Berkedok Kios Burung, Penjual Hewan Langka Dibekuk Polisi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Berkedok Kios Burung, Penjual Hewan Langka Dibekuk Polisi

Kamis, 28 Januari 2021 | 14:18 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Sub Direktorat Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, membekuk satu tersangka penjual hewan langka, yaitu orang utan, lutung, dan burung beo nias, di kios burung Pasar Sukatani, Jalan Raya Sukatani, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.

"Pelaku satu orang kita amankan karena menyelundupkan, memperjualbelikan hewan-hewan langka yang memang dilindungi pemerintah, dengan mencari keuntungan. Pelaku berinisial YI," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021).

Dikatakan Yusri, tersangka menyimpan, memiliki, memelihara, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Ia masuk ke komunitas pencinta satwa untuk mencari satwa yang dilindungi. Dia juga memasang status di whastapp untuk menarik minat pembeli satwa yang dilindungi. Termasuk, menpromosikannya di media sosial.

"Dia membuat kamuflase dengan menjual hewan-hewan biasa yang tidak dilindungi di kios burung miliknya. Dia mengikuti komunitas pencinta satwa, mencari siapa yang memiliki hewan langka dia siap membeli, nanti dia jemput. Kemudian dia juga punya komunitas lainnya untuk menjual," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, penyidik melakukan penangkapan dengan berpura-pura menjadi calon pembeli. Tersangka tidak menyiapkan hewan-hewan itu secara langsung karena takut. Oleh karena itu, jika ada pembelian yang pesan sekitar tiga sampai lima hari, baru disiapkan. Hal ini untuk menghindari petugas.

“Biasanya, karena kita masuk dalam komunitas itu dan kita memesan di sana, keluar tiga sampai lima hari baru barang tersebut ada, baru ada pembayaran sesuai dengan perjanjian harga yang disampaikan di situ. Ketika barang datang, kita kemudian melakukan penangkapan," katanya.

Menurut Yusri, tersangka YI sudah menjalankan aksinya memperdagangkan hewan langka yang dilindungi sejak Agustus 2020 lalu.

"Tiap satu binatang atau hewan dia bisa mengambil keuntungan satu sampai Rp 10 juta. Kita akan mendalami terus dari mana dia mendapatkan hewan ini. Apakah kemungkinan ada kejahatan internasional lintas negara? Nanti kita akan dalami semuanya. Apakah akan diselundupkan ke luar negeri nanti akan kita kembangkan," jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka YI dikenakan Pasal 40 ayat 2 Juncto Pasal 21 ayat 2 huruf a Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

"Barang bukti yang diamankan satu ekor orang utan dengan nama latin pongo abelii, tiga ekor burung beo nias, dan tiga ekor lutung jawa," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sandiaga Minta Pemprov DKI Siapkan Data untuk Tambahan Hotel Isolasi Mandiri

Sejak pandemi tahun 2020, pemerintah pusat telah menyediakan FIMK Wisma Atlet dan 17 hotel.

MEGAPOLITAN | 28 Januari 2021

Akhir Januari, Progres Jakarta International Stadium Capai 45,25%

Itu sebabnya, pemasangan dan pengangkatan girder ramp barat JIS dibantu dengan menggunakan crawler crane.

MEGAPOLITAN | 28 Januari 2021

Jabodetabek Butuh Aplikasi Sistem Rujukan untuk Mengetahui Keterisian Ruang Isolasi

Namun, harus ditingkatkan lagi sehingga warga bisa meng-update secara realtime.

MEGAPOLITAN | 28 Januari 2021

3.643 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Tercatat, sejak Maret 2020 silam, ada 54.139 pasien terdaftar di empat tower (4-7) RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

MEGAPOLITAN | 28 Januari 2021

Polisi Bekuk 2 Pembegal Pesepeda di Latumenten

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, membekuk dua bandit yang beraksi membegal atau merampas handphone pesepeda.

MEGAPOLITAN | 28 Januari 2021

Pemprov DKI Siapkan 17.900 Petak Makam Khusus Covid-19

Ariza mengungkapkan, 17.900 petak makam tersebut akan disiapkan di beberapa lahan TPU baru.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

Pemerintah Pastikan Investasi Grand Kota Bintang Tidak Terganggu

Sofyan Djalil menegaskan, pemerintah sangat mendorong kemudahan investasi.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

Menpupera Minta Pengembang Tidak Sembarang Manfaatkan Badan Sungai

Sebelum ultimatum Grand Kota Bintang Bekasi, pemerintah telah membongkar wisata air Dwi Sari Water park di Sungai Cibeet.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

30 Januari, Berlaku Tarif Baru di Tol Bogor Ring Road

Tarif baru akan mulai diberlakukan di Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) mulai 30 Januari 2021 pukul 00.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021

Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Kabupaten Bekasi Dimulai Besok

Pemkab Bekasi sudah menerima 12.000 dosis vaksin Sinovac. Selanjutnya, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dilakukan mulai besok, Kamis (28/1/2021).

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS