Sanitasi Buruk, Puskesmas Jurumudi Baru Diprotes Warga
Logo BeritaSatu

Sanitasi Buruk, Puskesmas Jurumudi Baru Diprotes Warga

Senin, 25 Januari 2021 | 21:29 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JAS

Tangerang, Beritasatu.com - Akibat penanganan limbah medis dan sanitasi yang kurang diperhatikan dengan baik oleh Pemerintah Kota Tangerang, keberadaan Puskesmas Jurumudi Baru yang berada di Kecamatan Benda, Tangerang diprotes warga. Terlebih kini Puskesmas tersebut kini menjadi salah satu rumah lawan Covid-19 yang dioperasikan Pemkot Tangerang.

Warga takut, sanitasi yang kurang baik itu dapat berpengaruh pada kondisi lingkungan dan berimbas pada penyakit yang mungkin saja muncul dari buruknya sanitasi di Puskesmas tersebut. Hal itu diungkapkan Ketua RW 06 Kelurahan Jurumudi, Ahmad Basori saat bertemu dengan sejumlah media, Senin (25/1/2021).

"Sejumlah warga di RW 06 Kelurahan Jurumudi banyak yang protes dengan keberadaan Puskesmas Jurumudi Baru yang limbah medisnya banyak yang merembes ke aliran saluran air perumahan warga," ungkap Ahmad Basori.

"Banyak yang tanya soal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL). Karena sampai merembes (limbah medis) itu saja kan sudah salah. Itu kan bukan terjadi karena seusai hujan saja tapi sudah sering," ungkap Ahmad Basori.

Ditambahkannya, protes warga ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Bahkan pertemuan antara warga dengan pihak puskesmas pun sempat terjadi pada Oktober 2020 lalu. Saat itu pihak Puskesmas berjanji akan memperbaikin sanitasi yang dinilai tak berfungsi baik itu.

"Mereka (pihak Puskesmas Jurumudi Baru) sudah menjanjikan perbaikan rembesan itu tapi tidak ada respons sampai sekarang. Oleh sebab itu, warga meminta untuk menghentikan aktivitas layanan Puskesmas Jurumudi Baru karena belum memenuhi dokumen UKL-UPL yang menjadi syarat layaknya puskesmas berdiri dan beroperasi. Itu sesuai Perda Kota Tangerang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bangunan Gedung," lanjutnya.

Pihaknya pun bakal menempuh jalur formal dengan melaporkan permasalahan tersebut kepada Ombudsman Republik Indonesia (ORI) serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang. Hal ini terpaksa dilakukan bila tidak ada tanggapan serius dari Pemkot Tangerang.

"Harus diselesaikan AMDAL-nya. Kalau secara kasat mata memang IPAL-nya buruk," tegasnya.

Dihubungi terpisah Camat Benda, Ahmad Suhaely mengklaim kalau Puskesmas Jurumudi Baru sudah memenuhi standar yang ditentukan. Hal ini setelah dilakukan pengecekan oleh Dinas Perkim, Lingkungan Hidup, dan Kesehatan Kota Tangerang.

"Kita sudah berupaya segala pembuangan limbah di puskesmas ini memang betul-betul aman bagi masyarakat sekitar. Karena setelah dicek IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya sudah berfungsi dengan baik. Limbah yang ada di Puskesmas sudah diproses sebelum dibuang," kata Ahmad Suhaely.

"Sejauh ini kita masih menunggu hasil laporan dari Dinas Lingkungan Hidup. Setidaknya beberapa hari ini hasil akan diketahui. Nanti akan dikeluarkan hasilnya seperti apa ? Apakah ini rembesan dari IPAL atau curah hujan? Karena kita tahu kondisi curah hujan tinggi beberapa hari belakangan kita menunggu dari (Dinas) LH. Kita cek PH-nya normal diangka 7,7," tutur Suhaely.

Senada dengan Suhaely, Kepala Puskesmas Jurumudi Baru, Suhendra menyatakan kalau keluhan warga ini sudah terjadi berulang kali dengan persoalan yang sama yakni rembesan air yang diduga berasal dari IPAL Puskesmas Jurumudi. Dan sejauh ini pihaknya sudah memperbaiki IPAL sebanyak 3 kali.

"Kami sudah menjelaskan kepada masyakat kaitannya dengan kondisi tempat isolasi yang pada dasarnya itu dilakukan dengan standar yang aman, dan telah kami perbaiki tiga kali. Insyallah sudah berjalan dengan baik. Tapi nanti kita lihat hasilnya dulu apakah memang benar rembesan dari sini atau curah hujan kita belum tahu," papar Suhendra.

"Dan yang pasti limbahnya tak jauh berbeda dengan rumah tangga. Seperti cuci piring, buang air kecil dan besar. Kan sama di sini ada septic tank ya nanti diolah lagi dengan masuk ke IPAL-nya seperti itu jadi lebih aman. Jadi pada dasarnya ini bukan seperti rumah sakit yang ada darah," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Tangkap Pelaku Asusila di Halte Senen

Pengungkapan kasus asusila ini bermula dari viralnya video yang merekam adegan asusila dilakukan seorang pria dan perempuan, di halte kawasan Kramat Raya, Senen

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Risma Berpotensi Menjadi Lawan Terkuat Anies di Pilkada DKI

Risma dipandang sebagai calon penantang terkuat pada Pilkada 2022 mendatang.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Keluarkan Surat Pemberitahuan, Dinsos Depok Tegaskan Bansos Tunai Tanpa Pemotongan

Penyalur bansos tunai di Kota Depok adalah PT Pos Indonesia dengan nilai Bansos Rp 300.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Penumpang Sriwijaya

Total sudah sebanyak 53 jenazah yang teridentifikasi oleh DVI Polri.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Bentrok Ormas di Bekasi

Bentrok antardua ormas dari FBR dan kelompok Kei terjadi di Cafe Saurma, Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Jakasampurna, pada Kamis (21/1/2021) dini hari.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Masih Sengketa, KPU Tangsel Belum Umumkan Pemenang Pilkada Tangsel 2020

Paslon nomor urut satu Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengajukan gugatan terhadap kemenangan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan di Pilkada Tangsel

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Positif Covid-19, Kadinas Kependudukan Kabupaten Bogor Meninggal

Setelah menjalani perawatan karena terpapar Covid-19 di rumah sakit, Herdi meninggal dunia, Senin (25/1/2021) siang.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

44 Puskesmas Kabupaten Tangerang Mulai Jalani Vaksinasi Covid-19

Pemkab Tangerang menargetkan 11.100 tenaga kesehatan yang ada di semua RS pemerintah, swasta, puskesmas dan klinik mendapat vaksinasi covid-19.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Pedagang Daging di Kota Depok Kembali Berjualan

Harga daging sapi di Kota Depok terpantau cukup tinggi.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Tak Perlu Tes, Polisi Ungkap Kisaran Harga Surat Swab Palsu

Pelaku pemalsuan surat keterangan hasil tes Covid-19 membanderol surat tersebut seharga Rp 75.000 hingga Rp 900.000.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS