PN Jakut Putuskan Jalan Pantai Indah Timur Kembali Jadi Jalan Klaster
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

PN Jakut Putuskan Jalan Pantai Indah Timur Kembali Jadi Jalan Klaster

Kamis, 14 Januari 2021 | 09:31 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com- Sidang gugatan terkait pembongkaran pagar Komplek Trimaran dan Pinisi Permai di Jalan Pantai Indah Timur RW 07 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara berlangsung dengan agenda pembacaan putusan hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada Selasa (12/1/2021) kemarin.

Dalam putusan tersebut majelis hakim yang terdiri dari Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri, serta dua hakim anggota Tumpanuli Marbun dan Budiarto memutuskan agar obyek perkara berupa Jalan Pantai Indah Timur sepanjang 1 kilometer dan lebar 4 meter Komplek Pinisi Permai dan Trimaran Permai agar dikembalikan fungsinya seperti semula sebagai jalan komplek perumahan klaster.

"Tindakan membongkar pagar untuk akses jalan umum. merupakan tindakan sewenang-wenang. Jenis hunian di komplek tersebut merupakan hunian dengan konsep klaster dan sistem one gate system," ujar Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri.

Ia menyebutkan status jalan yang menjadi obyek sengketa antara kedua belah pihak (pihak penggugat dan tergugat) hingga saat ini belum memiliki kepastian hukum.

"Kawasan hutan yang dibuka PT MP adalah seluas 827,18 hektare dengan luas tanah pengganti sebesar 1.000 hektare yang tersebar di berbagai kabupaten. Dengan ada pembebasan tersebut maka hubungan hukum antara Kementerian Kehutanan dan Sudin sudah tidak ada lagi," tambah Fahzal Hendri.

Lebih lanjut dikatakannya obyek Jalan Pantai Indah Timur yang menjadi obyek permasalahan dalam perkara ini sudah tidak termasuk kawasan hutan milik Departemen Kehutanan.

"Dari surat bukti dan keterangan ahli yang disampaikan tergugat majelis hakim tidak memperoleh kepastian hukum dari status tanah yang selama ini dimanfaatkan sebagai jalan khusus komplek perumahan sebagai kawasan Departemen Kehutanan," kata Fahzal Hendri.

"Majelis hakim berpendapat terhadap akses jalan di Jalan Pantai Indah Timur (Komplek Trimaran dan Pinisi Permai) dikembalikan fungsinya seperti semula dan memerintahkan tergugat untuk membangun kembali pagar komplek. Jalan tersebut dikembalikan bukan sebagai akses jalan umum sembari menunggu kepastian hukum tanah tersebut," lanjut Fahzal Hendri.

Selain itu majelis hakim juga tidak menerima eksepsi tergugat dan dalam pokok perkara mengabulkan gugatan perkara sebagian saja.

"Perbuatan tergugat membongkar pagar komplek Jalan Pantai Indah Timur merupakan perbuatan melanggar hukum. Harus di bangun kembali pagar sembari menunggu kejelasan status tanah. Memerintahkan tergugat membayar sebesar Rp 10 juta setiap harinya apabila tidak melaksanakan putusan membangun kembali pagar terhitung setelah putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap," tandas Fahzal Hendri.

Kuasa pengugat, Agus Wijaya mengapresiasi putusan majelis hakim yang dianggap telah mencerminkan keadilan. "Dengan putusan ini kami berharap para tergugat dikemudian hari tidak melakukan tindakan serupa karena merugikan masyarakat," ujar Agus Wijaya, Rabu (13/1/2021) ketika dikonfirmasi.

Sedangkan ketika dikonfirmasi, Camat Penjaringan Depika Romadi mengaku belum mendapatkan salinan resmi dari pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara terkait putusan Jalan Pantai Indah Timur tersebut. "Saya belum dapat dan baca putusan itu (dari pengadilan)," kata Depika singkat.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama dengan pihak Kecamatan Penjaringan dan stakeholder terkait (Lantas Kepolisian & Dishub) mulai melakukan pembukaan akses jalan satu arah di Jalan Pantai Indah Timur, Jakarta Utara sejak 13 November 2019 silam.

Warga Komplek Trimaran dan Pinisi Permai kemudian menggugat tindakan pembongkaran pagar dan kebijakan menjadikan Jalan Pantai Indah Timur dari yang tadinya merupakan bagian dari akses jalan klaster komplek menjadi jalan raya umum ke meja hijau.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Si Benteng, Moda Transportasi Bergaya Retro di Kota Tangerang

80 angkot tersebut diharapkan akan menarik minat orang untuk naik angkot dan mengurangi kemacetan di Kota Tangerang.

MEGAPOLITAN | 14 Januari 2021

Ratusan Warga Menteng Dalam Jakarta Mengungsi karena Kebakaran

Kebakaran terjadi di Jalan Rasamala 3, RT 06/RW 013, Kelurahan Menteng Dalam, pada Rabu (13/1) sekitar pukul 17.27 WIB.

MEGAPOLITAN | 14 Januari 2021

Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ-182 Fokus di 13 Sektor

Untuk penyelaman dilakukan di sekitar area penemuan jenazah, perekam data penerbangan (FDR) dan serpihan pesawat.

MEGAPOLITAN | 14 Januari 2021

3 Hari Pengetatan PSBB, Pemprov DKI Berikan Sanksi kepada 3.576 Pelanggar

Total nilai denda dari 86 orang sebanyak Rp 14,3 juta.

MEGAPOLITAN | 14 Januari 2021

Tiga Kepala Daerah di Tangerang Raya Siap Jalani Vaksinasi Covid

Penyelenggaraan vaksinasi akan diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Tangerang, pada hari ini, Kamis (14/1/2021).

MEGAPOLITAN | 14 Januari 2021

Faskes di Depok Hari Ini Akan Teriima Vaksin Covid

Puskesmas Pancoran Mas dan juga RSUD Depok belum menerima vaksin Sinovac.

MEGAPOLITAN | 14 Januari 2021

Obrolan Ketua MWA UI dengan Ketua MWA Unpad

Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) Saleh Husin bertemu dengan Ketua MWA Universitas Padjadjaran (Unpad) Arief Yahya, Rabu (13/1/2021).

MEGAPOLITAN | 13 Januari 2021

Cuaca Buruk, Tim SAR Gabungan Belum Dapatkan CVR Sriwijaya Air PK-CLC

Cuaca ekstrem membuat tim SAR Gabungan belum berhasil mendapatkan CVR Sriwijaya Air PK-CLC SJ-182.

MEGAPOLITAN | 13 Januari 2021

Dukcapil Serahkan Surat Kematian Penumpang Sriwijaya Air PK-CLC

Disdukcapil telah memberikan surat kematian kepada keluarga penumpang Sriwijaya Air PK-CLC SJ-182 yang telah teridentifikasi.

MEGAPOLITAN | 13 Januari 2021

Hari Kelima, Total 6 Penumpang Sriwijaya Teridentifikasi Lewat Sidik Jari

Hingga hari kelima sebanyak enam orang penumpang Sriwijaya Air PK-CLC SJ-182 berhasil teridentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari.

MEGAPOLITAN | 13 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS