Pemprov DKI Hormati Langkah Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Kerumunan

Pemprov DKI Hormati Langkah Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Kerumunan

Sabtu, 28 November 2020 | 06:08 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya menghormati langkah kepolisian yang akan menerapkan tersangka dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Menurut Ariza, sapaan akrabnya, penetapan tersangka merupakan kewenangan dari kepolisian sesuai dengan fakta yang terjadi.

"Jadi, kami hormati masing-masing instansi, masing-masing jajaran dan lain-lain sesuai dengan tupoksinya masing-masing," ujar Ariza di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Pemprov DKI, kata Ariza, tidak akan mencampuri kewenangan polisi dalam menangani kasus kerumunan tersebut. Pemprov DKI, tutur dia, terlibat dalam proses penanganan kasus kerumunan tersebut sesuai dengan tugas dan kewenangan Pemprov DKI.

"Sepenuhnya tentu itu menjadi wilayah aparat penegak hukum, kita mengikuti aturan dan ketentuan yang ada. Jadi, tidak ada wilayah di Pemprov yang mengomentari yang bukan wilayah kami," kata dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyebutkan kasus kerumunan di Petamburan sudah naik statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan. Penyidik Polda telah menemukan unsur tidak pidana dari kasus kerumunan tersebut.

"Kita sudah melakukan gelar perkara, untuk menaikkan yang semula ada diduga tindak pidana sekarang kita meyakini bahwa di peristiwa tersebut ada tindak pidananya," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

Setelah ini, kata Hidayat, pihaknya mulai menyusun rencana penyidikan dan melakukan penyidikan dengan berpatok pada alat bukti seperti saksi, keterangan saksi, keterangan ahli, bukti petunjuk, surat, dokumen dan hal lain sebagainya. Bahkan, penyidik juga bakal memanggil Rizieq Syihab.

"Jadi seperti yang disampaikan Kapolda pihak-pihak yang terkait dan dibutuhkan untuk memenuhi alat bukti tersebut akan dilakukan pemeriksaan. Semua siapa saja, kita tidak mengkhususkan pada satu atau dua orang saja tapi siapa saja yang terkait dalam pemenuhan alat bukti tersebut akan kita panggil," tegas Hidayat.

Lebih lanjut dia menyebutkan pemanggilan di tingkat penyidikan ini terbagi menjadi dua kapasitas yakni sebagai saksi dan sebagai tersangka. Pihaknya akan mengatur jadwal sehingga saksi yang dipanggil termasuk ahli mempunyai cukup waktu untuk memenuhi panggilan.

"Pemangilan di tingkat penyidikan sedang kita susun nanti ada jadwalnya. Kita atur sedemikan rupa karena harus memberikan waktu bagi orang yang dipanggil tersebut. Jadi tidak bisa sekarang dikirim hari ini harus datang," ungkap dia.

Dari keterangan para saksi dan ahli serta kaitannya dengan alat bukti lain, kata Hidayat, pihaknya kemudian menetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana pelanggaran kekarantinaan kesehatan. Dia menegaskan hingga saat ini belum ada yang ditetapkan tersangka dari kasus kerumunan tersebut.

"Semua akan berjalan sesuai tahapan dan nanti (tersangka) akan disampaikan setelah proses penyidikan selesai dilakukan, setelah ada alat bukti yang cukup. Kalau soal hukuman itu nanti majelis hakim yang menentukan," pungkas Hidayat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

APBD DKI 2021 Diprioritaskan untuk Tangani Covid-19 dan Banjir

Prioritas utama dari APBD 2021 adalah penanganan Covid-19 dan banjir di ibu kota.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Bank DKI Ajak Warga Rusun Pondok Bambu Kembangkan Usaha Hidroponik

Sebelumnya, Bank DKI telah melaksanakan program hidroponik di Rusunawa Jatinegara Kaum.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Bima Arya Tegur Keras RS UMMI karena Tidak Kooperatif Terkait Rizieq

Wali Kota Bogor Bima Arya menegur RS UMMI yang merawat dan menjadi lokasi swab test Rizieq Syihab.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Sistem Registrasi pada Situs APBD DKI Jakarta Dipertanyakan

Fraksi PSI mempertanyakan perubahan sistem yang mewajibkan registrasi NIK dan nomor KK sebelum mengakses situs APBD DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Pemkot Bogor Akan Verifikasi Swab Test Rizieq Syihab

Bila ditemukan ada kekeliruan atau lembaga yang digunakan tidak terverifikasi, Pemkot Bogor akan melakukan swab test ulang.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Srikandi Tani Kampung Becek Ajak Warga Tanam Hidroponik

Sandi berharap selain manfaat ekonomi, kegiatan ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong-royong dalam lingkungan tempat tinggal.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Depok Sentuh 10.000

Kasus positif Covid-19 di Depok, Jawa Barat hingga Jumat (27/11/2020) menyentuh angka 10.000 atau tepatnya 10.040 sejak pandemi ini berlangsung Maret lalu.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Kurangi Emisi, Batiqa Hotel dan Jababeka Tanam Pohon Trembesi

Batiqa Hotel Jababeka bersama Jababeka Infrastruktur selaku pengelola Kawasan Industri Jababeka berkolaborasi melakukan penanaman pohon trembesi.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Tim Swab Pemkot Bogor Ditolak Keluarga Rizieq, Bima Arya Marah

Sebelumnya, Rizieq melakukan test swab PCR secara mandiri tanpa sepengetahuan Pemkot Bogor.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Kasus Kampung Kurma Grup, Polri: Datanya Amburadul

Penyidik memerlukan waktu untuk mengklarifikasi sejumlah transaksi yang tidak tercatat baik oleh perusahaan.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS