APPBI: Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Perlu Diperketat
Logo BeritaSatu

APPBI: Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Perlu Diperketat

Selasa, 29 Desember 2020 | 13:02 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai, rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menarik rem darurat dengan pengetatan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak akan efektif, jika penegakan hukum atas protokol kesehatan tidak diperketat.

Menurut Alphonzus, yang terjadi sekarang sebenarnya adalah lemahnya penegakan hukum protokol kesehatan yang berdampak pada lonjakan kasus Covid-19.

“Pembatasan-pembatasan dalam bentuk apa pun akan menjadi percuma atau sia-sia, akan menjadi tidak efektif kalau tidak disertai dengan penegakan. Ini yang terjadi, penegakan terhadap pemberlakuan protokol kesehatan sangat lemah,” ujar Alphonzus saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (28/12/2020).

Karena itu, kata Alphonzus, yang perlu dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah memperkuat penegakan terhadap penerapan protokol kesehatan, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pelaku usaha. Pemprov DKI Jakarta, kata dia, harus memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat, disiplin dan konsisten.

“Konsistensi ini harus digarisbawahi karena di Indonesia ini, biasanya awal-awalnya saja yang ketat, lama-lama lalai, lama-lamai abai,” tandas dia.

Jika belajar dari PSBB ketat sebelumnya, kata dia, dampak ekonominya sangat terasa karena roda perekonomian langsung berhenti. Dampak lanjutanya pertumbuhan ekonomi juga menurun. Di pusat-pusat perbelanjaan, tutur dia, tingkat kunjungan tidak sampai 10 persen. Sementara, kasus positif Covid-19 pada saat itu, masih ada, bahkan terus meningkat.

“Harusnya pembatasan normal saja, tetapi penegakan yang harus diperketat atau dipertegas lagi. Kalau penegakan sudah dilakukan dengan baik, dengan ketat, dan masih terjadi kasus positif, berarti memang kan itu bisa dilakukan (pengetatan) pembatasan. Tetapi sekarang terbalik, pembatasan-pembatasan dilakukan, tetapi penegakannya masih lemah. Ini menurut kami merugikan,” jelas dia.

Alphonzus mengatakan bangsa Indonesia memilih menerapkan PSBB dan bukan lockdown dengan maksud agar dua tujuan bisa sekaligus tetap dijaga, yakni roda perekonomian tetap bergerak dan kesehatan masyarakat tetap terjamin. Menurut dia, dua tujuan bisa tercapai jika protokol kesehatan pada masa PSBB diterapkan secara ketat, disiplin, dan konsisten.

"Kalau itu tidak dilakukan, penegakannya lemah, maka kedua tujuan PSBB itu tidak bisa dicapai, perekonomian terpuruk, kesehatan tidak terjaga, jumlah kasus positif pun terus meningkat," ungkap dia.

Lebih lanjut, Alphonzus mengatakan, saat ini, pusat-pusat perbelanjaan mengalami defisit karena sejumlah pembatasan mulai dari kapasitas pengunjung hanya 50 persen dan jam operasional hanya sampai pukul 19.00 WIB. Padahal, menurut dia, pusat-pusat perbelanjaan merupakan salah satu tempat umum yang secara ketat, disiplin, dan konsisten menjalankan protokol kesehatan.

"Sebetulnya pembatasan itu tidak perlu dilakukan di pusat perbelanjaan karena di pusat perbelanjaan selama ini sudah terbukti bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, disiplin, dan konsisten. Sudah terbukti, selama ini pusat perbelanjaan tidak pernah menjadi klaster penyebaran Covid-19," kata dia.

Dia menerangkan pusat perbelanjaan menerapkan protokol kesehatan secara berlapis-lapis. Pertama, protokol kesehatan yang diberlakukan pengelola pusat perbelanjaan. Protokol kesehatan ini diterapkan ketika para pengunjung hendak masuk ke pusat-pusat perbelanjaan seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, dan mencuci tangan.

Kedua, protokol kesehatan yang diberlakukan oleh masing-masing toko atau penyewa khususnya di restoran atau tempat makan.

"Sebetulnya di pusat perbelanjaan lebih terkontrol penerapan protokol kesehatannya, tetapi justru pusat perbelanjaan juga yang dibatasi. Padahal di luar pusat perbelanjaan, banyak tempat-tempat yang penerapan protokol kesehatan relatif sangat lemah," pungkas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ke Luar Kota Tanpa Izin, ASN Kabupaten Tangerang Akan Dikenai Sanksi

Zaki juga meminta masing-masing kepala dinas memantau pergerakan anak buahnya untuk meminimalisasi kemungkinan ASN nekat pergi ke luar kota.

MEGAPOLITAN | 29 Desember 2020

Kurangi Penyebaran Covid-19, DKI Sebaiknya Fokus Penegakan Protokol Kesehatan

Sebab, dia menilai selama ini testing yang ditingkatkan.

MEGAPOLITAN | 29 Desember 2020

Sepekan Operasi Lilin Jaya, Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun 15%

Penurunan angka kecelakaan lalu lintas tahun ini juga terkait dengan gencarnya imbauan keselamatan berlalu lintas yang disampaikan lewat berbagai platform media

MEGAPOLITAN | 28 Desember 2020

Dinas Sosial Kota Depok Mulai Salurkan Bansos Pemprov Jabar

Jumlah penerima Bansos Provinsi Jawa Barat tahap keempat di Kota Depok sebanyak 72.735 orang.

MEGAPOLITAN | 28 Desember 2020

Rencana Rem Darurat Pemprov DKI, Pengusaha Cemas

Wacana Pemerintah DKI Jakarta yang akan mengambil kebijakan emergency break atau rem darurat usai libur tahun baru 2021 membuat pengusaha merasa khawatir.

MEGAPOLITAN | 28 Desember 2020

Malam Pergantian Tahun, Jalan Sudirman - Thamrin Ditutup

Petugas berupaya supaya tidak ada kerumunan dan konvoi kendaraan pada perayaan pergantian tahun kali ini.

MEGAPOLITAN | 28 Desember 2020

Arus Balik Libur Natal 2020, 284.000 Kendaraan Masuk ke Jakarta

Sebanyak 284.085 kendaraan menuju Jakarta dalam arus balik libur Natal 2020 pada periode 26-27 Desember 2020.

MEGAPOLITAN | 28 Desember 2020

160.000 Warga Kota Tangerang Diusulkan Terima Bansos Tunai 2021

Warga akan tetap menerima BST sebesar Rp 300.000 setiap bulannya dan akan dibayarkan langsung melalui rekening langsung dari Kementerian Sosial.

MEGAPOLITAN | 28 Desember 2020

Polisi Tangkap Tujuh Anggota Kelompok Akatsuki 2018 Terkait Begal Sadis

Polres Metro Bekasi Kota mengamankan tujuh anggota Akatsuki 2018. Mereka merupakan kelompok begal yang menyebabkan Andika Putra Prananda (16) tewas.

MEGAPOLITAN | 28 Desember 2020

Ruang Interaksi Baru di Kolong Simpang Susun Tomang

Kolong Simpang Susun Tomang dihiasi mural bertema pencegahan Covid-19, sekaligus menjadi ruang interaksi baru di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 28 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS