Polisi Terus Cari Unsur Tindak Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan di Petamburan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polisi Terus Cari Unsur Tindak Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan di Petamburan

Kamis, 19 November 2020 | 20:16 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, terus menyelidiki apakah ada unsur tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan atau tidak, dalam kegiatan pernikahan Syarifah Najwa Syihab, putri dari Muhammad Rizieq Syihab, di Petamburan, Jakarta Pusat.

Proses penyelidikan diawali dengan melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak yang dibagi dalam tiga elemen. Pertama dari Pemprov DKI Jakarta, kedua panitia penyelenggara pernikahan, dan ketiga saksi tamu yang hadir.

"Kita masih melakukan klarifikasi karena ini masih menyangkut penyelidikan adanya pelanggaran protokol kesehatan pada saat acara akad nikah anak saudara MRS, di Petamburan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Kamis (19/11/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik mengundang 14 orang untuk dimintai klarifikasi pada Selasa (17/11/2020) kemarin. Diantaranya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin, Kabiro Hukum Pemprov DKI Jakarta Yayan Yuhana, Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu, Lurah Petamburan Setiyanto, Ketua RW 04 Andi Hasim, Ketua RT 02 Jeki Marino, Bhabinkamtibmas, Kepala KUA Tanah Abang, dan pihak penyelenggara. Namun, hanya sembilan orang yang menjalani klarifikasi karena Lurah Petamburan Setiyanto reaktif Covid-19 saat diperiksa menggunakan swab antigen, dan belakangan dinyatakan positif.

Seusai pemeriksaan sekitar 9 jam, Anies menyampaikan, ada 33 pertanyaan yang diajukan penyidik dan menjadi laporan sepanjang 23 halaman.

"Semuanya sudah dijawab seusai dengan fakta yang ada, tidak ditambah tidak dikurangi. Adapun detil isi pertanyaan, klarifikasi, dan lain-lain biar nanti menjadi bagian dari pihak Polda Metro Jaya untuk nanti meneruskan dan menyampaikan seusai kebutuhan. Itu saja," kata Anies.

Sehari kemudian, penyidik mengundang Haris Ubaidillah selaku ketua panitia kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan saksi ahli. Haris datang memenuhi panggilan sekitar pukul 10.00 WIB, dan baru selesai klarifikasi pada tengah malam.

Kepada penyidik, Haris menyampaikan, kalau panitia telah menyerukan agar jamaah yang hadir mematuhi protokol kesehatan. "Iya saat acara itu mulai dari MC, penjaga acara, semuanya menyerukan untuk menjaga jarak. Saat itu massa di luar perkiraan kita. Makanya kita serukan, kita nggak sempat menghimbau tapi kita serukan itu keras," katanya.

Selanjutnya, penyidik mengundang Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Erizon Safari, perwakilan Aviation Security Bandara Soekarno-Hatta, dan ketua panitia akad nikah. Namun, Ariza berhalangan hadir dan meminta untuk dijadwalkan ulang.

Ihwal kenapa penyidik memanggil pihak Asvec Bandara Soetta, Yusri menyebutkan, untuk memastikan apakah Rizieq Syihab sudah memenuhi protokol kesehatan ketika pulang ke Indonesia.

"Dari bandara itu kan kita harus mengetahui, apakah saat datang saudara MRS sudah melalui prosedur protokol kesehatan. Misalnya apakah sudah ada pengecekan swab tes atau rapid tes, atau memang memiliki surat bahwa sudah dilakukan pengecekan protokol kesehatan. Sehingga kita perlu pendalaman terhadap beliau ini," kata Yusri.

Yusri menyampaikan, saat ini penyidik juga sedang mengumpulkan alat bukti digital untuk melengkapi proses penyelidikan. "Anggota masih terus mengumpulkan alat-alat bukti yang lain, termasuk di dalamnya mengumpulkan alat bukti digital, juga beberapa CCTV, memeriksa rekaman CCTV yang ada di daerah tersebut. Ini alat bukti yang dikumpulkan untuk melengkapi penyelidikan nanti," tandasnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat mengatakan, hingga saat ini penyidik masih dalam tahap penyelidikan untuk mencari ada atau tidak tindak pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan, di Petamburan. Penyelidikan dilakukan melalui proses klarifikasi, mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi ahli.

Setelah melakukan klarifikasi, mengumpulkan bukti-bukti, selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah ada unsur pidana dan bisa dinaikkan menjadi penyidikan. "Nanti baru menentukan siapa tersangkanya," katanya.

Pada proses klarifikasi, muncul berbagai pernyataan dan pertanyaan mengapa penyidik memanggil dan meminta klarifikasi kepada Anies Baswedan. Tak sedikit pihak yang menilai itu tindakan berlebihan.

Merespon hal itu, Tubagus menjelaskan, tidak semua yang diperiksa polisi kemudian berpotensi menjadi tersangka. "Perlu dicapai pengertian yang sama dulu. Tidak semua orang yang dipanggil itu kemudian menjadi tersangka. Kesannya kalau dipanggil polisi itu dikriminalisasi dan sebagainya. Tidak langsung orang diklarifikasi oleh kepolisian atau penyidik kemudian berpotensi menjadi tersangka. Jadi berlebihannya dimana," katanya.

Tubagus menegaskan, penyidik meminta klarifikasi kepada Anies untuk memastikan status daerah apakah sedang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau tidak, di tengah pandemi Covid-19.

"Tahapan ini kan masih tahapan klarifikasi. Yang dilidik itu apa pasalnya? Pasalnya adalah Pasal 93 Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan. Kekarantinaan itu bergantung pada status daerah. Kalau status daerah tidak dalam PSBB, tidak dalam situasi dikarantina, maka undang-undang itu tidak dapat diberlakukan. Dia mengatur tentang karantina kesehatan, karantina kesehatan terdiri dari beberapa, ada isolasi rumah, rumah sakit. Salah satunya adalah PSBB," katanya.

Tubagus menuturkan, siapa yang bisa menjawab apakah DKI Jakarta sedang dalam masa PSBB, salah satunya adalah Anies.

"Kami mau memastikan kondisi di Jakarta ini statusnya apa saat kegiatan (di Petamburan) dilakukan. Siapa yang bisa menjawab ini salah satunya adalah gubernur, untuk itulah diminta klarifikasi dasar hukum, pertimbangannya, upayanya, dan lain sebagainya. Jangan ada anggapan bahwa ada kriminalisasi dan sebagainya. Ini masih tahap klarifikasi, dalam tahap penyelidikan itu ujungnya menentukan ada atau tidak pidananya," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Antisipasi Penganiayaan Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

Polri memperketat pengamanan rumah tahanan (rutan) untuk mengantisipasi agar kasus penganiayaan terhadap tahanan tidak terjadi kembali.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

837 Warga Bogor Tertipu Investasi Bodong dengan Kerugian Rp 23 Miliar

Berdasarkan pengakuan tersangka, investasi bodong itu berlangsung sejak Oktober 2019.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

6 Sekolah di DKI yang Sempat Ditutup karena Kasus Covid-19 Telah Gelar PTM Lagi

Sementara tiga sekolah lainnya, yang terpapar Covid-19 adalah gurunya, yakni SMK 66, SMP PGRI 20, dan SMA 25.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

KLHK Segel 6 Lokasi Pembuangan Sampah Liar di Kota Tangerang

Sampel sampah juga akan diteliti untuk memastikan apakah terjadi pencemaran lingkungan.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

BPN Bogor: SHGB Sentul City Asli

Kantor Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor memastikan SHGB Sentul City asli

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Polisi Selidiki Laporan Luhut Pandjaitan soal Pencemaran Nama Baik

Dalam rangkaian penyelidikan, penyidik akan mencari dan mengumpulkan alat bukti terkait apakah ada dugaan tindak pidana.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi: Bakal Ada Tersangka Baru

Rencananya, penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka akhir pekan ini.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

DPRD DKI Ungkap 6 Sekolah Ditutup karena Ditemukan Kasus Positif Covid-19 Saat PTM

Keenam sekolah itu ditemukan kasus Covid-19 berdasarkan hasil evaluasi PTM terbatas dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta per 22 September 2021.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Jumlah Pasien Covid-19 Menurun, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Terpakai 5,13%

Sejak dibuka, rumah sakit darurat ini telah didatangi berbagai kategori pasien Covid-19 yang jumlahnya mencapai 127.927 orang.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021



TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Piala Sudirman: Tim Indonesia Jalani Latihan Perdana

Piala Sudirman: Tim Indonesia Jalani Latihan Perdana

OLAHRAGA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings