Pandemi Covid-19, Lapas Paledang Berikan Asimilasi 158 Napi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Pandemi Covid-19, Lapas Paledang Berikan Asimilasi 158 Napi

Jumat, 4 Desember 2020 | 17:15 WIB
Oleh : Vento Saudale / CAH

Bogor, Beritasatu.com - Guna mencegah penularan dan menanggulangi penyebaran Covid-19, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Paledang, Kota Bogor, membuat sejumlah kebijakan dan gerakan. Salah satunya pengeluaran narapidana dan anak atau program asimilasi.

Terhitung sejak awal pandemi hingga November 2020, Lapas Paledang yang berlokasi di Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah itu sudah melakukan pemberian asimilasi di rumah sebanyak 158 orang.

"Dengan adanya pengeluaran narapidana dan anak yang ada di dalam lapas dan rutan di seluruh Indonesia khususnya di Lapas Paledang, diharapkan dapat mencegah dan menanggulangi penyebaran virus corona," ungkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor, Teguh Wibowo, Jumat (4/12/2020).

Teguh menuturkan, kebijakan tersebut juga didasari Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2020, Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No.M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020, dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-497.PK.01.04.04 Tahun 2020.

Pembebasan dilakukan dengan menimbang rawannya penyebaran covid-19 di dalam lapas/rutan/LPKA di Indonesia yang notabene mengalami kelebihan penghuni (over kapasitas).

Untuk diketahui, kondisi Lapas Paledang sendiri saat ini mengalami kelebihan kapasitas. Jumlah penghuninya dua kali lipat dari kapasitas daya tampung yang ada. Semestinya Lapas Paledang dihuni 394 orang, tapi saat ini jumlah penghuninya sebanyak 737 orang.

Hal ini juga, lanjut Teguh, merupakan rekomendasi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam menyampaikan 18 rekomendasi kebijakan Presiden RI terkait perspektif HAM atas tata kelola penanggulangan covid-19 di Indonesia.

Di butir keenam menyebutkan, Komnas HAM RI merekomendasikan pemerintah untuk segera membuat kebijakan mendesak untuk merespons agar kerumunan di lapas dan rutan tidak terjadi penyebaran wabah covid-19 yang mengancam hak atas kesehatan penghuni.

Diantaranya pemberian amnesti atau pembebasan narapidana yang dijatuhi pidana maksimal 5 (lima) tahun penjara dan sudah menjalani 2/3 masa tahanan, berkelakuan baik, dan penghuni rutan yang sedang menunggu putusan pengadilan dapat dialihkan menjadi tahanan rumah dengan pengawasan.

"Jadi program dan kebijakan hal tersebut, semata-mata untuk alasan kemanusiaan dimana kondisi lapas dan rutan yang sudah semakin penuh dan melebihi dari kapasitas hunian yang ada,"jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, sejumlah narapidana dan anak tersebut diberikan hak bebas melalui mekanisme asimilasi di rumah dan integrasi yakni pembebasan bersyarat (PB), cuti menjelang bebas (CMB), dan cuti bersyarat (CB).

Mereka yang mendapatkan program tersebut yakni mereka yang berkelakuan baik selama menjalani masa pidana di dalam lapas. Kemudian telah menjalani setengah masa pidana dan dua pertiga masa pidana sampai dengan 31 Desember 2020. Selain itu, mereka bukan WNA dan tidak menjalani pidana denda (subsider).

"Dan bukan pidana yang masuk dalam PP 99 tahun 2012 pidana kasus narkotika dengan ancaman lebih 5 tahun, terorisme, korupsi, kejahatan transnasional dan kejahatan terhadap keamanan negara, serta kejahatan HAM berat,"terangnya.

Untuk teknis pengeluaran narapidana dan anak itu, Teguh mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Kejaksaan negeri Bogor, Kepolisian Resor Kota Bogor, dan Balai Pemasyarakatan Kelas II Bogor.

Langkah Pencegahan

Selain pemberian asimilasi di rumah, Lapas Paledang juga telah melakukan beberapa langkah-langkah dalam pencegahan penyebaran covid-19.

Pertama, jadwal kunjungan bagi narapidana dan tahanan dihentikan. Dalam hal ini, kunjungan dilakukan melalui teleconference. Sehingga keluarga dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan keluarga masih tetap dapat berkomunikasi dengan baik.

Kedua, menghentikan penerimaan tahanan dari kepolisian dan kejaksaan. Sesuai dengan kesepakatan antara Menteri Hukum dan HAM, Kepala Kepolisian RI, dan Jaksa Agung. Tahanan yang akan dilimpahkan ke dalam lapas, saat ini tidak dapat dilimpahkan jadi tetap berada di tahanan kepolisian.

Kemudian ketiga, melakukan persidangan online. Persidangan dilakukan menggunakan teleconference dengan bekerjasama PN Bogor, PN Cibinong, Kejari Bogor, dan Kejari Cibinong.

Keempat, melakukan penyemprotan desinfektan. Lapas Kelas IIA Bogor telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor dan PMI Kota Bogor untuk melakukan penyemprotan desinfektan. Selain itu juga melakukan penyemprotan secara mandiri.

Berikutnya, pembuatan bilik sterilisasi. Bilik sterilisasi ini bertujuan setiap orang yang akan masuk ke dalam, sebelumnya melewati bilik tersebut, sehingga dapat mencegah penyebaran virus. Dan dilakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan alat thermal scanner.

Keenam, pihak lapas juga menghentikan sementara kegiatan pembinaan yang melibatkan pihak luar. Baik kegiatan pembinaan kemandirian dan kepribadian. Saat ini pembinaan dilakukan secara mandiri dari pihak lapas.

Ketujuh, menyediakan cairan antiseptik dan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan informasi petunjuk cuci tangan yang benar pada tempat-tempat strategis. Baik di lingkungan kantor dan blok hunian.

Kemudian, kedelapan, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga binaan pemasyarakatan tentang pencegahan penyebaran covid-19 dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Upaya lainnya atau kesembilan yakni melakukan pemeriksaan rapid tes dan swab tes kepada seluruh petugas dan warga binaan pemasyarakatan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemanggilan Rizieq, Polisi Akan Tindak Tegas Massa yang Datang

Polisi mengimbau agar Rizieq datang cukup bersama pengacaranya saja, jangan membawa massa.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Polda Metro Bakal Tindak Tegas Ormas Berperilaku Preman

Kapolda Metro Jaya mengajak ormas berkomitmen membangun Jakarta yang sehat dan aman.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Polisi Bekuk Mafia Tanah Gelapkan Sertifikat Rp 6 Miliar

Dari 8 tersangka itu, satu orang sedang sakit karena menderita stroke dan satu orang berada di dalam Lapas Cipinang akibat kasus penipuan tanah yang berbeda.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Kisah Tarjuki Terbantu dengan Program BPUM di Tengah Pandemi Covid-19

Program ini adalah bantuan pemerintah dalam bentuk uang yang diberikan kepada pelaku usaha mikro yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Polisi Akan Buru Pelaku Azan Ajak Jihad hingga ke Lubang Tikus

Penyidik akan melacak serta memburu pelaku sampai ke lubang tikus.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Rapat Banggar Sepakati APBD DKI 2021 Rp 84,19 Triliun

Besaran tersebut disepakati setelah Banggar DPRD bersama TAPD menetapkan sejumlah pagu.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

DPRD DKI Klaim Kenaikan Anggaran untuk Penguatan Kinerja

DPRD beralasan kenaikan anggaran untuk sosialisasi kepada masyarakat.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Relief Bandara di Kemayoran Jadi Jejak Sejarah Penerbangan Indonesia

Kemayoran merupakan bagian sejarah penting yakni bandara internasional pertama di Indonesia.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Senin, RAPBD DKI 2021 Disahkan

Setelah rapat banggar, langsung ditutup dengan rapat pimpinan gabungan (rapimgab) untuk melakukan penelitian akhir terhadap RAPBD 2021 yang sudah dibahas.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Wali Kota Tangerang Ajak Peran Serta Masyarakat Siaga Hadapi Bencana

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menggelar Apel Siaga bencana yang digelar di Lapangan Elektrik Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (3/12/2020).

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS