Depok Jadi Kota Paling Tidak Patuh Jaga Jarak, Wali Kota Idris Malah Pertanyakan Kang Emil
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Depok Jadi Kota Paling Tidak Patuh Jaga Jarak, Wali Kota Idris Malah Pertanyakan Kang Emil

Rabu, 20 Januari 2021 | 17:57 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / CAH

Depok, Beritasatu.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil soal Kota Depok yang termasuk ke dalam kota yang memiliki tingkat kepatuhan paling rendah dalam hal menjaga jarak, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Idris menuturkan, kritikan yang dilontarkan Ridwan Kamil tersebut semestinya harus berdasarkan standarisasi dan transparansi. Bukan hanya sekedar mengeluarkan pernyataan tanpa data real.

Sebab, menurut Idris, hal serupa pula pernah dilakukan Ridwan Kamil dalam hal menetapkan status siaga 1 Covid-19 untuk Kota Depok, tanpa standarisasi dan transparansi.

"Ini kami minta klarifikasi, standar penilaiannya kayak apa? Jadi, biasakan transparansi dalam penilaian. Bukan kami menolak kritik, ya. Tidak," ujar Idris di Depok, Jawa Barat, Rabu (20/1/2021).

Idris tidak memungkiri, pernyataan yang dilontarkan Gubernur Jabar tersebut sebagai bentuk kritikan positif bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam hal kedisiplinan warganya dalam hal menjaga jarak fisik.

Namun, lanjut Idris, jangan sampai pernyataan yang diberikan Ridwan Kamil tersebut malah menjadikan suatu masalah bagi warga Depok.

"Memang ini sebuah kritik bagi kami warga Depok dalam menjaga jarak. Itu tidak masalah. Namun, jangan sampai nanti efeknya malah justru bermasalah. Jangan sampai nanti malah merendahkan spirit warga, Satgas Covid-19, termasuk Kampung Siaga, ini malah melemah. Coba statement ini diklarifikasi, seperti diberi tahu standarnya. Kalau memang ini mendatangkan masalah, Jangan sampai keinginan kita baik, tapi mendatangkan sebuah mudarat yang lebih besar," tegas Idris.

Dipaparkan Idris, pandemi Covid-19 telah membuat warga masyarakat Depok merasa cemas. Namun, lanjut dia, jangan sampai dengan adanya pernyataan-pernyataan yang tidak mendasar, membuat masyarakat semakin cemas.

"Saya tidak mengatakan tingkat kepatuhan warga Depok paling rendah dalam menjaga jarak adalah tidak benar. Tolong standar penilaiannya. Mudah-mudahan ini menjadi lecutan bagi warga, bagi kita semuanya, tentang masalah jaga jarak," kata Idris.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok Lienda Ratnanurdianny menuturkan, jika Pemprov Jabar ingin melakukan perbandingan, maka harus dengan standar yang sama.

"Jika ingin membuat perbandingan kepatuhan terhadap protokol kesehatan antar wilayah maka perbandingannya harus yang seimbang. Harus apple to apple, misalnya di daerah ini berapa kali razianya hasilnya bagaimana? Jangan-jangan, nanti banyakan Depok yang melakukan kegiatan razia. Jadinya ya, paling banyak juga melaporkan. Sementara yang lain tidak terlalu sering melaporkan, itu yang harus dibuktikan dulu," papar Lienda.

Seperti diketahui, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, merilis hasil evaluasi penerapan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ada sebanyak 20 daerah yang melaksanakan penerapan PPKM.

Berdasarkan wilayah, ada tiga daerah dengan tingkat kepatuhan memakai masker terbaik. Yakni Kota Bekasi, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.

Sementara, untuk kepatuhan memakai masker terendah adalah Kabupaten Tasikmalaya (tidak termasuk 20 daerah PPKM), Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

Sedangkan untuk kepatuhan menjaga jarak terbaik adalah Kota Bekasi, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan, kepatuhan menjaga jarak terendah adalah Kota Depok, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.

"Kemudian yang tidak patuh menjaga jarak adalah Kota Depok. Yang paling tidak patuh mengenakan masker adalah Kabupaten Tasikmalaya," kata Ridwan Kamil, seperti dikutip di situs resmi Pemprov Jabar, Senin (18/1/ 2021)



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sriwijaya Air Beri Santunan Rp 1,5 Miliar bagi Ahli Waris

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air menyerahkan santunan kecelakaan pesawat SJ 182 total Rp 1,5 miliar per penumpang.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2021

Basarnas Telah Kumpulkan 324 Kantong Bagian Tubuh Pesawat SJ-182

Penumpang sudah diidentifikasi oleh DVI RS Polri dan sudah diidentifikasi sebanyak 40 identitas dan sudah diserahkan 27 jenazah kepada ahli waris.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2021

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jakarta 87%

Keterisian bed saat ini 87% dan 24% warga luar Jakarta.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2021

Tim DVI Terima dan Periksa 438 Sampel DNA

Tim DVI juga telah menerima 324 kantong jenazah berisi bagia tubuh diduga penumpang Sriwijaya Air.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2021

4.651 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Total ada sebanyak 4.651 pasien positif Covid-19 tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4 - 7 Rumah Sakit Darurat Covid-19.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2021

Atap Stadion Jakarta Internasional Stadium Mulai Berdatangan

Material atap stadion Jakarta International Stadium (JIS) di kota Jakarta Utara telah tiba dan datang ke area proyek.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2021

Pemprov DKI Minta Pusat Tingkatkan Faskes di Bodetabek

Langkah DKI Jakarta meningkatkan jumlah fasilitas kesehatan untuk Covid-19 akan percuma jika daerah sekitar Jakarta tidak melakukan peningkatan faskesnya.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2021

Antisipasi Pedagang Mogok, DKI Siapkan Stok Daging Sapi Beku

Dinas KPKP DKI memastikan stok daging sapi beku di Jakarta cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama aksi mogok pedagang.

MEGAPOLITAN | 19 Januari 2021

Pengetatan PSBB, Wagub DKI Sebut Disiplin Protokol Kesehatan Meningkat

Ariza menilai, warga dan pelaku usaha di Jakarta semakin disiplin terapkan protokol kesehatan selama pengetatan PSBB.

MEGAPOLITAN | 19 Januari 2021

Bupati Bogor Minta Tim BPBD Fokus Evakuasi Korban Banjir Bandang

Penyebab banjir bandang di kawasan Gunung Mas berasal dari luapan anak Sungai Ciliwung, yakni Sungai Cisampay.

MEGAPOLITAN | 19 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS