Kemhub Terus Sosialisasikan Keselamatan Berkendara
Logo BeritaSatu

Kemhub Terus Sosialisasikan Keselamatan Berkendara

Minggu, 20 Desember 2020 | 07:44 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) terus mensosialisasikan keselamatan berkendara dan penerapan protokol kesehatan saat berkendara di masa adaptasi kebiasaan baru.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi menjelaskan, hal ini sesuai dengan arahan Menhub Budi Karya Sumadi. Penerapan keselamatan berkendara dan protokol kesehatan bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas serta mencegah penularan virus corona.

“Kesehatan dan keselamatan adalah hal utama, maka berkendaralah sesuai dengan aturan dan jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan,” kata Dirjen Hubdat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/12/2020).

Dirjen Budi mengatakan, berdasarkan data Korlantas Polri, setiap 1 jam, ada 1 atau 2 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

"Dari total kecelakaan yang terjadi pada tahun 2019 sebanyak 116.411 kecelakaan di mana 73.1% kasusnya melibatkan sepeda motor. Presentase ini tentunya sangat tinggi sekali jika dibandingkan dengan kecelakaan yang melibatkan moda transportasi lain, yaitu mobil sebesar 14%, bus 1.1%, truk 7.2%, sepeda 1.8%, dan lain-lain 2.9%,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ada empat faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Faktor yang paling mendominasi adalah faktor manusia karena masih banyak masyarakat yang kurang terampil, tidak fokus, dan lengah saat berkendara. Faktor lainnya adalah faktor kendaraan yang digunakan tidak laik jalan, faktor jalanan yang licin atau pun berlubang. Begitu pula dengan faktor lingkungan seperti adanya tikungan maupun bencana alam.

Dirjen Budi juga mengapresiasi pemakaian perisai oleh pengendara ojek online guna menghalangi droplets pengemudi kepada penumpang.

“Saya sangat mengapresiasi dan berharap hal ini bisa ditiru juga oleh masyarakat lainnya agar dapat menekan angka penularan Covid-19,” kata Budi.

Lebih lanjut, Budi menegaskan tanggung jawab untuk mengurangi angka kecelakaan bukan hanya harus dilakukan pemerintah, tapi juga oleh masyarakat dan pelaku usaha.

“Semua harus bekerja sama untuk menciptakan atmosfer yang baik dalam berlalu lintas. Pemerintah menyiapkan regulasi, produsen membuat kendaraan yang sesuai dengan aturan, masyarakat berkendara dengan kendaraan yang laik pakai dan mematuhi peraturan dalam berlalu lintas,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Sutarya. Ia berharap masyarakat bisa mengerti betapa pentingnya peran mereka dalam menekan angka kecelakaan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Perlengkapan berkendara pun bukan hanya helm saja, kita harus menggunakan jaket berwarna terang, sarung tangan, sepatu, dan body protector. Tak lupa juga, masker yang wajib digunakan untuk melindungi kita dari debu di jalan dan virus yang berbahaya," kata Sutarya.

"Dengan ini, saya berharap dapat terus mendukung hal yang dicita-citakan pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia," tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Isi Ingub DKI soal Pencegahan Covid-19 di Masa Libur Akhir Tahun

Protokol kesehatan pada area publik dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan orang maksimal 5 orang.

MEGAPOLITAN | 20 Desember 2020

Senin, RS Swasta di Depok Sesuaikan Harga Rapid Test Antigen

Menurut Syahrul, lebih dari setengah rumah sakit swasta di Depok telah melayani rapid test antigen.

MEGAPOLITAN | 19 Desember 2020

RSUI Siapkan Penyesuaian Harga Rapid Test Antigen

Biaya pemeriksaan rapid test antigen RSUI akan disesuaikan dengan ketentuan Kementerian Kesehatan.

MEGAPOLITAN | 19 Desember 2020

Wagub DKI Ungkap Alasan Angka Kasus Covid-19 Tinggi di Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan alasan mengapa DKI Jakarta selalu menjadi provinsi dengan kasus Covid-19 terbanyak.

MEGAPOLITAN | 19 Desember 2020

Mal dan Restoran di Jakarta tetap Buka sampai Pukul 21.00 WIB

Perkantoran/tempat kerja menerapkan batasan jam operasional paling lama pukul 19.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 19 Desember 2020

Perda DKI soal Denda Penolak Vaksinasi Covid-19 Digugat ke MA, Ini Kata Wagub

Langkah tersebut akan menjadi perhatian dan pertimbangan Pemprov DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 19 Desember 2020

Divonis Bebas, Eks Juru Ukur BPN Siap Hadapi Kasasi Jaksa

Jaksa Penuntut Umum memastikan melakukan upaya Kasasi terhadap putusan vonis bebas terhadap Paryoto, mantan juru ukur tanah BPN.

MEGAPOLITAN | 19 Desember 2020

Lemkapi: Masyarakat Apresiasi Tindakan Tegas Polda Metro Bubarkan Aksi 1812

Masyarakat mendukung sepenuhnya tindakan tegas Polda Metro Jaya menindak tegas aksi demo yang menimbulkan kerumunan karena berpotensi penyebaran Covid-19.

MEGAPOLITAN | 19 Desember 2020

Pemprov DKI Dinilai Gagal Tekan Penambahan Kasus Positif Covid-19

Jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta pada Sabtu (19/12/1010) hari ini merupakan yang tertinggi sejak virus corona merebak di Jakarta Maret 2020 lalu.

MEGAPOLITAN | 19 Desember 2020

DKI Raih Penghargaan IGA 2020, Wagub: Inovasi Jadi Keharusan

"Dengan adanya globalisasi dan perubahan revolusi di bidang informasi teknologi, inovasi menjadi sebuah keharusan," kata Ahmad Riza Patria.

MEGAPOLITAN | 19 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS