Kesal Gara-gara Tanah, Ketua RT Bacok Warga Hingga Tewas
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Kesal Gara-gara Tanah, Ketua RT Bacok Warga Hingga Tewas

Jumat, 20 November 2020 | 17:34 WIB
Oleh : Mikael Niman / YUD

Bekasi, Beritasatu.com – Ketua RT berinisial AS (43) membacok MM (55), lantaran kesal dengan permasalahan tanah. Korban yang merupakan calo tanah, dituding tidak meminta izin kepada pelaku saat melakukan pengukuran tanah di Jalan Nilam 13 RT 03/RW 10 Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

“Tersangka kesal kepada korban karena tidak meminta izin saat pengukuran tanah di wilayahnya,” ujar Kapolsek Pondokgede, Kompol Jimmy Marthin Simanjuntak, Jumat (20/11/2020).

Kejadian bermula, saat korban bersama empat rekannya mengukur tanah di tempat kejadian perkara (TKP), pada Rabu (18/11/2020).

Pelaku yang mengetahui korban sedang mengukur, lantas menghampirinya. Dengan kesal, pelaku menanyakan, mengapa mengukur tanah orang lain? Korban yang merasa memiliki data lengkap, tetap melakukan pengukuran di lokasi.

Tak digubris ucapannya, pelaku kemudian mencari golok di rumah warga lainnya dan langsung membacok korban.

“Korban luka di punggung dan kepala hingga meninggal di lokasi,” bebernya.

Kapolsek menjelaskan, antara pelaku dan korban sebelumnya pernah terlibat cekcok. Setelah melakuka aksinya, pelaku menyerahkan diri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP Junto Pasal 351 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wagub: Pemasangan Baliho Tak Sesuai Peruntukan Pasti Ditertibkan

Wagub DKI menyatakan bahwa pemasangan baliho di Jakarta harus berada di lokasi yang sesuai peruntukannya apabila kedapatan melanggar pasti akan ditertibkan.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Pelanggaran Protokol Kesehatan di Kediaman Rizieq, Polisi Telah Klarifikasi Belasan Orang

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah memeriksa sekitar 16 orang terkait pelanggaran protokol kesehatan di kediaman Rizieq Syihab.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Soal Penurunan Baliho Rizie Syihab, Ini Penjelasan Satpol PP DKI

Menurut Kasatpol PP DKI, penurunan baliho Rizieq Syihab karen melanggar pemasangan baliho di ruang publik.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Satpol PP DKI Minta FPI Segera Turunkan Baliho Rizieq

Satpol PP meminta FPI menurunkan baliho bergambar Rizieq Syihab di area publik yang tidak sesuai aturan dan tidak berizin.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

PSBB Tangerang Raya Resmi Diperpanjang Hingga 19 Desember 2020

Perpanjangan PSBB Tangerang Raya Tahap 3 akan mulai berlangsung sejak 20 November 2020-19 Desember 2020 mendatang atau sebulan.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Perda Covid-19 DKI Jakarta Tidak Atur Sanksi Pidana Penjara

Sanksi yang diatur dalam Perda ini hanya sanksi administrasi dan pidana denda terhadap pelanggar protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Jejak Karier Kapolda Metro Irjen Fadil Imran, si Pemburu Preman

Fadil pembentuk tim pemburu preman yang bersenjatakan lengkap, guna memberantas aksi premanisme di kawasan Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Gelar Perkara Kasus Kerumunan Massa Rizieq Ditunda

“Rencana Kamis-Jumat ini (gelar perkara), tapi ada kegiatan mutasi kapolda, ada serah terima di Mabes dan Polda Metro dengan kesibukannya, maka ketunda."

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Pangdam Jaya: Jangan Coba-coba Ganggu Persatuan dan Kesatuan dengan Merasa Mewakili Umat Islam

Padahal, seorang kiai atau habib harus menyampaikan ucapan dan tindakan kebaikan.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Pangdam Jaya: Kalau Perlu, Bubarkan Saja FPI

Dudung menegaskan hal itu terkait dengan pemasangan spanduk dan baliho yang bermuatan ajakan revolusi dan provokatif dari pimpinan FPI.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS