Tindak Tegas Ormas Menempatkan Diri di Atas Negara, Kapolda: Enggak Ada Gigi Mundur
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tindak Tegas Ormas Menempatkan Diri di Atas Negara, Kapolda: Enggak Ada Gigi Mundur

Jumat, 11 Desember 2020 | 11:24 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran mengatakan, akan menindak tegas organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan tindak pidana, menempatkan diri di atas negara, dan dapat merobek kebinekaan.

Ada satu kelompok atau ormas yang menempatkan dirinya di atas negara, apalagi ormas tersebut melakukan tindak pidana. Apa tindak pidananya? Melakukan hate speech, melakukan penghasutan, menyemburkan ujaran kebencian, menebarkan berita bohong, itu berlangsung berulang-ulang dan bertahun-tahun.

Di samping ini merupakan tindak pidana, ini juga dapat merusak rasa nyaman masyarakat, dapat merobek-robek kebinekaan, karena menggunakan identitas sosial apakah suku atau agama, nggak boleh. Negara ini dibangun dari kebinekaan.

"Jadi saya harus melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap model seperti ini. Enggak ada gigi mundur. Karena kalau mau Jakarta aman yang model begini harus kita selesaikan," ujar Fadil, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/12/2020).

Dikatakan Fadil, jadi kalau Polda Metro Jaya melakukan penangkapan, memproses hukum kelompok atau siapa pun, itu karena negara ini butuh keteraturan sosial atau social order.

"Kita butuh ketertiban sosial. Adalah tugas Kapolda untuk menjamin yang namanya ketertiban dan keteraturan sosial tersebut, social order. Supaya masyarakat bukan hanya merasa aman, tapi dia juga merasa nyaman," ungkapnya.

Selanjutnya, juga supaya iklim investasi bisa hidup. "Economic development need law and order, jadi pembangunan ekonomi ini butuh kepastian hukum dan butuh keteraturan, butuh ketertiban, supaya investasi bisa datang. Jadi hukum harus ditegakkan," tegas Fadil.

Menurut Fadil, sudah lama masyarakat minta agar ormas seperti itu dihilangkan. Dia menganalogikan, di lingkungan RW atau kampung ada preman, kemudian mengedarkan narkoba, sewenang-wenang dengan masyarakat. Di satu sisi, polisinya tidak berdaya. Masyarakat jadi takut, resah, tidak berani melawan, karena preman itu merasa dirinya di atas warga dan di atas hukum yang berlaku.

"Bagaimana perasaan Anda kira-kira? Pastikan mau teriak, pasti takut, nanti datang kita dianiaya, takut nanti datang kita dikeroyok, takut nanti datang keluarga kita diganggu, diancam. Tiba-tiba ada sosok satu orang namanya Gajah Mada datang, kemudian berantem sama ini preman, preman ini terbunuh, kira-kira masyarakat ini senang nggak? Pasti senang, terbebas dari narkoba, terbebas dari premanisme, terbebas dari caci maki, hatespeach yang dilakukan oleh preman kampung ini. Nah, preman ini sudah lama dia menganiaya, mengancam warga di situ, dari semenjak tahun 1998 misalnya preman itu ada di kampung itu, sampai sekarang 2020. Coba, bagaimana perasaannya sebagai warga Jakarta, terus kita biarkan, enggak ada," jelas Fadil.

Fadil menegaskan, selaku Kapolda Metro Jaya dirinya memiliki tanggung jawab menciptakan keamanan dan ketertiban di Ibu Kota Jakarta. "Jangan sampai nanti masyarakat kesal sama saya. Ini bagaimana sih Kapolda kok diam-diam saja. Ada preman, ada yang tiap hari mengancam, memfitnah, menyebarkan rasa permusuhan didiamkan," katanya.

Sementara itu, Fadil mengungkapkan, kenapa kerumunan di tengah pandemi Covid-19 harus ditegakkan hukumnya? Dia memberikan analogi kembali ada peristiwa perampokan disertai pemerkosaan sehingga menyebabkan terbunuhnya satu keluarga. Reaksi sosial masyarakat terhadap kasus itu pasti luar biasa, kasihan, sadis, dan raja tega. Berita itu pun akan tersiar di media secara kontinu.

"Tapi coba bandingkan reaksi sosial terhadap misalnya terjadi banjir bandang yang menyebabkan satu kampung meninggal dunia, yang meninggal 100 orang misalnya. Yang ini misalnya perampokan lima orang. Pandangannya adalah, oh ini bencana alam. Padahal ujungnya sama, sama-sama orang mati. Di sini (perampokan) yang mati lima, di sini (bencana) korban 100, di sini ada kerusakan lingkungan, ekosistem rusak," katanya.

Fadil mengatakan, sama dengan kerumunan, sampai saat ini yang meninggal dunia karena Covid-19 di Jakarta mencapai 2.883 dengan mortality rate-nya di kisaran 1,3%.

"Setiap hari di Jakarta berarti ada yang meninggal dunia sebanyak tiga atau empat orang bahkan lebih. Apa yang terjadi saudara-saudara, perasaan kita merasa biasa-biasa saja, padahal ini mati, 2.800 orang meninggal. Coba ada kasus 365 (Pasal 365 KUHP pencurian dengan kekerasan). Jadi tolong ini mindset kita harus kita rubah. Kalau kita terus membiarkan terjadinya kerumunan, itu namanya kata Mendagri ini, membiarkan kita saling membunuh. Jadi mengapa pelaku pelanggaran terhadap undang-undang yang menyangkut protokol kesehatan itu kita harus tindak tegas, ya itu. Karena risikonya, bahayanya begitu besar," ucapnya.

Fadil menegaskan, jadi siapapun yang melakukan kegiatan menyebabkan kerumunan sehingga kemudian terjadi penularan yang dapat menyebabkan korban baik keselamatn jiwa dan kerugian fisik akan ditindak.

"Mungkin teman-teman merasakan, sudah ada saudaranya, teman dekatnya, teman SMA-nya yang meninggal dunia karena Covid. Saya barusan saja semalam, saya punya kiai di Jawa Timur, meninggal dunia karena Covid. Jadi Covid ini sudah dekat, sudah ada di lingkungan kita, ada namanya klaster keluarga, dan ada namanya klaster perkantoran. Hati-hati makanya. Mengapa kita harus perang melawan kerumunan, mengapa kita harus perang melawan yang namanya pelaku-pelaku hatespeach, ya Jakarta ini harus aman, Jakarta ini harus sehat, itu saya punya visi," terangnya.

Fadil menuturkan, Jakarta harus aman dan sehat, sehingga pertumbuhan ekonomi berjalan. "Kalau Jakarta aman, Jakarta sehat, insya Allah Indonesia kuat. Polda Metro Jaya murni melakukan penegakkan hukum, siapa pun yang melakukan tindak pidana-tindak pidana, yang mengganggu social order ini pasti kami tindak," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Strategi Beli Apartemen Akhir Tahun di Masa Pandemi Lebih Menguntungkan

Selama pandemi Covid-19 ada kencenderungan harga apartemen mengalami stagnan, sehingga besar peluang untuk mendapatkan harga yang relatif lebih terjangkau.

MEGAPOLITAN | 11 Desember 2020

Puncak Arus Mudik Natal dan Tahun Baru di Bandara Soetta pada 23-24 Desember

Dikatakan, selain 23-24 Desember, puncak arus mudik juga akan terjadi pada 30-31 Januari 2020, kemudian puncak arus balik pada 3 Januari 2021.

MEGAPOLITAN | 10 Desember 2020

Ini Tiga Calon Sekda DKI yang Diajukan ke Presiden

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan tiga nama aparatur sipil negara (ASN) sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta pengganti Saefullah.

MEGAPOLITAN | 10 Desember 2020

Polisi Tangkap Komplotan Bandit Spesialis Pecah Kaca di Rest Area

Polisi berhasil membekuk lima bandit yang kerap melakukan aksi kejahatan pecah kaca mobil dan menggasak barang berharga di dalamnya.

MEGAPOLITAN | 10 Desember 2020

Kawasan Warung Jambu Bogor Segera Ditata

Nantinya, dalam proses pembangunan JPO, akan dilakukan relokasi PKL.

MEGAPOLITAN | 10 Desember 2020

DKI Akan Alokasikan Rp 8,3 Miliar Perkuat Tim Gugus Tugas Covid-19 Tingkat RT/RW

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan, anggaran ini akan diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) pada APBD Tahun 2021.

MEGAPOLITAN | 10 Desember 2020

Tingkat Partisipasi Pemilih Pilkada Depok 2020 di Atas 60%

Sebelumnya, KPU Kota Depok menargetkan tingkat partisipasi Pilkada Depok sebesar 77,5%.

MEGAPOLITAN | 10 Desember 2020

Kota Bogor Hadirkan Wahana Air Danau Aquagame

Sebuah wisata baru akan dikembangkan di Kawasan Bogor Haritage Ecopark, yang berlokasi di bagian Timur, Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 9 Desember 2020

Ini Motif Pelaku Membunuh dan Memutilasi Korban di Bekasi

Pelaku melakukan pembunuhan karena sering dipaksa melakukan hubungan sesama jenis.

MEGAPOLITAN | 10 Desember 2020

Pemprov DKI Terus Masifkan Kampanye Gerakan Pakai Masker

Gerakan ini lebih menekankan pada kegiatan pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya disiplin dalam penggunaan masker.

MEGAPOLITAN | 10 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS