Pemkot Depok Bahas Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Pemkot Depok Bahas Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

Senin, 23 November 2020 | 18:07 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / FER

Depok, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Depok masih terus melakukan rapat, pembahasan dan sejumlah persiapan terkait pembelajaran tatap muka yang akan digadang-gadang pemerintah pusat akan dimulai pada Januari 2021.

Ketua Harian Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo menuturkan, saat ini Satgas bersama segenap elemen terkait lainnya tengah membahas hal tersebut.

"Sesuai instruksi empat menteri, semua diserahkan kepada pemerintah daerah. Persiapan dan segala macamnya. Pasalnya, belajar tatap muka juga harus mengantongi izin dari orang tua siswa," ujar Sri Utomo di Depok, Jawa Barat, Senin, (23/11/2020).

Dikatakan Sri Utomo, jika orang tua tidak mengizinkan maka pembelajaran tatap muka bagi siswa tersebut tidak bisa dipaksakan. "Kalau orang tua tak memberikan izin maka tetap harus Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," kata Sri Utomo.

Lebih lanjut dipaparkan Sri Utomo, masing-masing sekolah juga harus melakukan persiapan. Seperti misalnya memiliki sarana prasarana yang memadai yakni menyediakan tempat cuci tangan.

"Untuk tempat cuci tangan itu harus ada. Siswa juga tidak boleh full masuk semua. Bisa diatur hanya 50 persen saja dari total jumlah siswa," kata Sri Utomo.

Pemkot Depok akan melakukan pembahasan lebih lanjut dan mendalam terkait hal ini dalam rapat rapat yang terus akan dilakukan menyikapi pembelajaran tatap muka ini.

"Masih ada waktu sekitar satu bulan untuk menyiapkan hal ini. Nanti kami gelar rapat, khususnya bersama Dinas Pendidikan (Disdik) juga Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok," kata Sri Utomo.

Penyelenggaraan sekolah tatap muka, kata Sri Utomo, membutuhkan kerja sama dan sinergisitas perangkat daerah terkait. Hal tersebut, bertujuan agar tidak terjadi klaster Covid-19 di sekolah.

Sri Utomo menuturkan, ketika sekolah tatap muka berjalan, satuan pendidikan harus memastikan tidak terjadi kerumunan. Selain kegiatan belajar dikhususkan untuk mata pelajaran akademik, kapasitas di ruangan juga maksimal 50 persen.

"Tidak ada kegiatan ekstrakurikuler, setelah sekolah selesai murid-murid harus langsung pulang. Sekolah juga tidak membuka kantin, para pelajar menyiapkan bekal sendiri," tutur Sri Utomo.

Selain itu, lanjut Sri Utomo hal yang menjadi konsentrasi tidak hanya saat berada di lingkungan sekolah saja tapi juga proses datang ke sekolah yang harus dihindari berkerumun.

Misalnya saja saat berada di kendaraan angkutan umum (angkot), karena itu dari Dinas Perhubungan (Dishub) nantinya juga harus memikirkan terkait pelaksanaan teknisnya.

"Ke depan kami akan menjadwalkan rapat, sambil kami juga menunggu Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai penjelasan secara detail tugas perangkat daerah dalam penyelenggaraan sekolah tatap muka," ujar Sri Utomo.

Sementara itu, terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Kota Depok Muhammad Hafid Nasir menuturkan, pihaknya menunggu putusan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok. Dewan Pendidikan juga meminta agar Dinas Pendidikan membuat kurikulum dua macam yakni untuk kegiatan belajar tatap muka dan juga untuk kegiatan belajar dari rumah.

"Ini kan bergantian siswa yang masuk sekolah. Maka ketika mereka tidak masuk sekolah, pembelajarannya juga harus dapat diakses oleh mereka melalui virtual. Harus juga disiapkan bahan ajar secara cetak yang dapat diakses siswa ketika belajar secara virtual," kata Hafid Nasir.

Lebih lanjut dikatakan Hafid, sekolah juga harus siap dengan sarana prasarana misalnya menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudut sekolah. Sekolah juga harus memperhatikan masker yang digunakan siswa, utamanya agar masker tersebut sesuai dengan standar yang bisa mencegah penyebaran virus corona.

"Saya berharap idealnya sekolah tatap muka ini baru bisa dilakukan saat Kota Depok sudah menjadi zona hijau. Saat ini masih zona oranye bahkan sempat merah kembali," ujar Hafid.

Bagi siswa yang tengah sakit, Hafid melanjutkan, maka akan lebih baik untuk tidak berangkat sekolah dan bersekolah secara virtual. "Ingat-ingat bagi orangtua siswa yang anaknya sakit maka mutlak harus belajar dari rumah. Jangan dipaksakan masuk sekolah," pungkas Hafid.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kapolda Metro Jaya Apresiasi Dukungan Masyarakat Jakarta

Polda Metro Jaya dan sejumlah elemen serta tokoh masyarakat sepakat untuk memberikan teladan dalam segala aspek.

MEGAPOLITAN | 23 November 2020

Panglima TNI Dukung Penertiban Baliho Rizieq

Panglima TNI mendukung langkah yang diambil Pangdam Jaya menertibkan baliho Rizieq Syihab.

MEGAPOLITAN | 23 November 2020

Kasus Positif Covid-19 di Petamburan Meningkat Setelah Pelacakan

Puskesmas Kecamatan Tanah Abang telah bersiap memeriksa imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab jika diperlukan.

MEGAPOLITAN | 23 November 2020

Polisi Tahan Millen Cyrus di Sel Laki-laki

Polisi hingga kini masih berusaha menyelidiki dari mana keponakan penyanyi Ashanty itu mendapatkan barang haram tersebut.

MEGAPOLITAN | 23 November 2020

Konsumsi Narkoba, Selebgram Millen Cyrus Ditangkap Bersama Seorang Pria

Millen Cyrus ditangkap saat mengonsumsi narkoba di sebuah hotel di kawasan Jakarta Utara bersama seorang pria berinisial JR pada Minggu (22/11/2020) dini hari.

MEGAPOLITAN | 23 November 2020

Pangdam Jaya Pastikan Reuni 212 Batal Digelar

TNI dan Polri siap mengerahkan pasukan untuk menindak tegas apabila pernyataan FPI terkait pembatalan Reuni 212 dilanggar.

MEGAPOLITAN | 23 November 2020

Temui Pangdam Jaya, Kapolda: Persatuan dan Kesatuan Paling Utama

Keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi, dan persatuan serta kesatuan bangsa adalah hal yang paling utama.

MEGAPOLITAN | 23 November 2020

Karangan Bunga Dukungan untuk TNI Terus Berdatangan di Markas Kodam Jaya

Ratusan karangan bunga berjejer di sepanjang Markas Kodam Jaya menunjukkan dukungan dari masyarakat.

MEGAPOLITAN | 23 November 2020

Pemprov DKI Belum Putuskan Waktu Sekolah Tatap Muka Diperbolehkan

Pemprov DKI, kata dia akan melakukan lebih jauh terkait pembukaan sekolah tersebut pada bulan Desember mendatang.

MEGAPOLITAN | 23 November 2020

Wagub DKI Sebut Warga Tidak Boleh Menolak Tes Covid-19

Berdasarkan peraturan daerah warga tidak boleh menolak, dan pelanggarnya dapat dikenakan denda maksimal Rp 5 juta.

MEGAPOLITAN | 23 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS