Usulan Pangdam Jaya Bubarkan FPI Dinilai Logis
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Usulan Pangdam Jaya Bubarkan FPI Dinilai Logis

Jumat, 20 November 2020 | 20:29 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Guru Besar Hukum Pidana Universitas Padjadjaran, Romli Atmasasmita sepakat dengan pernyataan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang menyebut Front Pembela Islam (FPI) sebaiknya dibubarkan jika tak taat hukum. Romli menyatakan, pernyataan Dudung merupakan pernyataan yang masuk akal atau logis.

"Pernyataan Pangdam itu logis," kata Romli kepada SP di Jakarta, Jumat (19/11/2020).

Romli menjelaskan, status hukum FPI saat ini tidak jelas karena bukan organisasi masyarakat (ormas) atau parpol. Hal ini lantaran izin FPI sebagai ormas telah berakhir beberapa tahun lalu dan belum diperpanjang hingga saat ini.

"Secara hukum, status hukum FPI itu tidak jelas. Ormas bukan, parpol bukan," kata Romli.

Romli mengakui, secara fakta FPI hidup di Indonesia dan memiliki anggota. Namun, Romli menekankan Indonesia merupakan negara hukum dan setiap warga negara sudah seharusnya taat pada hukum di Indonesia. Untuk itu, jika FPI dan para pemimpinnya, termasuk Rizieq Syihab ingin tetap hadir di Indonesia sudah sepatutnya mengurus perizinan sebagai ormas ke Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham).

Diketahui, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman merespons video viral yang memperlihatkan proses penurunan baliho pemimpin FPI, Rizieq Syihab yang dilakukan oleh orang berbaju loreng. Dudung menegaskan, penurunan baliho itu dilakukan atas perintahnya.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya, karena beberapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Itu perintah saya," ujar Dudung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/11/2020).

Dudung menegaskan, semua pihak, termasuk FPI sudah seharusnya taat pada aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Bahkan, Dudung menyebut, FPI dapat dibubarkan jika tidak taat terhadap hukum.

"Begini, kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau memasang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Gerebek Praktik Prostitusi di Vila Puncak

Polisi mengamankan pelaku dah para korban di sebuah vila di kampung Binataruna, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Bogor pada Rabu 18 November 2020.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Disdukcapil Depok Pacu Kepemilikan Akta Kelahiran

Disdukcapil Depok mencatat, masih terdapat 51.114 anak usia 0 hingga 18 tahun yang belum memiliki akta kelahiran.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Ketua Komisi I Dukung Sikap Tegas Pangdam Jaya Terhadap FPI

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mendukung langkah TNI dalam mengamankan persatuan dan kesatuan Indonesia.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

2 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir Rob

Banjir terjadi sejak sepekan lalu.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Aparat Bersitegang dengan Massa FPI saat Turunkan Baliho Rizieq di Slipi

Sekelompok orang berpakaian loreng abu-abu keluar dari Gang Petamburan III, Jakarta Pusat yang mana merupakan markas FPI, melawan prajurit Kodim 0503 JB.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

TNI Copot Baliho Rizieq Syihab, Kapolda: Saya Dukung

Dikatakan Kapolda Metro Irjen Fadil Imran, spanduk Rizieq yang terpasang di sejumlah titik jalan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2014.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Kapolda Metro Jaya: Siapa pun Ganggu Keselamatan Jiwa Masyarakat Saya Tindak

Kapolda menegaskan akan melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang mengganggu keselamatan jiwa masyarakat terkait situasi pandemi Covid-19 di Ibu Kota DKI.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Kesal Gara-gara Tanah, Ketua RT Bacok Warga Hingga Tewas

Seorang Ketua RT membacok warganya hingga tewas gara-gara tidak meminta izin saat melakukan pengukuran tanah di Jatisampurna, Bekasi.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Wagub: Pemasangan Baliho Tak Sesuai Peruntukan Pasti Ditertibkan

Wagub DKI menyatakan bahwa pemasangan baliho di Jakarta harus berada di lokasi yang sesuai peruntukannya apabila kedapatan melanggar pasti akan ditertibkan.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020

Pelanggaran Protokol Kesehatan di Kediaman Rizieq, Polisi Telah Klarifikasi Belasan Orang

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah memeriksa sekitar 16 orang terkait pelanggaran protokol kesehatan di kediaman Rizieq Syihab.

MEGAPOLITAN | 20 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS