Awas, Pengendara Motor Dilarang Berteduh di Bawah Jembatan
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Awas, Pengendara Motor Dilarang Berteduh di Bawah Jembatan

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 13:30 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Curah hujan yang akhir-akhir ini terjadi di Jakarta, berdampak pada kemacetan di jalan. Salah satu penyebab kemacetan yang kerap dijumpai adalah akibat banyaknya pengendara sepeda motor berteduh di bawah kolong jembatan layang.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo mengatakan, pengendara sepeda motor silakan menggunakan jas hujan di bawah jembatan, namun setelah itu segera kembali jalan agar tidak menumpuk dan menyebabkan kemacetan.

"Memang saat ini sudah masuk musim hujan. Banyak titik-titik kemacetan yang terjadi di bawah fly over. Untuk itu kami mengimbau, silakan untuk memakai jas hujannya, kemudian setelah terpakai langsung melanjutkan perjalanannya. Kenapa begitu, karena kalau nanti numpuk-numpuk yang terjadi adalah kemacetan. Lumpuh satu, dan merembet ke jalur sebelahnya," ujar Sambodo, Sabtu (31/10/2020).

Dikatakan Sambodo, kendaraan berhenti di bawah jembatan layang merupakan pelanggaran lalu lintas dan dapat dikenakan sanksi.

"Jadi kalau cuma mau pakai jas hujan silakan, yang penting tidak berhenti bergerombol dan mengganggu lalu lintas. Ada pasalnya, rata-rata di bawah fly over ada rambu dilarang berhenti. Kalau dia berhenti, berarti melanggar rambu Pasal 287 (UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Agkutan Jalan). Tapi nanti kami akan lihat lagi bagaimana diskresinya. Intinya, tidak boleh setop di bawah fly over," ungkapnya.

Sementara itu, Pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, pengendara yang berhenti di bawah jembatan akan mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan parah.

"Curah hujan dan genangan air memaksa para pengemudi kendaraan bermotor untuk memperlambat kendaraan, membentuk pola pergerakan lalu lintas secara spontan, berteduh di bawah kolong jembatan, dan parkir sembarangan yang akan berdampak pada menyempitnya kapasitas jalan dan tentu akan menimbulkan kemacetan lalu lintas," katanya.

Menurut Budiyanto, pemangku kepentingan yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan harus betul-betul menyiapkan langkah dinamis untuk mengantisipasi kemacetan. Aturan yang mendasari dinilai sudah cukup semisal, Pasal 104 UU Nomor 22 Tahun 2009 menyatakan, bahwa dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas, petugas Kepolisian dapat melakukan tindakan memberhentikan, memerintahkan, mempercepat, memperlambat, dan mengalihkan arus lalu lintas.

"Tindakan tersebut wajib diutamakan dan hasilnya lebih maksimal dari pada perintah yang diberikan oleh alat pemberi isyarat, rambu-rambu dan marka jalan," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Tak Patuh Protokol Kesehatan, Polisi Akan Putar Balik Wisatawan

Masyarakat yang berkendara hendak berwisata ke kawasan Puncak Bogor untuk tetap memperhatikan Protokol Kesehatan 3M selama dan setelah meninggalkan objek tujuan

MEGAPOLITAN | 31 Oktober 2020

Tepergok Curi Ponsel, Penjahat Kambuhan Tusuk Korban Hingga Tewas

Seorang penjahat kambuhan menusuk korban hingga tewas setelah ketahuan mencuri ponsel di Tambora, Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

3.809 Orang Lulus Seleksi CPNS Tahun 2019 di DKI Jakarta

Sebanyak 3.809 orang lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2019 di DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Libur Panjang, Disdukcapil Depok Tetap Layani Perekaman E-KTP

Pelayanan e-KTP di kelurahan tetap dibuka selama cuti bersama.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Polda Metro Prediksi Lonjakan Arus Balik Terjadi Sabtu-Minggu

Polda Metro Jaya memrediksi lonjakan arus balik libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW akan terjadi pada Sabtu (31/10/2020) serta Minggu (1/11/2020).

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Masjid Akbar Bergaya Arsitektur Timur Tengah dan Demak, Ikon Baru Kemayoran

Masjid Akbar ini juga dilengkapi dengan fasilitas gedung yang dapat digunakan untuk acara-acara formal seperti pernikahan dan acara lainnya.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Tanggul Jebol Kali Bekasi Jadi Prioritas Perbaikan

Warga yang bermukim di sepanjang Kali Bekasi, kini bisa bernapas lega. Pemerintah pusat tengah memprioritaskan perbaikan tanggul.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Longsor di Jalan Wadas Sejak Rabu Hingga Kini Belum Diperbaiki

Longsor yang melanda di Jalan Wadas Raya, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, sejak Rabu (28/10/2020) malam hingga kini belum ditindaklanjuti.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

CCTV Bantu Polisi Ungkap Pelaku Perusakan Fasilitas Umum

Polda Metro Jaya, bisa mengidentifikasi dan menangkap pelaku perusakan fasilitas umum saat demo anarkis di Jakarta, salah satunya melalui pemeriksaan CCTV.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Rest Area Berpotensi Jadi Titik Rawan Penularan Covid-19

Rest area banyak dimanfaatkan warga yang balik dari libur panjang untuk beristirahat.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS