Soal Vonis Penyerang Nus Kei, Pengacara: Doa John Kei Terjawab
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Soal Vonis Penyerang Nus Kei, Pengacara: Doa John Kei Terjawab

Jumat, 22 Januari 2021 | 06:27 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang telah menjatuhkan vonis bersalah terhadap anak buah John Refra alias John Kei dalam kasus penyerangan terhadap kediaman Nus Kei dan anak buahnya. Sebanyak 13 orang anak buah John Kei diputus dua tahun penjara. Sementara sembilan terdakwa lainnya divonis satu tahun delapan bulan kurungan.

Menurut pengacara John Kei Anton Sudanto vonis terhadap para penyerang Nus Kei tersebut seperti "jawaban" terhadap doa dari John Kei. Anton menegaskan bahwa John Kei telah bersungguh-sungguh bertobat.

"Seperti kita ketahui, klien kami John Kei atau John Refra sudah hijrah ke agamanya dan menjadi pelayan gereja," ujar Anton. "Bung John sedang diuji, orang yang ingin berubah lebih baik, tentunya banyak ujiannya. Klien kami hanya menagih uang tidak lebih dari itu," tandasnya.

Lebih lanjut Anton menyatakan masih pikir-pikir apakah mengajukan banding atau tidak, terhadap putusan yang dibuat hakim ketua Sutarjo dan hakim anggota Arief Budiman serta Mahmudin itu. "Iya, kami mempunyai hak banding selama tujuh hari setelah putusan. Kami sedang menunggu arahan klien kami John Refra atau John Kei," kata Anton, Kamis (21/1/2021).

Kendati begitu, kata Anton pihaknya mengakui adanya kesepahaman antara majelis hakim dengan pengacara terdakwa dalam putusan tersebut. Terutama dalam pertimbangan hakim yang menyebut, bahwa akar persoalan ini hanya merupakan upaya penagihan utang sejumlah uang dari John Kei, terhadap Nus Kei.

"Terpenting dalam pertimbangan hakim menekankan, bahwa ini hanya berupa penagihan yang dilakukan klien kami John Refra atau John Kei yang sangat sesuai dengan fakta persidangan dalam kesaksian saksi korban yaitu Nus Kei, yang mengakui bahwa telah ditagih selama tiga kali dan keempatnya terjadi kejadian tersebut," tuturnya.

Selain itu, Anton menilai selama persidangan tak dibuktikan bahwa ada perintah membunuh Nus Kei dari John Kei, saat penagihan utang. "Dan selama persidangan tidak ada satu bukti apapun bahwa ada perintah dari klien kami John Refra atau John Kei untuk membunuh Nus Kei. Jadi sangat aneh ya (jika disebut ada perintah membunuh Nus Kei)," kata dia.

John Kei sendiri, kata Anton meminta ditagihkan utangnya melalui pengacara bernama Daniel Far Far. Sehingga, menurutnya tak mungkin John Kei memerintahkan seseorang yang notabene penegak hukum, membunuh orang lain atau melanggar hukum.

Apalagi, kata Anton kliennya justru rugi jika akhirnya Nus Kei tewas. "Klien kami John Refra atau John Kei menagih uangnya melalui penegak hukum yaitu pengacara yang bernama Daniel Far Far terhadap Nus Kei. Bahkan dalam proses penagihan tersebut, itu bukan urusan klien kami. Apalagi ada perintah membunuh, itu lebih aneh lagi. Jika Nus Kei mati, maka uang tidak bisa didapatkan dan ada pidananya," papar Anton.

"Biasa itu seorang pengacara diminta untuk menagih utang-piutang," imbuhnya.

"Jangan juga kriminalisasi atau menzalimi klien kami John Refra atau John Kei. Jangankan perkara besar, perkara kecil pun jika pembuktiannya tidak terang, maka seseorang tidak dapat dipidana. Dalam persidangan nanti kami akan membuka kejutan besar agar rakyat Indonesia mengetahui apa yang sebenarnya dan terjadi dan akan melihat kejadian sebenarnya. Tunggu saja kejutan besar akan terjadi di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Barat nanti," lanjut Anton.

Pihaknya optimis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat akan bersikap adil dan menjalankan tugasnya dengan profesional. "Kami selalu percaya majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat akan melihat seluruh pembuktian dengan terang sebelum menetapkan keyakinannya dalam perkara klien kami John Refra atau John Kei. Beliau sudah tobat ya," tandas Anton.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemprov DKI Distribusikan 80.000 BST Tiap Hari

Tiap titik maksimal melayani 500 penerima manfaat untuk mencegah terjadinya kerumunan.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pemkot Tangerang Siapkan Daging Sapi Lokal

Teddy mengungkapkan, aksi mogok pedagang lebih disebabkan oleh kenaikan harga daging sapi impor dari Australia.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Dinilai Efektif, Polda Metro Berencana Tambah 50 Kamera ETLE

Penerapan sistem ETLE dinilai efektif menurunkan pelanggaran, dan meningkatkan disiplin pengguna kendaraan.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Sriwijaya Air

Penemuan CVR akan memberikan informasi yang signifikan dalam proses investigasi penyebab kecelakaan Sriwijaya SJ-182.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Satu Persatu Jenazah Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification Polri berhasil mengidentifikasi 47 korban Sriwijaya Air SJ-182 hingga Kamis (21/1/2021).

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Bank DKI Beri Dukungan Mobil Unit Donor Darah ke PMI

Bank DKI juga menyerahkan lima unit mobil sebagai apresiasi atas partisipasi PMI DKI Jakarta pada program JakOne Vaganza.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pemprov DKI Dimintai Waspadai Kerumunan Massa Penerima Bansos Tunai

Komisi A Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan meminta agar Satgas Covid-19 RT/RW dan Kelurahan dilibatkan untuk mengawasi jalannya penyaluran bansos.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pemprov DKI Sediakan 5 Lokasi Penjualan Daging Sapi

Harga jual daging sapi di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) berkisar Rp 70.000 hingga Rp 90.000 per kilogram.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pedagang Daging Sapi di Depok Masih Mogok Jualan

Belum ada pedagang daging sapi yang berjualan di sejumlah pasar tradisional di Depok.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Cegah Mogok Pedagang Daging Sapi Berlanjut, Ini Upaya Kadin DKI

Kadin DKI menggelar konsolidasi dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia serta sejumlah perwakilan pedagang daging di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS