Sejumlah Warteg di Jakarta Keluhkan Penurunan Omzet di Atas 50%
Logo BeritaSatu

Sejumlah Warteg di Jakarta Keluhkan Penurunan Omzet di Atas 50%

Selasa, 26 Januari 2021 | 15:24 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah warung tegal (warteg) yang ada di Jakarta menyebutkan mereka kehilangan omzet hingga di atas 50% selama masa pandemi virus corona (Covid-19) karena jumlah pelanggan yang kian menurun.

Berbagai cara tetap dilakukan para pedagang warteg agar pelanggan tetap bertahan dan tidak kabur ke tempat lain, mulai dari mengurangi harga, tidak menaikkan harga meski harga bahan pokok cenderung naik, dan berbagai trik lainnya.

Teti (36) pedagang warteg Agung Jaya Jalan Plumpang Semper Kelurahan Rawa Badak Selatan menyebutkan sudah selama 10 bulan terakhir omzet di warungnya mengalami penurunan drastis.

"Turunnya lumayan mas, yang biasanya omzet sehari Rp 2-3 juta sekarang hanya tinggal Rp 500.000 sampai dengan Rp 1 juta," ujar Teti, Selasa (26/1/2021) kepada Beritasatu.com.

Ia menyebutkan harapannya agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir karena yang amat terdampak adalah ekonomi masyarakat kecil.

"Masyarakat kecil yang paling kena imbasnya. Kayak kita pedagang makanan sekarang ini ya yang penting bisa beroperasi meski untung tidak sebesar sebelum Covid-19," tambahnya.

Hal serupa diungkapkan Hari (45) pedagang Warteg Jaya Sari di Jalan Kedondong Raya Kelurahan Sunter Jaya. Ia menyebutkan jumlah pelanggan yang datang ke tempatnya amat berkurang di masa pandemi.

"Biasanya di jam makan siang (11.00-14.00) itu bisa ada 20-30 pelanggan datang makan, sekarang hanya 10 dan dalam sehari jarang bisa sampai 20 pelanggan saja sudah lumayan," kata Hari.

Untuk mengakali agar tidak merugi banyak, dirinya mengurangi jumlah belanja ke pasar serta memasak dalam jumlah porsi kecil terlebih dahulu.

"Ada adonan makanan yang kita tahan simpan dalam kulkas, begitu pembeli ramai tinggal dimasak dengan cepat karena sudah disiapkan bahan-bahannya," tutur Hari.

Ia mengungkapkan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional yang naik harganya dan cukup memberatkan operasional warteg adalah cabai rawit merah serta sejumlah jenis sayuran.

Sedangkan, Yadi (42) pedagang Warteg Mamoka Bahari di Jalan Serdang Baru Kemayoran menyebutkan untuk mengakali sepinya pembeli, ia memberikan potongan harga dan minuman es teh manis gratis.

"Biasanya untuk tiga lauk seperti nasi sama sayur, telor, tahu atau tempe dan sambal itu harganya Rp 12.000-15.000 sekarang jadi Rp 10.000 saja. Dan itu juga kita berikan minum es teh manis gratis (yang biasanya dikenakan Rp 2.000 per gelas)," kata Yadi.

"Harapannya supaya ya virus ini segera pergi dan berakhir. Kita juga tidak bisa terus-terusan seperti ini. Enggak kuat di modal dan untungnya enggak seberapa. Mana sekarang banyak karyawan dan buruh kena PHK sepi kerjaan jadi berpengaruh juga sama pendapatan kita," tandas Yadi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polri: Isu Rizieq Sakit Keras, Itu Bohong

Pernyataan Rusdi tersebut sekaligus membantah isu yang menyebut bahwa Rizieq sedang sakit.

MEGAPOLITAN | 26 Januari 2021

BPBD DKI: Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2, Ini Wilayah Kemungkinan Terdampak

Saat ini kondisi ketinggian permukaan air di Pintu Air Pasar Ikan setinggi 225 cm atau Siaga 2 pada pukul 06.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 26 Januari 2021

Setelah RS Lapangan, Bogor Siapkan Hotel untuk Rawat Pasien Covid-19

Selain itu, dilengkapi tenaga kesehatan mencapai 225 orang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat dan lainnya.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Perlu Aplikasi yang Menginformasikan Keterisian Bed di Seluruh RS Jabodetabek

Tempat rujukan ruang ICU sangat sulit saat ini sehingga pihaknya mengoptimalkan ruang ICU transisi yang ada.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Satgas Covid-19 Tingkat RT/RW Harus Dioptimalkan

Apalagi, Pemprov DKI telah menganggarkan dana sebesar Rp 8,3 miliar di APBD DKI 2021 untuk satgas tingkat RT/RW ini.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Dalam 5 Hari, 162 Jenazah Covid-19 Dimakamkan di TPU Bambu Apus

Lahan di TPU Bambu Apus untuk pemakaman korban Covid-19 sanggup menampung 700 jenazah.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Pemkot Bogor Perpanjang PSBBMK, Berikut 7 Poin Aktivitas yang Dibatasi

Pembatasan sosial berskala besar berbasis mikro dan komunitas (PSBBMK) mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Sanitasi Buruk, Puskesmas Jurumudi Baru Diprotes Warga

Warga memprotes karena air limbah Puskesmas Jurumudi Baru merembes di lingkungan sekitar.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Polisi Tangkap Pelaku Asusila di Halte Senen

Pengungkapan kasus asusila ini bermula dari viralnya video yang merekam adegan asusila dilakukan seorang pria dan perempuan, di halte kawasan Kramat Raya, Senen

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Risma Berpotensi Menjadi Lawan Terkuat Anies di Pilkada DKI

Risma dipandang sebagai calon penantang terkuat pada Pilkada 2022 mendatang.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS