Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi, Ini Penjelasan Wagub Riza Patria
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi, Ini Penjelasan Wagub Riza Patria

Senin, 18 Januari 2021 | 15:30 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui bahwa lonjakan kasus baru Covid-19 di Jakarta dalam sepekan tetap tinggi. Meskipun DKI Jakarta telah membatasi aktivitas masyarakat dengan pemberlakukan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 11 Januari 2021 lalu.

Ariza mengungkapkan empat alasan mengapa lonjakan kasus baru Covid-19 tetap tinggi di tengah pemberlakukan pengetatan PSBB di Jakarta. Pertama, kata Ariza, status DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara yang menjadi tempat transit keluar masuknya masyarakat.

“Angka di Jakarta tinggi karena sebagai ibukota tempat transit masuknya masyarakat dari dalam dan luar negeri, daerah dan sebagainya,” ujar Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/1/2021).

Kedua, kata Ariza, karena masif tes PCR yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Bahkah, DKI Jakarta sudah melakukan tes PCR 10 kali lipat dari standar WHO. Dengan tes yang masif, Pemprov DKI Jakarta bisa mengetahui secara pasti jumlah yang terpapar Covid-19 untuk dilakukan penanganan sesegera mungkin untuk memutuskan mata rantai Covid-19.

“Ketiga disebabkan masih adanya rapelan dari sebelumnya atau akumulasi dari data-data dari laboratorium yang belum dilaporkan dalam beberapa hari sebelumnya,” ungkap dia.

Terakhir, tambah Ariza, lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta merupakan dampak dari libur panjang akhir tahun 2020. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dalam rentang 3 - 8 Januari 2021 terdapat 111 klaster keluarga, dengan temuan 351 kasus positif Covid-19 yang teridentifikasi. Keluarga yang masuk dalam klaster penularan Covid-19 ini diketahui bepergian ke luar wilayah DKI Jakarta.

Ariza pun berharap pengetatan PSBB hingga 25 Januari 2021 mendatang bisa menekan angka lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta. Selain itu, kata dia, program vaksinasi juga bisa diharapkan bisa berdampak positif terhadap pengendalian Covid-19.

“Harapan kita tentu akan menurun di Jakarta dan mudahan-mudahan seiring dimulainya vaksinasi, masyarakat lebih peduli. Sekalipun ada keyakinan, kami minta juga tetap disiplin taat menggunakan masker dan taat protokol kesehatan,” pungkas Ariza.

Dalam sepekan pelaksanaan pengetatan PSBB di Jakarta (11-17 Januari 2021), pertambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 21.243 kasus. Bahkan, dalam pekan pengetatan PSBB ini, terjadi pecah rekor pertambahan kasus Covid-19 di mana kasus hariannya menembus 3.000 kasus, yakni pada 13 Januari lalu dengan jumlah penambahan 3.476 kasus baru.

Lalu, pertambahan kasus harian tertinggi terjadi pada Sabtu, 16 Januari dengan jumlah penambahan 3.536 kasus baru.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pembangunan Terowongan Silaturahmi, Polisi Rekayasa Arus Lalin

Pembangunan terowongan akan dilaksanakan dari 20 Januari hingga 31 Maret 2021 mendatang.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2021

Sepekan PSBB Ketat Jakarta: Mobilitas Kendaraan Turun 4,32%, Sepeda Malah Naik 4,01%

Jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan juga mengalami penurunan sebesar 3,52% dalam sepekan terakhir yakni hanya 724.560 orang per hari.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2021

Pascalibur Akhir Tahun, Pasien di Wisma Atlet Melonjak 20%

Sejak awal RSD Wisma Atlet telah mengantisipasi penambahan fasilitas, maupun perubahan tipe penyakitnya.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2021

Alami Efek Samping Vaksinasi Covid-19, Ini 21 Rumah Sakit Rujukan di DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta sudah membuka secara resmi program vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada 15 Januari 2021 lalu di Balai Kota DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2021

4.959 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Sebanyak 4.959 pasien positif Covid-19 jalanu isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4 - 7 Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2021

14 Karyawan Terpapar Covid-19, Kantor PDAM Bogor Ditutup

Penghentian kegiatan perkantoran juga berlaku untuk seluruh pegawai, kecuali petugas bagian operasional.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2021

PMI Minta Penerima Vaksin Covid-19 Donor Darah Sebelum Divaksin

Bahkan, penurunan stok darah dari pendonor darah bisa mencapai 90 persen.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2021

Kecelakaan Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 308 Kantong Jenazah

Posko Antemortem sudah menerima 62 laporan orang hilang terkait insiden kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182, dengan perincian 32 laki-laki dan 30 perempuan.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2021

Balai Karya Pangudi Luhur Cetak Mantan Tunawisma Jadi Pengusaha UMKM

Bagi mantan tunawisma yang didik di balai pelatihan ini, tidak dipungut biaya sebelum dan setelah menerima pelatihan keterampilan.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2021

Areal Pencarian Memori CVR Sriwijaya Air Dipersempit

Perkiraan cuaca di wilayah perairan Kepulauan Seribu di sekitar titik pencarian memori CVR mendung dan awan tebal pada hari ini.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS