Ini Modus Mafia Tanah Caplok Sertifikat Rumah Keluarga Dino Patti Djalal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Modus Mafia Tanah Caplok Sertifikat Rumah Keluarga Dino Patti Djalal

Jumat, 19 Februari 2021 | 20:24 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Sub Direktorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah menangkap dan menetapkan 15 mafia tanah sebagai tersangka terkait tiga laporan polisi yang diadukan keluarga Dino Patti Djalal.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, pada laporan pertama polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka.

"Saya ambil contoh yang LP nomor satu, yang di Pondok Pinang. Ada lima tersangka di situ, yang tiga sementara (sudah) menjalani hukuman dengan kasus mafia tanah lain," ujar Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/2/2021).

Kelima tersangka itu berinsial ADS, DR, SS, VGA, dan FS. Mereka memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksinya.

Tersangka ADS berperan mencari korban yang hendak menjual rumah atau properti, mencari atau menyediakan calon pembeli bersama SS, mengarahkan pelapor Mustopa untuk menyerahkan SHM 2.614/ Pondok Pinang atas nama Zurni Hasyim Djalal kepada tersangka DR dengan alasan untuk pengecekan di BPN Jaksel, kemudian mengatur rencana, menyuruh tersangka DR untuk membuat tanda tangan palsu penjual (Zurni Hasyim Djalal dan suaminya Hasyim Djalal), dan menerima uang Rp 100 juta dari tersangka VGA.

"Salah satu yang di dalam lapas inisialnya A, dia adalah otaknya," ungkap Yusri.

Selanjutnya, tersangka DR berperan mengaku sebagai staf notaris, menerima Sertifikat Hak Milik (SHM) asli dari Mustopa, memberi tanda terima SHM dengan kop notaris palsu, memalsukan tanda tangan penjual Zurni Hasyim Djalal dan suaminya Hasyim Djalal dalam AJB 103/2019 PPAT Erlinawati, SH, dan menerima uang Rp 15.000.000 dari tersangka ADS.

Kemudian, tersangka SS perannya mencari dan menyediakan calon pembeli, turut bersama tersangka ADS dalam pengurusan jual-beli, dan menerima uang Rp 100.000.000.

Tersangka VGA -perempuan- berperan mengaku sebagai pembeli, mengetahui perihal pembuatan AJB 103/2019 PPAT Erlinawati, SH tentang jual beli rumah di Pondok Indah dari Zurni Hasyim Djalal kepada VGA padahal para pihak tidak pernah menghadap PPAT, menggunakan AJB 103/2019 PPAT Erlinawati, SH sebagai warkah ke BPN Jaksel guna peralihan SHM 2614/Pondok Pinang atas nama Zurni Hasyim Djalal menjadi atas namanya padahal tidak pernah ada jual beli. Kemudian, setelah SHM beralih nama dia menjual rumah itu kepada Hendry Oktavianus senilai Rp 10 miliar.

Terakhir tersangka FS, yang merupakan suami VGA perannya, mengaku sebagai pembeli, selalu mendampingi VGA ketika bertemu Mustopa dan Zurni Hasyim Djalal, dan bersama VGA menjual rumah itu kepada Hendry Oktavianus.

"Jadi modus operandinya, pelaku berpura-pura sebagai pembeli rumah dan meminta asli sertifikat dengan dalih untuk pengecekan ke Badan Pertanahan Nasional Jakarta Selatan, kemudian membuat AJB palsu dan melakukan balik nama sertifikat tanpa sepengetahuan pemilik," kata Yusri.

Yusri menjelaskan, kasus ini bermula ketika pelapor Mustopa -penghubung atau broker- dihubungi tersangka ADS, dan diminta mencarikan aset tanah di Jakarta Selatan, medio Maret 2019. Kemudian, Mustopa menawarkan tanah dan bangunan milik Zurni Hasyim Djalal, di Pondol Indah, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Kemudian, tersangka ADS menghubungi Mustopa bahwa ada pembeli yakni tersangka FS dan tersangka VGA," ucapnya.

Pada 10 April 2019, atas permintaan tersangka ADS, pelapor Mustopa kemudian menyerahkan asli Sertifkat Hak Milik No. 2614/Pondok Pinang atas nama Zurni Hasyim Djalal, IMB dan PBB kepada tersangka DR. Kemudian, tersangka FS dan VGA menemui Mustopa untuk berpura-pura survei.

"Selanjutnya, tersangka DR diminta tersangka ADS mengurus pembuatan AJB dan proses balik nama SHM tanpa melibatkan pemilik," katanya.

Sejurus kemudian, tersangka DR minta dibuatkan draf AJB tanpa nomor PPAT Erlina Kurniawati. Tersangka ADS selanjutnya, memerintahkan DR untuk menandatangani selaku pihak penjual. Setelah ditandatangani, draf AJB diserahkan kepada PPAT Erlina Kurniawati untuk dimintakan penomoran AJB.

Kemudian, terbit akte jual beli nomor 103/2019, antara Zurni Hasyim Djalal selaku penjual dengan VGA selaku pembeli dengan harga Rp 17,5 miliar. Padahal pihak penjual maupun pembeli tidak hadir. Pada akhirnya, SHM Nomor 2614/Pondok Pinang beralih menjadi atas nama VGA, dan kemudian ditawarkan atau dijual kepada Hendry Oktavianus senilai Rp 10 miliar.

Dalam perjalanan waktu, rumah itu kemudian juga dijual Hendry kepada seseorang bernama Thomas Irawan Tjahjono senilai Rp 18,8 miliar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Awal Pekan, Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

BMKG memprediksi pada awal pekan ini, Senin (18/10/2021), wilayah DKI Jakarta diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan pada pagi dan siang hari.

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

Wagub Riza Patria Minta Partisipasi Publik Cegah Terjadinya Kebakaran di Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta partisipasi publik untuk mencegah kebakaran di Jakarta yang marak terjadi belakangan ini.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Pemkot Bekasi Tampung Aspirasi Warga Terkait Penanganan Banjir

Pemkot Bekasi menampung aspirasi warga RW 20 Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya yang mengeluhkan persoalan banjir.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Wow, Bogor Bakal Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Pada 2023 Indonesia bakal mempunyai jembatan gantung terpanjang di dunia dengan 530 meter di kaki Gunung Pangrango, Megamendung, Kabupaten Bogor.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Calon ASN Diminta Paham Nilai Dasar “Berakhlak”

Setiap calon ASN diharapkan dapat memahami nilai dasar “Berakhlak” atau Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Tokoh Turki Mustafa Kemal Ataturk Jadi Nama Jalan, Ini Penjelasan Wagub DKI

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan penjelasan mengenai tokoh Turki Mustafa Kemal Ataturk menjadi nama salah satu jalan di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Besok, 36 SD Kota Bogor Gelar Uji Coba PTM

Sebanyak 36 sekolah dasar (SD) di Kota Bogor akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM), mulai Senin (18/10/2021)

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Cuaca Ekstrem di Kota Bogor, Pohon Tumbang Hingga Menimpa Mobil

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor pada Minggu (17/10/2021), membuat sejumlah pohon tumbang hingga menimpa mobil.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Gerebek Sindikat Pinjol di Cengkareng, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan enam orang tersangka dari 56 orang yang diamankankan dari penggerebekan pinjol ilegal di Cengkareng, Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Libur Akhir Pekan, Pengunjung Kebun Raya Bogor Naik 40%

Kebun Raya Bogor masih menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan domestik.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
2021, Emisi Karbon dari Negara Kaya Meningkat Pesat

2021, Emisi Karbon dari Negara Kaya Meningkat Pesat

DUNIA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings