Mengenal Fase Antemortem dalam Indentifikasi Korban Bencana
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Mengenal Fase Antemortem dalam Indentifikasi Korban Bencana

Minggu, 17 Januari 2021 | 18:07 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WBP

Jakarta, Beritasatu.com -Antemortem atau data sebelum kematian merupakan salah satu fase dalam mengidentifikasi korban bencana atau kecelakaan. Tim antemortem bekerja mengumpulkan segala informasi maupun data-data korban yang akan diidentifikasi. Hal itu disampaikan Kepala Tim Antemortem Disaster Victim Identification (DVI) Polri AKBP Purnawati, di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (17/1/2021).

"Antemortem itu bertugas mencari segala informasi sebanyak-banyaknya tentang korban yang akan kita identifikasi. Informasi apa saja? Mulai data diri, nama, kemudian pelapornya siapa, itu akan kita cari. Kemudian ciri fisik, mulai bentuk muka, kemudian tinggi badan, berat, itu akan diperlukan dalam proses identifikasi," ujarnya.

Purnawati melanjutkan, tim antemortem juga mencari ciri medis khusus, biasanya bekas operasi atau rekam medis pemeriksaan gigi. "Kemudian kalau pernah operasi patah tulang, pasang pen, itu juga untuk bisa diinformasikan ke kami karena itu juga merupakan informasi yang penting untuk kami. Kemudian data-data lain yang khusus misalnya bekas luka, operasi, kemudian misalnya tato, kemudian ada misalnya di alis ini ada bekas luka, itu akan kelihatan," ungkapnya.

Purnawati menyampaikan, dalam fase antemortem ada data primer yang terbagi dalam tiga bagian. Pertama, pemeriksaan DNA. "Tim bertugas mencari sampel DNA, dari mana saja? Bisa dari saudara (kandung atau orang tua), bisa juga dari properti yang dia digunakan. Apa saja? Misalnya jam tangan yang sudah dipakai tidak pernah dicuci itu bisa dibawa. Topi bisa dibawa yang sudah dipakai. Kemudian apapun yang digunakan oleh korban terakhir atau belum dicuci, itu bisa dibawa untuk sampel DNA," katanya.

Kemudian, tambahnya, gigi. Informasi gigi sangat penting seperti catatan dokter gigi atau minimal foto kepala, foto tersenyum. "Selanjutnya, sidik jari. Sidik jari ini juga data primer, itu bisa dikumpulkan dari, kalau pernah urus SKCK ya, bisa diambil dari situ. Kalau misalnya data kependudukan itu bisa juga dari e-KTP atau dari ijazah atau yang ada sidik jarinya. Itu bisa diinformasikan ke kami sebagai data yang sangat baik dan diperlukan untuk tim AM (antemortem) dan dalam proses identifikasi ini," jelasnya.

Purnawati menambahkan, selain data primer, ada juga data sekunder. "Data sekunder itu apa? Salah satunya ciri fisik. Yang kedua adalah properti, properti yang digunakan. Sebelum korban ini berangkat, sebaiknya pelapor atau yang melaporkan mengerti tentang apa yang digunakan. Misalnya baju yang dipakai, sepatu yang dipakai, ukurannya berapa, ikat pinggang yang digunakan, tas yang dipakai, jam yang dipakai, anting-anting yang dipakai, cincin yang dipakai, semua yang digunakan. Kalau bisa ada fotonya. Detail, misalnya cincin bentuknya seperti apa? Bulat, ada matanya, bentuk matanya besar atau kecil. Paling enak adalah fotonya ada. Nah itu untuk data sekunder," terangnya.

Menyoal siapa saja tim antemortem, pertama tim pendaftaran yang bertugas menerima laporan dari keluarga korban. Termasuk, membawa keluarga atau pelapor melakukan pemeriksaan swab antigen di tengah pandemi Covid-19. "Setelah aman, baru kita melakukan pendataan lebih dalam yaitu, teknik wawancara dan sebagainya. Nah setelah data didapat, kita akan melakukan pendalaman data. Jadi ada tim pendalaman data, kemudian ada tim quality control, supaya data-data ini betul-betul valid," katanya.

Dia melanjutkan, ada juga tim humas yang berhubungan dengan data-data dari luar. "Kemudian, ada tim expert (tim ahli), dari tim DNA, tim forensik gigi, tim sidik jari dari Inafis. Kemudian tim forensik lain, kemudian ada dari Dukcapil, ada dari lintas sektoral. Jadi memang sangat luas untuk data AM ini," ucapnya.

Purnawati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sejauh ini sudah membantu pengumpulan data, informasi dan proses DNA terkait insiden kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182, di Perairan Kepulauan Seribu. "Sehingga sampai saat ini sudah terkumpul, sudah teridentifikasi beberapa korban. Dan, kami mengimbau kepada masyarakat juga, untuk tetap bisa bekerja sama dan tim-tim kami untuk bisa bekerja sama dengan lebih baik dengan memberikan informasi, informasi yang lebih dalam, lebih banyak," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemkot Bogor Percantik Kawasan Sentra Kuliner Suryakencana

Penataan kawasan dengan merubah 10 koridor atau gang di sepanjang pedestrian Suryakencana dengan bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 31 miliar.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2021

4.845 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Jumlah ini berkurang 8 orang dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 4.853 pasien.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2021

Total Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 3.536 Kasus

Penambahan tersebut berasal dari hasil tes PCR terhadap 14.218 orang, dan laporan dari RS dan laboratorium swasta.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2021

7 Penumpang Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi

Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi tujuh jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ-182, Sabtu (16/1/2021) melalui pemeriksaan sidik jari dan DNA.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2021

Tambah 86 Kasus, Kota Bogor Catat Rekor Penambahan Positif Covid-19

Dengan penambahan itu, Kota Bogor mencatatkan rekor positif terbanyak semasa pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2021

KNKT: Meski Lepas dari Pembungkus, CVR Sriwijaya Air Masih Bisa Dibaca

Saat ini ini baru baterai (beacon) dan body CVR pesawat Sriwijaya Air yang telah berhasil ditemukan.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2021

Tim DVI Terima 162 Kantong Jenazah Penumpang Sriwijaya Air

Tim DVI Polri, telah menerima 162 kantong jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2021

Pemakaman Habib Ali bin Assegaf, Polisi Imbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Budi menyampaikan, di rumah duka polisi melakukan pengamanan di lima titik, di wilayah Tebet.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2021

Pencarian Fokus ke Jenazah dan CVR Sriwijaya Air

Tim pencari juga tetap melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat dan CVR pesawat SJ-182.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2021

Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Bertambah Jadi 4.853 Oang

Total pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, bertambah menjadi 4.853 orang.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2021


TAG POPULER

# Vaksin Covid-19


# SBY


# KLB Demokrat


# Timnas U-23


# Protokol Kesehatan


B1 Livestream

TERKINI

Piala Menpora: Persija di Grup Neraka, Persib dan Bali United di Grup D

BOLA | 9 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS