Klaster Petamburan Bisa Berkontribusi pada Penambahan Kasus Covid-19
Logo BeritaSatu

Klaster Petamburan Bisa Berkontribusi pada Penambahan Kasus Covid-19

Rabu, 25 November 2020 | 21:02 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pascakerumunan Petamburan di kediaman Rizieq Syihab pada Sabtu (14/11/2020) lalu, ditemukan 38 kasus positif. Untuk dapat dipastikan sebagai klaster Petamburan, harus dipastikan 38 orang tersebut punya kaitan dari kegiatan kerumunan.

Untuk memastikan dan menarik benang merahnya harus pula dilakukan melalui surveilans dan penyelidikan epidemiologi.

Epidemiolog Universitas Airlangga Laura Navika Yamani mengatakan bahwa, dari 38 kasus positif itu bisa ditarik benang merahnya. Untuk bisa dikatakan klaster, jika ada keterkaitan satu dengan yang lain sehingga ada risiko yang lebih besar.

"Kalau terpisah-pisah ya tidak bisa dikatakan sebagai klaster. Harus mencari ada hubungan dan kontak erat dari 38 orang ini. Ada kegiatan bareng, ada interaksi dalam waktu cukup lama juga," katanya kepada SP, di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Laura menyebut, kalau memang betul ada benang merahnya maka bisa dikatakan klaster. Apalagi jumlah kasus positif sudah mencapai 38 kasus. Sebagai contoh lanjutnya, kalau ditemukan kasus di perkantoran 20 orang saja sudah bisa dikatakan klaster.

Jika melihat kerumunan Petamburan, dengan jumlah orang yang banyak, jumlah angka positif Covid-19 adalah jumlah yang cukup kecil bahkan sangat kecil.

"Apakah 38 ini menjadi final tidak tahu, proses tracing ini kan terus dilakukan. Seperti kemarin ada yang menolak, padahal dia terjaring dari tracing. Ini harus dipahami oleh masyarakat kalau ini kebutuhannya adalah tracing," paparnya.

Jangan sampai kata dia, penolakan dibiarkan dan ternyata orang tersebut membawa virus. Dari 38 orang positif ini kasus akan berkembang jika tracing dilakukan dengan benar. Kalau didapat positivity rate kecil tidak masalah asalkan metode surveilans yang dijalankan sudah benar.

Namun jika random maka penelusuran kontak jauh lebih sulit apalagi dihadapi dengan penolakan yang sangat besar. Tetapi jika tracing berjalan, masyarakat harus mau melakukan pemeriksaan.

Apalagi setelah diwawancara lebih dalam ada gejala yang muncul atau misalkan ada kasus bagian dari kerumunan itu kemudian datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

Dikatakan Laura, rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang dekat area itu (Petamburan) harus jeli apakah orang yang datang dengan gejala ini berasal aktivitas kerumunan di Petamburan.

Sementara itu, ketika tracing dijalankan dengan benar, kondisi riil di lapangan akan terlihat. Artinya jika setelah tracing hasil negatif tidak menjadi masalah. Intinya sudah ada pertanggungjawaban tracing.

"Jangan sampai kemudian jumlah tracing hanya 1-2 dan hasilnya negatif. Harus tracing satu positif mencari 30 kontak erat ini sudah menggambarkan kondisi riil. Yang diinginkan seperti itu," tuturnya.

Di masa pandemi surveilans harus dilakukan apalagi ada kegiatan kerumunan. Jangan sampai ada sumber penularan di masyarakat. Selanjutnya, tracing harus diikuti testing yang maksimal.

Kasus positif Petamburan belum bisa diasumsikan turut meningkatkan kenaikan kasus di DKI Jakarta beberapa hari terakhir. Kenaikan kasus tambahnya, mungkin didominasi orang yang melakukan libur panjang.

Namun 38 kasus positif ini masih kecil untuk menyumbang kenaikan kasus. Oleh sebab itu harus dibuktikan dengan testing dan tracing yang cukup banyak untuk basis-basis di lokasi kerumunan itu. Dengan begitu surveilans juga dilakukan dengan benar.

Penambahan kasus di DKI Jakarta juga harus dilihat kontribusinya apakah dari klaster libur panjang atau klaster lainnya atau bahkan dari kasus di Petamburan.

"Kita tidak bisa membatasi. Penularan ini seperti kartu domino dijajar, satu kena, orang lain akan terkena karena interaksi masyarakat besar.

Bahkan orang bisa saja terkena meskipun tidak ada di kegiatan kerumunan tapi ditularkan dari orang yang datang ke kerumunan itu.

Oleh karena itu penelusuran mencari benang penularan sangat penting. Penelusuran bisa dimulai dari lurah Petamburan yang positif Covid-19. Apakah penularan yang didapat dari kerumunan Petamburan.

Dua belas hari terakhir kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai seribuan kasus per hari. Pada Sabtu (14/11/2020) 1.255 kasus, Minggu (15/11/2020) 1.165, Senin (16/11/2020) 1.006, Selasa (17/11/2020) 1.037, Rabu (18/11/2020) 1.148, Kamis (19/11/2020) 1.185, Jumat (20/11/2020) 1.240, Sabtu (21/11/2020) 1.577, Minggu (22/11/2020) 1.342, Senin (23/11/2020) 1.009, Selasa (24/11/2020) 1.015 dan Rabu (25/11/2020) 1.273 kasus.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan, lonjakan kasus positif Covid-19 ini merupakan dampak libur panjang.

Melihat kondisi itu, pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan, meningkatnya kasus positif di DKI Jakarta terkait liburan panjang. Ia pun menyebut, penularan bisa disebut klaster jika sumber penularannya sama.

"Ada kasus tapi terkait dengan liburan panjang. Klaster kalau sumber penularannya sama, ini sumber penularannya beda," katanya.

Menurutnya, lonjakan kasus di semua wilayah di DKI Jakarta itu dampak liburan panjang. Itu hasil dari data surveilans Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Pandu menegaskan, bila ditemukan banyak kasus lalu semua dilacak ternyata sumber penularan yang sama, kerumunan Maulid misalnya, baru disebut klaster Maulid.

"Sampai saat ini data yang ada belum teridentifikasi sumber penularan yang sama yaitu kerumunan," ucapnya.

Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono juga berpandangan senada. Jika sumber penularan berbeda maka belum bisa disebut klaster Petamburan.

Untuk menemukan kasus positif, cara pengetesan (testing) harus dengan metode polymerase chain reaction dan bukan sekadar tes cepat (rapid test).

"Tes juga harus dilakukan pada orang bergejala bukan orang tanpa gejala yang tidak bisa diketahui masa inkubasi penyakitnya," kata Tri.

Setelah ditemukan kasus positif, tracing harus dilakukan. Prinsipnya jika ada kerumunan penularan Covid-19 bisa banyak terjadi.

Terkait kerumunan Petamburan ini, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, Satgas perlu menghimpun data 10-14 hari kemudian agar analisis data yang dilakukan menghasilkan data yang akurat.

"Mohon ditunggu untuk update hasil selanjutnya," kata Wiku dalam pesan singkatnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bea Cukai Bekasi Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 247 Juta

Barang ilegal yang dimusnahkan Bea Cukai Bekasi yakni 46,4 liter rokok cair (liquid vape), lalu 20,2 kilogram tembakau iris dan 277.200 batang rokok.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Ketersedian Tempat TIdur Isolasi Kota Bogor di Atas 70%

Jumlah tempat tidur isolasi per 23 November Oktober 2020 adalah 446 unit dengan ICU 20 unit dari 21 rumah sakit rujukan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Penutupan Jalan di Petamburan, Kadishub DKI Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Menurut Kadishub DKI kewenangan pemanfaatan jalan tidak hanya ada di Dinas Perhubungan teapi juga di kepolisian.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemkot Bogor Siapkan RS Darurat

Dalam satu pekan terakhir rata-rata kasus harian Covid-19 Kota Bogor meningkat dari rata-rata 20 kasus pada Oktober, November ini rata-rata 40 kasus per hari.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Rencanakan Pembunuhan Suaminya, Seorang Ibu Rumah Tangga di Kramat Jati Ditangkap

Peristiwa yang nyaris merenggut nyawa Lucky Hutagalung itu terjadi pada Senin (23/11/2020) dinihari di kediaman tersangka kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Tabung Gas 12 Kg Meledak, 4 Orang Alami Luka di Bekasi

Penghuni rumah, Mary Wiriana (78) saat itu sedang menyalakan kompor dan terjadi ledakan.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Buntut Kerumuman di Petamburan, Sejumlah Kadis Terancam Dicopot

Wagub Riza Patria mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menyampaikan hasil evaluasi SKPD tersebut dalam beberapa pekan mendatang.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Millen Cyrus Tempati Sel Tahanan Khusus

Polisi masih melakukan pengembangan kasus narkotika Millen Cyrus tersebut untuk menentukan apakah ia hanya sebagai pemakai atau juga sebagai pengedar.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Kota Depok Alami Lonjakan Kasus Covid-19 Klaster Liburan

Hingga Rabu (25/11/2020) tercatat penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Depok sebanyak 164 orang.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Video Mirip Gisel, Polda Metro Buru Penyebar Pertama

Polda Metro Jaya masih memburu penyebar pertama sebuah video asusila mirip artis Gisella Anastasia yang viral di media sosial.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS