Polisi Bekuk Penculik Remaja Putri
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Polisi Bekuk Penculik Remaja Putri

Senin, 9 November 2020 | 18:55 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membekuk AAB (20) pelaku penculikan sekaligus persetubuhan terhadap remaja putri berinisial D (16), di sebuah tempat indekos, di Mojokerto, Jawa Timur.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan orang tua korban kalau anaknya diculik atau dibawa lari kurang lebih selama 2,5 bulan

"Pengungkapan kasus penculikan dan persetubuhan anak di bawah umur, sekitar umur 16 tahun dibawa lari tersangka inisial AAB yang berhasil kita amankan di daerah Jawa Timur. Setelah adanya laporan, kemudian tim bergerak melakukan pengejaran, memprofiling tersangka, lalu kita amankan bersama dengan korban dengan kondisi saat ini sedang hamil," ujar Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/11/2020).

Dikatakan Yusri, kronologi kejadian bermula ketika tersangka berkenalan dengan korban yang masih duduk di bangku kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP), melalui media sosial Whatsapp, Juni 2019 lalu. Kemudian, dengan bujuk rayu tersangka mengajak korban berhubungan badan sebanyak empat kali, di sebuah hotel di bilangan Palmerah, pada Juni 2020.

Selanjutnya, pada tanggal 23 Agustus, korban memberitahu tersangka kalau sudah tidak datang bulan. Lantas tersangka, menyuruh korban tes kehamilan dan hasilnya positif. Lalu, tersangka membawa kabur korban dari kawasan Kebayoran Lama menumpang bus ke sebuah wilayah Mojokerto, Jawa Timur.

"Modusnya, tersangka memacari si korban ini, merayu, melakukan persetubuhan terhadap anak ini mengakibatkan anak ini hamil, dan kemudian dibawa lari ke Jawa Timur," katanya.

Menurut Yusri, penyidik mengamankan tersangka dan korban di sebuah tempat indekos, di Mojokerto, Jawa Timur. "Kita amankan tersangka bersama korban. Memang betul dia mengakui sudah menyetubuhi anak tersebut sebanyak empat kali mulai bulan Juni sampai Agustus, mengakibatkan korban hamil, kemudian disampaikan kepada tersangka, malah tersangka mengajak lari ke Mojokerto, Jawa Timur," jelasnya.

Yusri menuturkan, korban saat ini sudah diserahkan kepada orang tuanya dan mendapat pendampingan psikolog dari Komisi Nasional Perlindungan Anak. "Kami masih terus mendalami karena ini anak di bawah umur. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban yang lain," terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 330 KUHP, Pasal 332 KUHP, Pasal 81 juncto Pasal 76D, Pasal 82 juncto Pasal 76E, dan Pasal 83 Jo Pasal 76F Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, pelaku dapat dijerat pasal berlapis karena ada unsur bujuk rayu sehingga melakukan hubungan seksual dan penculikan.

"Unsur-unsurnya terpenuhi. Seperti tadi saya bertemu dengan pelaku, unsurnya terpenuhi ada bujuk rayu, tipu muslihat, janji-janji sehingga melakukan hubungan seksual. Ada juga tadi saya tanya, katanya suka sama suka, ternyata ada unsur penculikan, sehingga dia bisa dikenakan pasal berlapis. Jadi kalau tadi KUHP dan ada Undang-undang Perlindungan Anak, ketika pasal berlapis bisa di atas 15 tahun hukumannya. Ini kejahatan luar biasa. Dia tahu persis ini anak umur 16 tahun, tapi dia lakukan tindakan kejahatan seksualnya sampai hamil. Bisa dikenakan pasal berlapis supaya ada efek jera," jelasnya.

Arist menambahkan, pada masa pandemi Covid-19, ternyata kasus kekerasan terhadap anak masih tetap ada dan bukan malah cenderung turun.

"Padahal kan anak harusnya tinggal di rumah (belajar di rumah). Itu artinya apa pengawasan orang tua masih sangat lemah. Komnas Perlindungan Anak mengimbau orang tua agar betul-betul memberikan perhatian ekstra terhadap perkembangan anak, apalagi anak sedang bosan di rumah karena tidak bertatap muka di sekolah. Itu mengakibatkan anak bosan. Kemudian kalau muncul kekerasan dalam rumah tangga, anak akan terlempar dari rumah dan ditangkap predator-predator ini," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bandara Soetta Siap Antisipasi Massa yang Akan Jemput Rizieq Syihab

Manajemen PT Angkasa Pura II mengimbau agar para pendukung Rizieq untuk tidak datang ke Bandara untuk menjemput.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

1.575 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Jumlah pasien positif Covid-19 tanpa gejala di Tower 4 dan 5 tersebut terdiri dari 273 laki-laki dan 266 perempuan.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

PSBB Transisi Diperpanjang, DKI Izinkan Gelar Resepsi Pernikahan

Penyelenggaraan resepsi harus mengikuti protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Penumpang di Stasiun Bogor, Rangkasbitung, dan Tangerang Bertambah

Pengguna di Stasiun Bogor sebanyak 9.581 orang, naik 4%.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Polisi Terus Dalami Laporan Beredarnya Video Syur Mirip Artis Gisel

Sampai saat ini polisi telah menerima dua laporan terkait penyebaran video syur mirip penyanyi Gisel.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Penyebar Video Syur Mirip Gisel Tutup Akun, Polisi: Jejak Digital Tidak Pernah Hilang

Ada delapan akun media sosial yang dilaporkan karena diduga mengunggah dan menyebarkan video syur irip Gisel, dua diantaranya telah ditutup.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Underpass Extension Senen Diuji Coba 2 Hari

Uji coba pagi jam 06.00 sampai 10.00 WIB dan sore pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Bertani dan Membantu Korban PHK di Bantaran BKT

Untuk 1 jam bekerja bayarannya Rp 10 ribu.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Imam Masjid di Bekasi Akan Digaji Rp 2,5 Juta Sebulan

Tunjangan kesejahteraan Rp2,5 juta per bulan akan diberikan kepada imam masjid yang memenuhi persyaratan, misalnya suaranya bagus.

MEGAPOLITAN | 9 November 2020

Berkebun Sambil Berolahraga di Bantaran BKT

Tanaman yang dibudidaya harus berumur pendek

MEGAPOLITAN | 9 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS