Logo BeritaSatu

DKI Raih Penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan 2020 Terbaik, Ini Kata Anies

Kamis, 24 Desember 2020 | 14:40 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Prestasi demi prestasi terus ditorehkan jelang pergantian tahun. Kali ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih Penghargaan Terbaik Nasional Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Tahun 2020 dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Posisi tersebut dapat diraih berkat menyabet penghargaan pada 3 (tiga) kategori sekaligus, yaitu IPK Terbaik Peringkat Pertama berdasarkan Urusan Ketenagakerjaan Sedang dengan indeks 78,29; IPK Terbaik pada indikator Utama Kesempatan Kerja, dan IPK Terbaik pada indikator Utama Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

“Kami bersyukur. Alhamdulillah, Pemprov DKI Jakarta tahun ini diberikan penghargaan sebagai provinsi dengan IPK terbaik nasional tahun 2020. Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolosal. Teman-teman yang bekerja ratusan, bahkan ribuan orang berada di belakang layar dalam menyejahterakan pekerja, melakukan pemerataan kesempatan kerja, menyediakan perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya,” ujar Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam keterangannya, Kamis (24/12/2020).

Anies menyebut, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menuntaskan amanat kemerdekaan, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut dicerminkan dalam kebijakan yang menghadirkan kesetaraan, bukan dengan cara mengecilkan yang besar, tetapi dengan membesarkan yang kecil.

“Kita ingin kesejahteraan itu dirasakan oleh semua, tumbuh bersama-sama, ada kesetaraan. Itulah pertumbuhan yang berkualitas. Dan kami selalu mendorong untuk mengedepankan kolaborasi dalam program-program di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta berperan untuk mempertemukan antara kebutuhan pencari tenaga kerja dengan sumber daya yang ada dari pihak swasta, sehingga terjalin kolaborasi yang baik antar ketiga pihak; pencari kerja, perusahaan, dan pemerintah,” terangnya.

Pemprov DKI Jakarta memiliki program Kartu Pekerja agar pekerja bisa mengakses kebutuhan pangan secara terjangkau, kebutuhan pangan yang murah, serta mendapatkan kesempatan menggunakan kendaraan umum secara gratis.

“Sehingga, pengeluaran menjadi lebih kecil. Dengan begitu, maka ada ruang untuk menabung. Jadi, kita bukan hanya berbicara aspek penerimaan, tapi kita melakukan subsidi di dalam aspek pengeluaran dari para pekerja,” imbuhnya.

Selain itu, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan inovasi Jakpreneur yang bukan hanya melatih para pengusaha, tetapi juga memberikan akses permodalan sesuai dengan kapasitas dan rencana usahanya.

Dengan begitu, usaha ultra mikro dapat naik kelas menjadi usaha mikro. “Yang mikro bisa menjadi kecil, yang kecil bisa menjadi menengah, dan insyaallah nanti yang menengah pun bisa menjadi usaha besar,” tandas dia.

Di tengah pandemi ini, Pemprov DKI Jakarta juga meluncurkan program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) di bidang UMKM, yang mempertemukan berbagai pihak untuk membantu menyumbangkan secara suka rela, baik jasa pengajaran, pelatihan, barang kebutuhan usaha, modal untuk masyarakat membuka usaha mandiri.

“Kita berharap dengan adanya program ini, semakin banyak masyarakat Jakarta yang dapat mandiri memiliki usaha, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang jauh lebih luas. Karena pada akhirnya sistem ketenagakerjaan yang tangguh, yang berkesinambungan adalah agenda kita semua. Mari kita terus saling berkolaborasi untuk mewujudkan kondisi masyarakat yang lebih sejahtera, perasaan keadilan yang hadir, itu benar-benar menjadi kenyataan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil yang dicapai pada tahun ini mengalami peningkatan. Pada tahun 2019 Provinsi DKI Jakarta hanya menempati peringkat kedua pada kategori Urusan Ketenagakerjaan Sedang. Adapun indikator ketenagakerjaan yang mengalami peningkatan di DKI Jakarta terjadi pada indikator sebagai berikut:

1. Penduduk dan Tenaga Kerja;

2. Kesempatan Kerja;

3. Pelatihan dan Kompetensi Kerja;

4. Produktivitas Tenaga Kerja;

5. Hubungan Industrial;

6. Kondisi Lingkungan Kerja; dan

7. Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, menyampaikan, salah satu hal yang mendorong kenaikan IPK adalah meningkatnya kesadaran pemerintah daerah akan pentingnya perencanaan ketenagakerjaan dan pengembangan unit-unit pelatihan kerja berbasis komunitas. Penguatan kelembagaan juga membuat indikator Hubungan Industrial dan Kondisi Lingkungan Kerja mengalami peningkatan.

Demikian pula Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan juga masih cukup efektif dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja di perusahaan, sehingga pekerja dan pengusaha/pemberi kerja menyadari pentingnya jaminan sosial. Peningkatan beberapa indikator tersebut pada akhirnya akan bermuara terhadap meningkatnya produktivitas.

“Secara Nasional IPK tahun 2020 mengalami kenaikan, IPK tertinggi diraih oleh Provinsi DKI Jakarta dengan Indeks sebesar 78,29. Peringkat Kedua diraih oleh Provinsi Kalimantan Timur dengan Indeks sebesar 77,21, sedangkan Peringkat Ketiga diraih oleh Provinsi Bali dengan Indeks sebesar 75,38. Pemerintah Daerah sudah menyadari (aware) dengan pembangunan ketenagakerjaan sebagai salah satu instrumen pencapaian tujuan SDGs,” ujar Ida Fauziyah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Putin Prediksi Rusia Capai Rekor Panen 150 Juta Ton Gandum

Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia mengharapkan panen gandum rekor tertinggi pada 2022.

NEWS | 29 September 2022

Iriana Jokowi Dijadwalkan Menanam Pohon di Pulau Rinca

Iriana Jokowi melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/9/2022), dengan menanam pohon di Pulau Rinca.

NEWS | 29 September 2022

Malaysia Akan Cabut Aturan Wajib Masker di Penerbangan

Malaysia akan mencabut aturan wajib masker di dalam penerbangan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Satgas Covid-19: Kebijakan Wajib Masker Masih Berlaku

Satgas Covid-19 menyatakan, pemerintah belum berencana mencabut kebijakan wajib masker seperti yang dilakukan negara lain.

NEWS | 29 September 2022

Tiongkok Tolak Keras Perbandingan Ukraina dengan Taiwan

Tiongkok bereaksi terhadap perbandingan antara Ukraina dengan Taiwan. Hal itu ditegaskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin.

NEWS | 29 September 2022

Kebanjiran Pengungsi Rusia, Latvia Nyatakan Negara Darurat

Latvia mengumumkan keadaan darurat di dekat perbatasannya dengan Rusia pada Rabu (28/9/2022) setelah kebanjiran pengungsi Rusia.

NEWS | 29 September 2022

TNI AU Selidiki Penemuan Granat Asap dan Peluru di Bekasi

TNI AU masih mendalami penemuan granat asap dan peluru yang ditemukan di sebuah rumah, di Pondokgede, Kota Bekasi, Selasa, 27 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan

BMKG DKI Jakarta menerangkan, potensi hujan disertai petir terjadi di wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore hingga menjelang malam hari.

NEWS | 29 September 2022

Pabrik Keramik di Bekasi Diberi Waktu Perbaiki Pengolahan Limbah

Pabrik keramik PT Sarana Griya Lestari Keramik diberi batas waktu untuk memperbaiki manajemen pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 

NEWS | 29 September 2022

Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap Polri Serahkan Sambo Cs ke Jaksa

Ferdy Sambo dan 11 tersangka lain kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan obstruction of justice segera diserahkan ke jaksa.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Putin Prediksi Rusia Capai Rekor Panen 150 Juta Ton Gandum

Putin Prediksi Rusia Capai Rekor Panen 150 Juta Ton Gandum

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings