Penyidikan Kerumunan Akad Nikah Putri Rizieq Syihab, Polisi Periksa Saksi
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Penyidikan Kerumunan Akad Nikah Putri Rizieq Syihab, Polisi Periksa Saksi

Minggu, 29 November 2020 | 17:01 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Perkara tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan dalam kegiatan akad nikah putri pendiri FPI Muhammad Rizieq Syihab, memasuki babak baru. Setelah menaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan, penyidik akan memanggil dan memeriksa saksi-saksi, Senin (30/11/2020).

"Besok mulai pemeriksaan saksi-saksi. Sudah ada (pemanggilan)," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat, kepada Beritasatu.com, Minggu (29/11/2020).

Menyoal siapa saja yang dipanggil, Tubagus tidak merincinya karena lupa nama-namanya. Namun, dia memastikan agenda pemeriksaan sudah dijadwalkan dan surat pemanggilan sudah dilayangkan.

"Lupa saya namanya-namanya karena sudah terjadwalkan. Dan pangggilan untuk pemeriksaan Senin sudah dikirim dari kemarin, untuk pemeriksaan hari Selasa sudah dikirim juga hari ini. Tapi nama-namanya siapa lupa saya, nggak ingat, lagi di luar. Yang jelas sudah jalan," ungkapnya.

Tubagus menyampaikan, setelah pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti, penyidik akan kembali melakukan gelar perkara menentukan tersangkanya.

"Nanti setelah saksi-saksi diperiksa, alat buktinya cukup. Kalau gelar perkara kan bisa berapa kali, bisa sering. Gelar perkara kan mekanisme internal. Nanti gelar perkara meningkatkan itu, setelah pemeriksaan saksi dianggap cukup, alat bukti dianggap cukup, baru gelar perkara lagi yang resminya," katanya.

Sebelumnya, Tubagus menyampaikan, siapa saja yang terkait dengan perkara pelanggaran protokol kesehatan kerumunan akad nikah di Petamburan, akan dipanggil. Termasuk Rizieq Syihab selaku tuan rumah atau penyelenggara kegiatan.

"Iya semua, siapa saja. Kita tidak mengkhususkan satu, dua orang. Siapa saja yang terkait dalam pemenuhan alat bukti tersebut akan kita panggil dalam kapasitas ada dua, ada kapasitas sebagai saksi dan ada tersangka. Tapi untuk tersangka nanti kita lakukan gelar perkara setelah ada alat bukti," katanya.

Diketahui, penyidik tengah mengusut perkara tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan pada kegiatan akad nikah Irfan Alaydrus dengan Syarifah Najwa Syihab yang merupakan putri dari petinggi FPI Muhammad Rizieq Syihab, di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020).

Pada awal penyelidikan polisi setidaknya telah meminta keterangan 18 orang dalam proses klarifikasi. Di antaranya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin, Kabiro Hukum Pemprov DKI Jakarta Yayan Yuhana, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Erizon Safari, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dan jajaran pemerintah lainnya hingga tingkat RT/RW. Termasuk, ketua panitia penyelenggara dan pegawai tenda.

Seusai melakukan serangkaian penyelidikan, penyidik gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara dan menaikkan status dari penyelidikan ke tingkat penyidikan karena menemukan adanya unsur pidana sesuai yang diatur dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Pada Bab XIII UU Nomor 6 Tahun 2018 terkait ketentuan pidana, tepatnya pada Pasal 93 diatur mengenai sanksi pidana bagi orang yang tidak mematuhi atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Pasal 93 tersebut berbunyi, "Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)".



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Laporan RS Ummi, Polresta Bogor Akan Periksa Rizieq Syihab

Rizieq Syihab kemungkinan diperiksa untuk kepeluan penyidikan.

MEGAPOLITAN | 29 November 2020

Forum Alumni Depok Galang Dukungan untuk Pradi-Afifah

Menumbuhkan sikap toleran dan saling menghargai keragaman masyarakat di Depok

MEGAPOLITAN | 29 November 2020

Langgar Batas Operasional, Aparat Tutup Kafe dan Restoran di Jakarta Selatan

Ada 19 restoran dan kafe ditutup karena melanggar batas waktu buka.

MEGAPOLITAN | 29 November 2020

Kronologi Rizieq Keluar Diam-diam Versi Satpam RS Ummi

Pilihan keluar tidak lewat pintu depan guna menghindari media.

MEGAPOLITAN | 29 November 2020

Kota Bogor Aktifkan UKS untuk Dukung Pembelajaran Tatap Muka

Ruangan khusus juga akan disiapkan untuk siswa yang menunjukkan gejala kurang sehat selama mengikuti kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

MEGAPOLITAN | 29 November 2020

Tinggalkan RS Ummi, Rizieq Bawa Hasil Swab Tanpa Diserahkan ke Satgas

Hingga saat ini Satgas Kota Bogor belum menerima hasil swab mandiri Rizieq.

MEGAPOLITAN | 29 November 2020

Upah Buruh Naik 3,27%, Gaji Anggota DPRD DKI Melonjak 34%

Kenaikan gaji anggota DPRD DKI Jakarta lebih dari 10 kali lipat kenaikan upah buruh.

MEGAPOLITAN | 29 November 2020

Rizieq Syihab Dikabarkan Meninggalkan RS Ummi secara Diam-diam

Polresta Bogor Kota membenarkan informasi tentant Rizieq yang meninggalkan RS Ummi dan masih menunggu keterangan pihak RS.

MEGAPOLITAN | 29 November 2020

BMKG: Jakarta Siang Ini Berawan, Malamnya Cerah

Pada malam hari, seluruh wilayah di Jakarta diperkirakan cerah berawan.

MEGAPOLITAN | 29 November 2020

DPRD DKI Tetapkan 28 Raperda di Propemperda 2021

Awalnya Propemperda DKI Jakarta 2021 yang diusulkan baik dari legislatif, eksekutif maupun perwakilan unsur, sangat banyak.

MEGAPOLITAN | 29 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS