Bertani dan Membantu Korban PHK di Bantaran BKT
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Bertani dan Membantu Korban PHK di Bantaran BKT

Senin, 9 November 2020 | 11:05 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Perlahan-lahan, semakin banyak warga bertani di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) di Jakarta Timur. Tak jarang juga di antara mereka adalah pengangguran karena tempat kerja terdampak pandemi.
Sulistyo Pambudi Utomo, pensiunan dan warga kompleks Perumahan Duren Sawit Baru (Jakarta Timur) yang menggarap lahan sejak beberapa waktu lalu, akhirnya harus mempekerjakan dua korban PHK karena areal yang ditanam semakin luas.
Pekerjaannya merawat beragam tanaman bersama Sulistyo atau dikenal juga Pak Top. Bayarannya dihitung berdasarkan jam. Untuk 1 jam bekerja bayarannya Rp 10 ribu. Sehari dihitung delapan jam kerja sehingga Rp 80 ribu per orang.
Sebelum wabah ini, susah sekali cari pekerja untuk bertani. Sekarang mereka, mau tidak mau, karena ada pemasukan atau pendapatan

"Kasihan juga, maka saya terima kerja," kata Pak Top, kakek dua cucu ini menceritakan alasan menerima pekerja.

Melihat hal itu, tampaknya kini bertani di perkotaan menjadi fenomena. Selain mereka yang sudah bertahun-tahun, juga ada yang baru saja menekuni dengan alasan beragam. Dari kegemaran (hobi), mengisi waktu untuk kegiatan dan menghasilkan hingga bekerja untuk memperoleh pendapatan. Semua alasan itu ada di kalangan warga yang mengolah lagan di BKT.

Pak Top bukan saja sosok yang tetap produktif pada masa pandemi, tetapi juga tetap produktif di usia 70 tahun. Semangat dan kerja kerasnya masih tampak nyata dan tak kalah dengan yang lebih muda di bantaran BKT.
Kini minat mengolah lahan kosong bukan hanya di BKT, melainkan juga muncul dari sebagian warga yang tinggal di sepanjang tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) ruas Kalimalang, khususnya Duren Sawit-Sumber Arta.

Di beberapa lokasi, di bawah kolong tol layang (elevated) di samping aliran Kalimalang itu juga terdapat beragam tanaman yang menghasilkan kebutuhan pangan.
Juga ada di beberapa lokasi di Banjir Kanal Barat (BKB). Beragam jenis tanaman pangan terutama sayuran dan palawija tumbuh subur seperti halnya di bantaran BKT.

Dari alasan bertani di BKT, BKB, dan kolong Becakayu, satu idealisme dipegang teguh. Hasil bertaninya kadang melimpah dan lebih dari cukup untuk kebutuhan keluarga sendiri. Maka, mereka pun berbagi kepada tetangga dan kerabat. Selain berbagi, beberapa petani juga mengaku menjual hasilnya ke warung sekitar rumahnya. "Cukup lumayan. Setidaknya untuk kebutuhan sendiri sudah terpenuhi," kata salah satu petani.

Pak Top juga demikian. Akan tetapi, dia dan sejumlah petani lainnya menekuni pertanian perkotaan juga karena idealisme, yakni membantu ketersediaan pangan untuk warga Jakarta. Sebagai kota metropolitan, Jakarta membutuhkan pasokan kebutuhan pangan, terutama sayuran tidak sedikit jumlahnya.

Saat ini peran petani perkotaan Jakarta terkait dengan kebutuhan pasokan bahan pangan mungkin dianggap kecil namun bermakna besar. Yakni keikutsertaan dalam menjaga pasokan pangan untuk warga ibu kota.
Sebagai orang bisa dibilang perintis pertanian perkotaan di BKT, Pak Top dan beberapa petani lainnya yakin apabila mereka dibina serius akan mampu menghasilkan bahan pangan lebih banyak lagi. Ini mengingat belum seluruh bantaran BKT, BKB (Banjir Kanal Barat), dan kolong Becakayu diberdayakan untuk tanaman pangan. Apalagi, kalau lahan-lahan kosong di Jakarta digunakan untuk bercocok tanam aneka tanaman pangan. Bahkan, diperkirakan apabila lahan bantaran BKT, BKB, kolong Becakayu, serta lahan-lahan kosong ditanami singkong semua, hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan singkong ibu kota.

"Kalau semua singkong, untuk kebutuhan Jakarta diperkirakan bisa tercukupi. Akan tetapi, kalau semua sayuran, belum bisa, apalagi beras," katanya.

Pada saat pandemi global ini, pasokan pangan untuk masyarakat dunia sedang menjadi perhatian serius. Banyak sentra produksi pangan terdampak wabah, baik dari sisi produksi maupun distribusi akibat pembatasan aktivitas publik.
Walaupun hingga kini belum ada dampak serius berupa gangguan pangan, Badan Pangan Dunia (FAO) mengingatkan pentingnya negara-negara memperhatikan serius ketersediaan dan pasokan pangan. Oleh karena itu, banyak negara diperkirakan menahan produk pangan dan membatasi untuk mengekspor ke negara lain.

Pemerintah Indonesia pun sudah dan sedang mengantisipasi hal itu dengan sejumlah kebijakan. Salah satunya membuka kawasan atau sentra pangan (food estate). Presiden Joko Widodo juga sudah mengingatkan kepala daerah agar memberi perhatian serius persoalan stok pangan di daerahnya.

Presiden saat membuka secara virtual Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2020 yang dilansir dari Jakarta, beberapa waktu lalu, mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan tersebut, para kepala daerah harus menjaga ketersediaan pangan di wilayah masing-masing. Para kepala daerah diminta benar-benar mencermati data pasokan dan permintaan bahan pangan setiap harinya untuk merumuskan kebijakan yang tepat. Prakarsa mandiri dan inisiatif warga mencukupi pangan tampak perlu terus didorong dengan pembinaan yang baik dan terpadu.
Maka, jangan melupakan prakarsa dan inisiatif para petani perkotaan di BKT, BKB, dan kolong Becakayu dalam andilnya untuk menjaga ketersediaan pangan untuk warga Jakarta.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Imam Masjid di Bekasi Akan Digaji Rp 2,5 Juta Sebulan

Tunjangan kesejahteraan Rp2,5 juta per bulan akan diberikan kepada imam masjid yang memenuhi persyaratan, misalnya suaranya bagus.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Berkebun Sambil Berolahraga di Bantaran BKT

Tanaman yang dibudidaya harus berumur pendek

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Bus Gratis Stasiun Bogor Hampir Berakhir

Setelah layanan bus bantuan gratis ini ditiadakan, nantinya, BPTJ akan melakukan evaluasi dan kajian kembali.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Swasta Tidak Bisa Melakukan Konsensi Tanpa Izin Pemilik Lahan

KBN dapat memintakan ke pengadilan untuk membatalkan perjanjian yang telah dibuat oleh anak usaha dengan mitra usahanya itu.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Depok Tetapkan 183 RW PSKS

Penetapan wilayah RW PSKS ini berlaku hingga 15 November 2020.

MEGAPOLITAN | 8 November 2020

Tingkat Keterpakaian Ruang Rawat Inap dan ICU di Jakarta Terus Menurun

Tingkat keterpakaian tempat tidur isolasi harian maupun ruang ICU di 98 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami penurunan.

MEGAPOLITAN | 8 November 2020

76 Orang Tenaga Surveilans Sudah Bekerja Efektif

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita menuturkan, perekrutan tenaga surveilans bertujuan untuk melakukan tracing atau pelacakan.

MEGAPOLITAN | 8 November 2020

Tangkap Begal Sepeda Perwira Marinir, IPW Apresiasi Polda Metro Jaya

Ditangkapnya begal di kawasan Ring 1 itu, polisi diharapkan juga bisa bekerja cepat dalam memburu dan menangkap pelaku begal di tempat lain.

MEGAPOLITAN | 8 November 2020

Polsek Karawaci Tangkap 4 Pelaku Pencuri Sepeda Milik Artis Tantri Kotak

Salah seorang pelaku pencurian sepeda motor milik ayah Tantr Kotak berinisial AD masih berusia 18 tahun dan putus sekolah.

MEGAPOLITAN | 8 November 2020

Anies: Tingkat Kepatuhan Warga DKI pada 3M Meningkat

Terdapat peningkatan persentase kepatuhan masyarakat sejak awal November untuk seluruh indikator.

MEGAPOLITAN | 8 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS