Fenomena Gowes, Sepeda Makin Jadi Incaran Bandit
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 512.005 (-6.84)   |   COMPOSITE 6248.46 (-48.82)   |   DBX 1360.69 (9.25)   |   I-GRADE 178.558 (-2.77)   |   IDX30 501.18 (-6.46)   |   IDX80 134.891 (-1.5)   |   IDXBUMN20 391.494 (-5.94)   |   IDXESGL 138.797 (-1.34)   |   IDXG30 140.594 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 444.842 (-5.97)   |   IDXQ30 144.61 (-1.81)   |   IDXSMC-COM 297.035 (-1.97)   |   IDXSMC-LIQ 354.776 (-3.84)   |   IDXV30 134.17 (-1.02)   |   INFOBANK15 1041.89 (-18.93)   |   Investor33 432.33 (-5.63)   |   ISSI 179.471 (-1.28)   |   JII 609.439 (-6.78)   |   JII70 215.337 (-2.24)   |   KOMPAS100 1204.27 (-15.92)   |   LQ45 940.235 (-12.38)   |   MBX 1689.01 (-17.61)   |   MNC36 320.772 (-4.37)   |   PEFINDO25 321.867 (-5.36)   |   SMInfra18 307.883 (-4.4)   |   SRI-KEHATI 367.45 (-5.83)   |  

Fenomena Gowes, Sepeda Makin Jadi Incaran Bandit

Senin, 16 November 2020 | 18:45 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Meningkatnya penggunaan sepeda sebagai alat olahraga dan transportasi menjadi fenomena belakangan ini. Masyarakat ramai-ramai gowes untuk meningkatkan imun di masa pandemi Covid-19.

Namun, ternyata hal ini juga menarik perhatian bandit jalanan untuk melakukan aksi kejahatan. Sepeda kini menjadi incaran mereka.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, belakangan memang marak terjadi pencurian sepeda, bahkan kerap tersiar dan viral di media sosial.

"Perlu saya sampaikan bahwa pelaku-pelaku ini memang mulai mengincar. Kenapa mengincar sepeda? Karena memang kita ketahui sepeda ini menjadi satu olahraga yang ramai di masyarakat. Kemudian harganya cukup tinggi sekarang ini. Dengan ramainya peminat sepeda sehingga mengakibatkan harga melambung tinggi," ujar Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/11/2020).

Dikatakan Yusri, bandit mengincar sepeda karena mudah mencurinya. Mereka rata-rata mencuri di dalam rumah, kemudian dibawa lari pada malam hari.

"Harga sepeda saat ini sangat melambung dua sampai tiga kali lipat dari biasanya. Sehingga ada keinginan mereka mencuri sepeda, mudah mencuri, dijual gampang karena peminatnya sangat tinggi. Kemudian sepeda tidak ada STNK, BPKB," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, kendati marak, namun korban banyak yang tidak membuat laporan polisi dan lebih memilih mengunggah tangkapan layar kamera pengawas atau CCTV terkait aksi pencurian sepeda ke media sosial. Hingga saat ini, Polda Metro Jaya dan Polres jajaran mencatat baru menerima empat laporan polisi terkait pencurian sepeda di kawasan Tangerang dan Jakarta Utara.

"Dari hasil laporan dan didalami oleh teman-teman Jatanras, berhasil mengamankan tujuh pelaku. Ada satu lagi masih DPO. Modus mereka sama seperti pencurian kendaraan roda dua, mereka rata-rata mengincar, melakukan patroli dulu, melihat rumah yang ada sepedanya, kemudian melihat situasi aman baru mereka bergerak menjalankan aksi pencurian," katanya.

Para tersangka yang ditangkap berinisial, ETB alias Ambon (31) perannya pelaku pencurian, Ryan alias RH alias Ozi (22) pelaku pencurian, Yono alias YI (26), Iyus alias T alias Loreng (35) pelaku pencurian AS alias RT (39) penadah, dan Endang alias E (50) penadah. "Rata-rata mereka bergerak minimal dua orang. Sering viral di media sosial, cuma memang laporan polisinya sangat kurang. Hampir sama dengan begal sepeda, kasusnya banyak tapi yang melaporkan ke polisi sangat kurang," jelasnya.

Menurut Yusri, polisi menyita 43 sepeda berbagai merek dan jenis dari kedua penadah. "Mereka menjualnya dengan harga miring, harga bergantung merek sepeda. Ini jumlah yang kita temukan di TKP ada 34, tapi yang dia jual sudah cukup banyak. Kita masih dalami terus. Jualnya antara mereka saja, karena banyak peminatnya," ucapnya.

Yusri mengungkapkan, bagi masyarakat yang mengalami kehilangan sepeda bisa datang untuk mengecek apakah salah satu barang bukti yang disita merupakan sepedanya dengan membawa bukti berupa kwitansi pembelian atau bukti lainnya.

"Tips aman untuk pemilik sepeda, tolong jangan berpikir bahwa sepedanya sudah aman meski di dalam rumah. Modus operandi mereka rata-rata adalah mengintai, lihat ada sepeda di dalam rumah walaupun pagar terkunci, mereka masih gampang karena sepeda bisa diangkat di atas pagar. Jadi tolong betul-betul diamankan dengan cara dikunci, apalagi kalau sepeda itu cukup mahal harganya," tandasnya.

Sementara itu, tersangka AS selaku penadah, menyebutkan biasanya menjual sepeda hasil curian dengan harga sekitar Rp 1 hingga Rp 2 juta bergantung merek serta jenisnya.

"Harganya relatif ada 1 juta, 1,5 juta sampai 2 juta. Kurang lebih sampai 30-an dijual ke daerah Jawa. Ke daerah Kebumen," katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, diancam hukuman penjara paling lama 7 tahun. Sementara penadah dikenakan Pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemkot Depok Kembali Perpanjang Pembatasan Aktivitas Usaha

Pembatasan jam operasional tempat usaha ditetapkan sampai pukul 21.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 16 November 2020

Soal Reuni PA 212 di Monas, Anies Belum Mau Komentar

Pada dasarnya semua SKPD keberatan karena sedang suasana Covid-19.

MEGAPOLITAN | 16 November 2020

Soal Sanksi Denda Rizieq Syihab, Anies: Denda di DKI Bukan Basa-basi

Anies mengatakan, selama ini pihaknya telah menerapkan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 16 November 2020

Mahfud MD: Pelanggaran Protokol di Petamburan Kewenangan DKI

Jadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta berdasarkan hierarki kewenangan dan peraturan perundangan.

MEGAPOLITAN | 16 November 2020

Bocah 5 Tahun Ditemukan Mengambang di Bendungan Kali Bekasi

Diduga, korban tenggelam dan terseret arus Kali Bekasi hingga jasadnya tersangkut di pintu air bendungan Kali Bekasi.

MEGAPOLITAN | 16 November 2020

Bupati Bekasi Perintahkan ASN Tak Gunakan Air Kemasan Sekali Pakai

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menginstruksikan kepada seluruh ASN agar tak lagi menggunakan air kemasan atau mineral dalam botol sekali pakai.

MEGAPOLITAN | 16 November 2020

Soal Rizieq Syihab, Ketua Komnas HAM : Penegakan Hukum Harus Berlaku Adil

Ketua Komisi Nasional Hak Asas Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menegaskan penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu.

MEGAPOLITAN | 16 November 2020

Kurang Bukti, Pelaporan Nikita Mirzani Ditolak Polisi

FMPU membawa lampiran bukti berupa flashdisk yang berisi isi video, screenshot video dan juga tangkapan gambar unggahan Nikita yang tersebar di media sosial.

MEGAPOLITAN | 16 November 2020

Mahfud MD: Sanksi Tegas kepada Aparat yang Tidak Tegas Tegakkan Protokol Kesehatan

Pemerintah akan melakukan penindakan hukum bila terjadi pengumpulan massa dalam jumlah besar.

MEGAPOLITAN | 16 November 2020

Polisi Identifikasi 2 Pelaku Begal Sepeda Perwira TNI di Bintaro

Pelaku diduga berjumlah dua orang menggunakan satu sepeda motor.

MEGAPOLITAN | 16 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS