Risma Berpotensi Menjadi Lawan Terkuat Anies di Pilkada DKI
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Risma Berpotensi Menjadi Lawan Terkuat Anies di Pilkada DKI

Senin, 25 Januari 2021 | 20:37 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menilai, hingga saat ini ada dua kandidat calon terkuat gubernur DKI Jakarta. Pertama adalah calon petahana Anies Baswedan dan kedua adalah Tri Rismaharini. Risma dipandang sebagai calon penantang terkuat pada Pilkada 2022 mendatang.

"Untuk saat ini, pengamatan sementara, baru ada dua kandidat terkuat Gubernur DKI Jakarta yaitu Anies Baswedan dan Tri Rismaharini," kata Karyono Wibowo, di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Menurutnya, kedua sosok tersebut memiliki probabilitas sebagai figur paling berpeluang menjadi gubernur DKI. Anies masih cukup kuat karena sebagai petahana tentu memiliki modal sosial selama menjabat. Dari sejumlah kebijakan pembangunan tentu ada yang memuaskan masyarakat.

"Kesempatan berinteraksi dengan masyarakat juga berpotensi lebih banyak dibanding kandidat penantang karena posisinya sebagai gubernur," ujarnya.

Secara empiris, dalam sejarah Pilkada langsung, incumbent memang tidak mudah ditumbangkan. Tetapi dalam sejumlah Pilkada, ada beberapa incumbent yang kalah.

Dikatakan Karyono, pada umumnya tingkat keberhasilan, kepuasan kinerja dan kepercayaan publik (public trust) memiliki korelasi positif atau berbanding lurus dengan tingkat dukungan (elektabilitas). Meskipun, dalam kasus tertentu terkadang terjadi anomali, seperti yang terjadi pada kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ketika Pilkada DKI 2017.

"Tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap performa kinerja Anies akan menjadi kunci kemenangan. Masalahnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Anies belum maksimal, karena belum sesuai ekspektasi publik," ucapnya.

Kedepannya, dikatakan Karyono, publik membutuhkan sebuah perubahan yang fundamental dan monumental. Kebijakan Anies masih pun dinilainya belum memenuhi harapan itu.

"Tapi, boleh jadi, sebagian masyarakat DKI bisa memaklumi karena belum genap 3 tahun menjabat ada musibah Covid-19. Sayangnya, hingga saat ini sejumlah wilayah DKI Jakarta masih zona merah. Masalah penanganan pandemi Covid-19 akan menjadi salah satu assesment untuk mengukur tingkat keberhasilan kinerja incumbent," katanya.

Masalah inilah yang menurutnya bisa menjadi celah kelemahan Anies selain isu rasialisme yang masih melekat dari sejak Pilkada DKI hingga sekarang. Di sinilah celah yang bisa dimanfaatkan oleh lawan politik untuk mendapatkan dukungan publik.

"Anies harus waspada terhadap kelemahannya. Agar tidak semakin tergerus kepercayaannya, ia harus segera mewujudkan program pembangunan yang spektakuler, konkret, tidak sekadar artifisial. Tapi, jika Pilkada dilakukan pada 2022 tampaknya tidak cukup waktu untuk membangun DKI Jakarta yang monumental dan spektakuler," ungkapnya.

Oleh karena itu, jika semua pertimbangan itu terjadi, maka warga DKI berpotensi akan berpaling ke figur Risma yang dipandang memiliki legacy saat memimpin Surabaya dua periode.

"Boleh saja orang berpendapat bahwa Surabaya tidak sebanding dengan Jakarta, tetapi, selain soal legacy, posisi Risma saat ini menjadi Menteri Sosial," katanya.

Jika Risma berhasil melakukan perubahan yang lebih baik dengan sejumlah terobosan yang berhasil memperbaiki performa kementerian sosial, maka dukungan (elektabilitas) Risma sebagai kandidat Gubernur DKI akan meningkat dan mampu menggeser posisi Anies.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kereta LRT Jabodebek yang Tabrakan Dibawa ke Madiun

Kejadian tersebut merupakan kecelakaan kerja pada saat proses uji gerak (dinamis) LRT di lintasannya.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Wagub Riza Bantah Konser BTS di JIS Langkah Politik Anies untuk Pilpres 2024

Wagub DKI Ahmad Riza Patria membantah rencana konser BTS di JIS sebagai langkah politik Gubernur DKI Anies Baswedan untuk Pilpres 2024.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Pemprov DKI: Sampel Biota Laut di Teluk Jakarta Tidak Terindikasi Parasetamol

Kepala DKPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati memastikan sampel biota laut termasuk ikan yang diambil dari Teluk Jakarta tidak terindikasi parasetamol.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Ayu Ting Ting Kembali Laporkan Pemilik Akun Media Sosial

Pedangdut Ayu Ting Ting kembali melaporkan pemilik akun itu dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Jakpro Jajaki Konser BTS di Jakarta International Stadium

Salah satu yang rencananya adalah konser musik grup Korean Pop (K-Pop) asal Korea Selatan Bangtan Boys (BTS).

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Besok, DPRD DKI Panggil Dishub dan Transjakarta Terkait Tabrakan yang Tewaskan 2 Orang

DPRD DKI akan memanggil dan meminta klarifikasi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Transjakarta atas tabrakan maut yang menewaskan dua orang, besok.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Pengamat Transportasi: KNKT Harus Selidiki Penyebab Tabrakan Bus Transjakarta

Analis kebijakan transportasi, Azas Tigor Nainggolan menyatakan KNKT harus turun tangan menyelidiki tabrakan bus Transjakarta yang menewaskan dua orang.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

PT Transjakarta dan Jasa Raharja Temui Keluarga Korban Tabrakan Bus

Pegawai Jasa Raharja dan PT Transjakarta mendatangi keluarga korban meninggal dalam kecelakaan bus Transjakarta di halte Cawang Ciliwung, Jakarta Timur, Senin.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Ini Alasan Rachel Vennya Mengubah Warna Mobil Tidak Sesuai STNK

Rachel Vennya mengakui mengubah warna kendaraan mobilnya sehingga berbeda dari yang tertera di STNK.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Rachel Vennya Diperiksa 2 Jam di Polda Gara-gara Pelat "RFS" Mobil Alphard

Rachel Vennya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya dan menjalani pemeriksaan selama dua jam pada Selasa (26/10/2021).

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kapolres Nunukan


# Cristiano Ronaldo


# Sudi Silalahi


# Upah Minimum


# Valentino Rossi



TERKINI
Mantan Presiden Korsel Roh Tae-woo Wafat

Mantan Presiden Korsel Roh Tae-woo Wafat

DUNIA | 21 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings