan melukai jika ketahuan korbannya.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Pemkot Bekasi Imbau Warga Tidak Berlibur ke Luar Kota

Pemkot Bekasi mengimbau warganya agar tidak berlibur ke luar kota mengingat kasus Covid-19 masih merebak di daerah lain maupun di Kota Bekasi sendiri.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Anies Sebut Klaster Keluarga Sebabkan 36.659 Kasus Covid-19

Menurut Anies, jumlah kasus Covid-19 di klaster keluarga tinggi disebabkan karena rendahnya disiplin warga menerapkan protokol kesehatan saat berkumpul.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

2.240 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Jumlah pasien di Tower 4 dan 5 saat ini sebanyak 948 orang, sedangkan Tower 6 dan 7 tercatat merawat sebanyak 1.292 orang.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS