Kasasi Pembantai Satu Keluarga di Bekasi Ditolak, Ari Hadapi Hukuman Mati
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

Kasasi Pembantai Satu Keluarga di Bekasi Ditolak, Ari Hadapi Hukuman Mati

Jumat, 4 Desember 2020 | 18:10 WIB
Oleh : mikael / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan upaya hukum kasasi terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari. Dengan begitu, putusan ini telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bekasi maupun upaya banding di Pengadilan Tinggi Bandung.

“Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi/terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari,” demikian kutipan putusan kasasi melalui website MA, Jumat (4/12/2020).

Putusan MA Nomor 1340 K/Pid/2019 diketuai majelis Burhan Dahlan dan anggota Dudu DM dan Hidayat Manao serta panitera pengganti Pranata Subhan.

Berdasarkan fakta-fakta yang relevan secara yuridis terbukti bahwa perbuatan terdakwa menghilangkan nyawa empat korbannya, tidak dilakukan secara spontan dan seketika melainkan ada jarak waktu yang cukup bagi terdakwa untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Majelis kasasi menyatakan, terdakwa Harris terbukti melakukan pembunuhan secara berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP.

Fakta relevan yang secara yuridis terbukti antara lain adalah pada hari pembunuhan pukul 23.30 WIB, tidak seketika itu juga terdakwa membunuh korban. Ada jedah waktu sekitar 15 menit, setelah terdakwa mempertimbangkan untuk mengambil linggis pukul 23.45 WIB.

Terdakwa mengambil linggis dan memukulkan kepala korban pertama, Daperum Nainggolan. Lalu memukulkan ke korban berikutnya, Maya Ambarita. Kemudian, terdakwa kembali memukulkan linggis kepada kedua korbannya, masing-masing sekali. Selanjutnya, terdakwa menyekap dan mencekik kedua anak korban yang mati lemas.

“Berdasarkan hal-hal tersebut, terang dan jelas terdapat waktu yang cukup bagi terdakwa untuk mempertimbangkan atas perbuatan yang akan dilakukan itu,” kata majelis kasasi.

Kasus pembunuhan sadis ini bermula, saat terdakwa membunuh satu keluarga bernama Daperum Nainggolan dan istrinya, Maya Ambarita serta kedua anaknya, Sarah dan Arya, September 2018 lalu.

Kasus ini disidangkan di PN Bekasi dan pada 31 Juli 2019, ketua majelis hakim PN Bekasi, Djuyamto, menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Harris sesuai dakwaan primair kesatu yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Harris mengajukan upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi Bandung pada 19 Agustus 2019 hingga upaya kasasi ke MA. Namun upaya hukum tersebut ditolak majelis hakim.

Menanggapi penolakan kasasi di MA, kuasa hukum terdakwa Harris, Alam Simamora, menyatakan akan menempuh upaya hukum luar biasa yakni dengan peninjauan kembali (PK).

“Kami pasti akan upaya hukum PK karena aturannya demikian,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pilkada Depok, M Idris Akan Ikuti Debat Secara Virtual

Sejak dinyatakan negatif Covid-19 pada Rabu (2/12/2020), Mohammad Idris sudah sehat dan tak ada gejala apapun.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Pradi-Afifah Siapkan Strategi Pengembangan Ekonomi Kota Depok

Pelatihan yang diusulkan dalam program pasangan nomor satu ini berfokus pada pelatihan keterampilan, khususnya generasi milenial Kota Depok.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Kasus Kerumunan Rizieq, Empat Pejabat DKI Jakarta Penuhi Panggilan Polisi

Keempat saksi yang dipanggil yakni Plt Kadis Parekraf DKI Jakarta, Kasudinhub, Kalabkesda, BPBD DKI pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Pandemi Covid-19, Lapas Paledang Berikan Asimilasi 158 Napi

Asimilasi tersebut sebagai salah satu program Lapas Paledang dalam upaya penanggulangan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Pemanggilan Rizieq, Polisi Akan Tindak Tegas Massa yang Datang

Polisi mengimbau agar Rizieq datang cukup bersama pengacaranya saja, jangan membawa massa.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Polda Metro Bakal Tindak Tegas Ormas Berperilaku Preman

Kapolda Metro Jaya mengajak ormas berkomitmen membangun Jakarta yang sehat dan aman.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Polisi Bekuk Mafia Tanah Gelapkan Sertifikat Rp 6 Miliar

Dari 8 tersangka itu, satu orang sedang sakit karena menderita stroke dan satu orang berada di dalam Lapas Cipinang akibat kasus penipuan tanah yang berbeda.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Kisah Tarjuki Terbantu dengan Program BPUM di Tengah Pandemi Covid-19

Program ini adalah bantuan pemerintah dalam bentuk uang yang diberikan kepada pelaku usaha mikro yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Polisi Akan Buru Pelaku Azan Ajak Jihad hingga ke Lubang Tikus

Penyidik akan melacak serta memburu pelaku sampai ke lubang tikus.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

Rapat Banggar Sepakati APBD DKI 2021 Rp 84,19 Triliun

Besaran tersebut disepakati setelah Banggar DPRD bersama TAPD menetapkan sejumlah pagu.

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS