Mengaku Mantan Menantu Eks Kapolri, Pria Ini Tipu Pengusaha Rp 39,5 Miliar
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (6.4)   |   COMPOSITE 6241.8 (38.85)   |   DBX 1333.51 (-11.75)   |   I-GRADE 179.858 (1.55)   |   IDX30 503.524 (6.48)   |   IDX80 135.789 (1.43)   |   IDXBUMN20 398.467 (4.21)   |   IDXESGL 139.553 (1.63)   |   IDXG30 143.497 (1.39)   |   IDXHIDIV20 443.737 (6.32)   |   IDXQ30 144.387 (1.91)   |   IDXSMC-COM 295.459 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (2.46)   |   IDXV30 133.969 (1.4)   |   INFOBANK15 1035.98 (21.34)   |   Investor33 433.033 (6.15)   |   ISSI 183.362 (-0.67)   |   JII 631.454 (-3.31)   |   JII70 222.641 (-1.06)   |   KOMPAS100 1216.23 (9.67)   |   LQ45 944.747 (11.61)   |   MBX 1692.89 (14.94)   |   MNC36 320.866 (4.14)   |   PEFINDO25 330.28 (-2.3)   |   SMInfra18 307.272 (3.59)   |   SRI-KEHATI 367.359 (5.66)   |  

Mengaku Mantan Menantu Eks Kapolri, Pria Ini Tipu Pengusaha Rp 39,5 Miliar

Rabu, 27 Januari 2021 | 16:21 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang pria berinisial DK alias DW bersama istrinya KH, ditangkap polisi lantaran melakukan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan nilai kerugian mencapai Rp 39,5 miliar. DK mengelabui korban dengan mengaku merupakan mantan menantu eks Kapolri dan menawarkan sejumlah proyek fiktif.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, penyidik menetapkan tujuh tersangka dalam kasus penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang ini. Namun, hanya dua orang yang ditangkap dan ditahan berinisial DK alias DW selaku otak pelaku serta istrinya KH. Sementara lima orang lainnya berinisial FCT, BH, FS, DWI, dan CN tidak dilakukan penahanan karena berperan pasif dalam kasus ini.

"Ada dua tersangka yang sudah dilakukan penahanan yang pertama adalah saudara DK alias DW, dia yang mempunyai ide untuk melakukan penipuan proyek fiktif. Kemudian yang kedua istrinya sendiri inisialnya KH. Jadi dua orang kami lakukan penahanan," ujar Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/1/2021).

Dikatakan Yusri, kronologi peristiwa penipuan ini bermula ketika DK menawarkan proyek terkait minyak dan batu bara kepada korban ARN pada Januari 2019 lalu. Kepada korban DK mengaku sebagai mantan menantu eks Kapolri.

"Ada beberapa proyek korban ini dijanjikan kemudian sampai dengan terakhir proyeknya fiktif semuanya. Fiktif dan tidak berjalan sampai dengan saat ini. Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka, dia memperkenalkan diri kepada korban, kemudian dia menyampaikan bahwa dia mantan menantu salah satu petinggi polisi," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, proyek fiktif pertama yang ditawarkan tersangka adalah pembelian lahan dan perusahaan PT Tawu Inti Bati, di Karawang, dengan nilai kurang lebih Rp 24.014.841.015, Januari 2019. Kemudian, sekira bulan April sampai dengan awal bulan Mei 2019, tersangka DK alias DW meminta uang kepada korban untuk digunakan dalam proyek suplai MFO 180 Bojonegara-Cilegon. Korban menyetorkan uang sebesar Rp 4.357.008.000 untuk proyek tersebut.

Tak berhenti, pelaku kembali menawarkan proyek batu bara dengan menjanjikan keuntungan besar. Korban kemudian memberikan modal kerja sebesar Rp 5.850.000.000, pada April 2019.

Dua bulan berselang, pelaku kembali menawarkan proyek pengelolaan parkir gedung dan mal ternama. Pada saat itu, korban memberikan uang Rp 117 juta. Kemudian, pada bulan Juli 2019, tersangka datang kepada korban dan meminta uang yang akan digunakan dalam proyek suplai MFO Bojonegara-Cilegon, sebesar Rp 3 miliar.

Terakhir, tersangka menawarkan sebidang tanah di daerah Depok dan meminta uang kepada korban sebesar Rp 2,2 miliar. Total kerugian korban kurang lebih Rp 39.538.849.015.

"Seiring berjalannya waktu korban merasa dirugikan dan akhirnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya tanggal 21 Januari 2020. Dia merasa telah ditipu dan digelapkan uangnya," katanya.

Setelah menerima laporan, Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya langsung melakukan penyelidikan dan menangkap DK bersama istrinya KA.

"Setelah kita lakukan pendalaman DK ini mengubah KTP-nya dengan nama DW (Donny Widjaja). Dengan KTP palsu ini dia membuka rekening, melakukan penipuan dengan mengaku mantan menantu salah satu petinggi Polri, sehingga dengan rayuannya korban kemudian ikut melakukan investasi fiktif," jelasnya.

Sementara, KA berperan menerima transferan dari suaminya kemudian dibelikan aset sebidang tanah dan rumah. "Makanya kita arahkan ke TPPU karena dia memang adalah yang menerima transferan dari suaminya sendiri. TPPU pasif, karena diasetkan dari hasil kejahatan membelikan kembali atau mencuci uangnya beberapa aset yang ada sebidang tanah dan rumah di Bintaro Jaya," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka DK dan KA dijerat Pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dan atau pasal 263 ayat (2) KUHP Juncto Pasal 3,4,5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana pencucian uang, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

43% Tenaga Kesehatan di Depok Sudah Divaksinasi Covid-19

Jumlah tenaga kesehatan di Depok yang sudah divaksin sebanyak 5.293 orang dan yang ditunda vaksinasinya sebanyak 686 orang.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

Pengembang Grand Kota Bintang Diminta Kembalikan Fungsi Kali Cakung

Banjir yang terjadi kolong Tol JORR yang kerap terjadi saat musim hujan, salah satu penyebabnya adalah penyempitan badan Kali Cakung.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

Wagub DKI Jakarta Pastikan Banjir di Ibukota Terkendali

Wagub Riza Patria menjelaskan pembuatan kolam olakan bertujuan sebagai lokasi penampungan air dari jalan yang kemudian diteruskan ke sungai dan bermuara ke laut

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

Pekan Depan, 1.500 Petak Makam di TPU Rorotan Siap Tampung Jenazah Covid-19

TPU Rorotan memiliki lahan untuk pemakaman seluas 25 hektare dan 8.000 meter persegi diantaranya siap dipakai untuk pemakaman jenazah Covid-19.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

RSDC Wisma Atlet Kekurangan Tenaga Medis ICU & HCU

RSDC Wisma Atlet mengalami kekurangan tenaga medis yang menangani pasien di High Care Unit (HCU) dan Intensive Care Unit (ICU).

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

3.785 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Jumlah ini berkurang 293 orang dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 4.078 pasien.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

Tim DVI Terus Berupaya Identifikasi 7 Penumpang Sriwijaya Air

Hingga Selasa (26/1/2021) malam, dari 62 penumpang, sudah 55 yang telah teridentifikasi.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

Pemkot Depok Jajaki Apartemen untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Selain itu juga ada hotel swasta, tetapi hotel itu belum memberikan respons.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

Program ETLE Perlu Didukung Basis Data Kendaraan yang Akurat

Ke depan penilangan terhadap pelanggar lalu lintas secara langsung di jalan akan dihapuskan, dan Polri akan mengintensifkan penegakan hukum dengan sistem ETLE.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2

Kenaikan permukaan air terjadi bertahap seiring dengan hujan yang mengguyur wilayah Jakarta Rabu dini hari.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS