Kriminolog: Kejahatan Begal Sepeda Bukan Fenomena Baru
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Kriminolog: Kejahatan Begal Sepeda Bukan Fenomena Baru

Rabu, 4 November 2020 | 18:59 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tindak kejahatan menyasar pesepeda yang kerap disebut begal sepeda bukanlah fenomena baru. Salah satu faktor mengapa aksi kejahatan begal sepeda marak terjadi akhir-akhir ini karena kondisi sosial ekonomi pada masa pendemi Covid-19.

"Ya fenomenanya sih sudah lama, ini kan terkait penjambretan yang biasa terjadi di jalan, di tempat publik. Dia menjadi baru karena dilakukan kepada mereka yang gowes sepeda. Kejahatannya sama penjambretan, hanya pada saat sepeda itu berjalan nah itu yang kemudian kita kenal dengan begal sepeda," ujar Kriminolog Universitas Indonesia Arthur Josias Simon Runturambi, Rabu (4/11/2020).

Josias menyampaikan, maraknya begal sepeda belakangan ini salah satu faktornya terkait kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

"Terkait dengan begal sepeda ini, saat ini cukup marak, mungkin salah satu faktornya dikaitkan dengan kondisi pandemi saat ini karena pekerjaan susah, kemudian banyak yang menganggur. Jadi di jalan-jalan publik pada saat sepeda yang menjadi salah satu alternatif olahraga di masa pandemi ini muncul dengan kelihatan mewah, kelihatan mencolok. Bahkan ada yang HP-nya, barang-barangnya ditaruh begitu saja. Dan, ada persepsi mereka yang bersepeda menjadi punya nilai untuk dilakukan kejahatan tadi, padahal kan belum tentu ya. Cuma, fenomenanya bersamaan dengan situasi pandemi ini orang kemudian berolahraga tanpa melihat aspek keselamatan atau keamanan," ungkapnya.

Dari sisi pelaku, kata Josias, tindak kejahatan kepada pesepeda kemungkinan berhasilnya sangat tinggi. "Itu dari aspek pelaku. Kalau dari aspek pelaku sudah pasti selain adanya kesempatan juga kemungkinan berhasilnya. Kemungkinan berhasil dalam begal sepeda sangat tinggi, karena dia mudah lari dengan motor atau kendaraan yang lebih cepat daripada sepeda," katanya.

Kondisi masyarakat yang tidak terlalu peduli dengan kondisi yang ada juga ikut menunjang terjadinya begal sepeda. "Jadi fenomenanya, kalau menurut saya bukan fenomena baru, ini saja penggunaan sepedanya itu yang menjadi baru. Ya (sasaran baru), kalau kita lihat di arena publik, jalan publik semuanya bisa jadi sasaran. Ini sebenarnya biasa saja, cuma karena marak, kondisi pandemi, di mana itu harusnya menjadi salah satu alternatif olahraga, sehingga menjadi perhatian kebanyakan orang," tegasnya.

Menyoal bagaimana langkah antisipasi kejahatan begal, Josias menuturkan, kegiatan patroli polisi sebagai upaya pencegahan perlu ditingkatkan. Kendati demikian, upaya preventif bukan tugas polisi saja, perlu dilakukan secara terpadu dengan instansi lainnya.

"Menurut saya tidak hanya polisi di sini perannya. Polisi kan selain patroli, pada saat sudah ada kejadian, baru dilaporkan, baru mereka mencari. Akan lebih baik upaya preventif selain patroli oleh polisi juga dilakukan lembaga lain. Misalnya, pemerintah daerah atau kecamatan setempat inisiatif melakukan pengamanan. Pengamanan dalam artian misalnya, lampu-lampu jalan yang sudah mati dihidupkan kembali atau jalur-jalur sepeda itu dibuat petunjuk-petunjuknya. Nah itu juga cukup membantu bagi pesepeda. Atau dibuatkan tempat, stadion misalnya, jadi ada tempat yang jelas. Jadi keamanan ini tidak sendiri-sendiri, ada kewenangannya. Akan lebih baik secara bersama-sama, terpadu, itu bisa melindungi secara keseluruhan," jelasnya.

Antisipasi Kejahatan

Penggagas komunitas sepeda Bikebro! Mail Thime mengatakan, kini pihaknya memilih membatasi jadwal apabila anggota komunitas yang hendak gowes sedikit jumlahnya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi menjadi sasaran pelaku kejahatan di jalan.

"Sekarang ini kita sudah membatasi jadwal gowes kita, terutama apabila anggota komunitas sedikit atau tidak ramai. Jadi kita membatasi untuk menjaga takut seperti itu ada kejadian-kejadian kejahatan. Ya kita antisipasi. Kalau kita ramai-ramai, kita merasa lebih aman. Jadi kita sudah nggak berani sendiri lagi, sudah kita batasi gowes kita," kata Thime.

Thime berharap, Kepolisian bisa meningkatkan kegiatan patroli dan pengamanan agar pesepeda merasa aman serta nyaman.

"Kami minta untuk pihak Kepolisian, sekarang jadwal patroli kalau bisa kan jadwal gowes pagi hari, kami harapkan pak polisi berpatroli pagi hari, terutama di jalur-jalur sepeda. Meningkatkan pengamannya. Selain kita juga antisipasi, biar lebih aman bersepeda, gowesnya, pak polisi ada di lokasi. Jadi lebih nyaman, lebih terjamin keamanannya," ucapnya.

Dia menceritakan, ada salah satu anggota komunitasnya yang hampir menjadi korban begal sepeda, di Jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

"Ada satu rekan kita yang hampir, nyaris, di dekat TVRI, Senayan. Nyaris, hampir, dia langsung buru-buru ke tempat ramai. Jadi sempat dipepet (pakai sepeda motor), lalu dipukul, dia tangkis. Tapi penjahatnya jalan biasa saja. Pada kejadian itu, saya tidak di lokasi, dia sendiri sedang nyusul kita," katanya.

Thime mengimbau, kepada pengguna dan komunitas sepeda agar tidak membawa barang mewah pada saat bersepeda. "Rekan-rekan gowes bawa barang seperlunya saja, jangan bawa barang mewah. Tidak membawa barang mewah atau barang-barang yang berlebihan. Handphone ditaruh di tempat yang aman," katanya.

Pengamanan Pesepeda

Sementara itu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, Polda Metro bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI akan meningkatkan pengamanan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pesepeda.

"Keberadaan kami Polri,TNI dan Pemda tentunya kita akan lebih meningkatkan kembali untuk menjamin keamanan bagi masyarakat. Maka dalam hal ini kami sangat serius dan kami akan lebih meningkatkan lagi," kata Nana.

Nana menuturkan, Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan TNI dan Pemprov untuk bersama-sama menjaga keamanan, dan menangani permasalahan kejahatan yang menyasar pesepeda.

"Sebenarnya kami sudah melakukan koordinasi TNI, Polri dan Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Kami sudah melakukan rapat koordinasi juga untuk bersama-sama menangani kasus ini. Selama ini sudah berjalan, tapi terkadang mereka (pelaku) memanfaatkan saat anggota kami lengah. Saat anggota kami lengah mereka berbuat. Kami di sini akan meningkatkan untuk mampu menjaga situasi di Jakarta ini," terangnya.

Menyoal apakah CCTV yang ada di Jakarta sudah cukup memadai untuk mengantisipasi dan membantu mengungkap tindak kejahatan, Nana menyampaikan, perlu ditambah lagi jumlahnya.

"Terkait kamera CCTV, memang kami anggap masih kurang. Ini terus kami koordinasikan dalam hal ini kami kepolisian dengan pemerintah daerah untuk memasang lagi beberapa di lokasi yang kami anggap banyak menimbulkan kerawanan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Anies Tegaskan Dana PEN untuk Pembangunan Infrastruktur

Anies Baswedan menjelaskan bahwa pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional diperuntukkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 4 November 2020

Diduga Depresi Istri Positif Covid-19, Suami di Bogor Nekat Gantung Diri

Manaek (56) nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya. Dia diduga depresi karena istrinya reaktif Covid-19 dan harus menjalani isolasi.

MEGAPOLITAN | 4 November 2020

Anies Sebut 3 Penyebab Banjir di Jakarta

Anies mengingatkan, upaya penyelamatan warga terdampak banjir tetap harus memerhatikan protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 4 November 2020

Terkait Kepulangan Habib Rizieq, Bandara Soetta Tingkatkan Penjagaan

Polres Bandara Soetta akan meningkatkan penjagaan di Bandara bila memang ada perkembangan lebih lanjut terkait kepulangan Habib Rizieq pekan depan.

MEGAPOLITAN | 4 November 2020

Rizieq Dikabarkan Pulang, Polisi Sebut Tidak Ada Pengamanan Khusus

Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada pengamanan khusus terkait kepulangan Rizieq tersebut.

MEGAPOLITAN | 4 November 2020

Lemkapi: Kebijakan Operasi Zebra 2020 Tanpa Tilang Diapresiasi Masyarakat

Tindakan persuasif dan humanis Polantas saat ini disambut positif masyrakat mengingat saat ini adalah masa pandemi Covid-19

MEGAPOLITAN | 4 November 2020

Anies Ingatkan 3 Kunci Utama Penanganan Banjir di Jakarta

Anies meminta jajarannya tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam penanganan banjir di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 4 November 2020

Lagi, Pemkot Bekasi Perpanjang AdaptasiTatanan Hidup Baru

Pemkot Bekasi terus melakukan pengawasan dan pencegahan penularan Covid-19 terhadap pengelola, pelaku usaha, pedagang, dan konsumen.

MEGAPOLITAN | 4 November 2020

Pencarian 3 Hari, Bocah Tenggelam di Kali Bekasi Ditemukan

Tubuh korban ditemukan sekitar 6 km dari titik korban tenggelam.

MEGAPOLITAN | 4 November 2020

Ajak Murid Pilih Ketua OSIS Seagama, Oknum Guru Dipolisikan

Wakapolres Jakarta Timur AKBP Stefanus Tamuntuan membenarkan, polisi telah menerima laporan polisi terkait perkara berbau SARA itu.

MEGAPOLITAN | 4 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS