Kadis SDA DKI: Tak Ada Lagi Dikotomi Normalisasi dan Naturalisasi Sungai
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Kadis SDA DKI: Tak Ada Lagi Dikotomi Normalisasi dan Naturalisasi Sungai

Kamis, 25 Februari 2021 | 12:12 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal meminta publik tidak perlu mendikotomikan lagi istilah normalisasi dan naturalisasi sungai dalam rangka pengendalian banjir di Jakarta. Kedua program tersebut saling terkait satu sama lain dalam rangka menambah kapasitas sungai-sungai di Jakarta.

"Sekali lagi enggak ada lagi dikotomi naturalisasi normalisasi," ujar Yusmada usai dilantik menjadi Kadis SDA DKI baru beberapa waktu lalu.

Yusmada mengatakan, penambahan kapasitas sungai bisa dilakukan dengan cara alami maupun dengan penambahan sheet pile sebagai penahan dinding tebing. Karena itu, normalisasi dan naturalisasi berjalan seiring.

"Bahwa penanganannya nanti bisa dengan cara-cara yang natural atau bisa sheet pile-sheet pile itu sebagai penahan-penahan dinding tebing. Itu konstruksinya," kata Yusmada.

Normalisasi sungai Ciliwung merupakan program kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR. Normalisasi ini sudah mulai dikerjakan sejak 2012 dengan target sepanjang 33,69 kilometer.

Hingga Tahun 2017, sudah berhasil dinormalisasi sepanjang 16 kilometer, yakni
yakni diperlebar dan dibeton untuk memperlancar aliran sungai. Program ini kemudian terhenti karena terkendala pembebasan lahan.

Dalam program normalisasi ini, Pemprov DKI bertugas melakukan pembebasan lahan dan konstruksinya dibangun oleh Kementerian PUPR.

Baca Juga:

Sebelumnya, Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono juga mengatakan Pemprov DKI juga tidak mendikotomikan antara normalisasi dan naturalisasi sungai dalam pengendalian banjir Jakarta. Keduanya tetap dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi intensif dengan pemerintah pusat.

“Pada prinsipnya, konsep naturalisasi dan normalisasi dapat dilakukan secara sinergis untuk mencapai tujuan yang maksimal. Keduanya merupakan upaya merevitalisasi kali, sungai, kanal, waduk, situ dan saluran makro dalam upaya untuk menjaga kapasitas badan air sesuai dengan kebutuhan agar berfungsi optimal. Jenis-jenis kegiatan terkait hal ini, antara lain penghijauan di bantaran air, pengerukan, dan pendalaman badan air, dan penurapan badan air,” ujar Nasruddin dalam keterangannya, Rabu (10/2/2021).

Apalagi, kata Nasruddin, program normalisasi sungai sejalan dengan kesepakatan bersama rencana aksi penanggulangan banjir dan longsor di Kawasan Jabodetabekpunjur 2020-2024.

Dalam rencana itu, Kementerian Pekerjaa Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) akan melaksanakan konstruksi pengendalian banjir di kali/sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah mendukung dengan pengadaan tanah pada lokasi kali atau sungai yang akan dikerjakan.

“Secara faktual, Pemprov DKI Jakarta selama ini tetap melakukan pengadaan tanah di kali/sungai yang mendukung pelaksanaan normalisasi oleh Pemerintah Pusat," tutur Nasruddin.

Terakhir pada 2020, kata Nasruddin, Pemprov DKI telah melakukan proses pengadaan tanah di Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Sunter, dan Jatikramat senilai sekitar Rp 340 miliar. Sedangkan, untuk Kali Angke, pengerjaannya dilakukan pada 2021.

"Pada 2021 ini, anggarannya telah teralokasi senilai sekitar Rp 1,073 triliun yang diperuntukkan bagi pengadaan tanah di sungai/kali tersebut dan beberapa lokasi waduk serta sungai dalam sistem pengendali banjir,” terang Nasruddin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

3 Tewas Ditembak di RM Cafe Cengkareng, Pelaku Ditetapkan Tersangka

Dikatakan Fadil, Polri akan menindak pelaku dengan tegas dan menjalankan penegakan hukum yang berkeadilan.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Mayat Perempuan dalam Plastik Diduga Korban Pembunuhan

Mayat itu ditemukan seorang perkerja material sekira pukul 08.00 WIB, yang hendak membuka toko dan melihat kantong plastik sampah hitam besar.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Mayat Wanita Terbungkus Plastik Ditemukan di Pinggir Jalan

Mayat tersebut pertama kali ditemukan Dedi, karyawan toko bangunan setempat saat hendak bekerja.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

DKI Distribusikan Prasarana Pendukung Tambahan untuk Kawasan Rawan Banjir

Prasarana pendukung menghadapi musim hujan tersebut juga telah didistribusikan ke Kampung Siaga di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Kemsos Salurkan Logistik dan Dapur Umum untuk Korban Banjir di Bekasi

Jebolnya tanggul merupakan salah satu penyebab terendamnya kawasan di sekitarnya. Terdapat, 30 rumah warga yang rusak yang akan diperbaiki secepatnya.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

7 Orang Positif Covid-19, PN Jakpus Kembali Lockdown

Kegiatan PN Jakarta Pusat akan kembali normal seperti biasa, terhitung mulai hari Senin, 1 Maret 2021.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Wagub DKI: 1,8 Juta Sumur Resapan Tidak Bisa Dikerjakan dalam Satu Periode

Ariza mengatakan hingga saat ini, Pemprov DKI Jakarta sudah membuat 3.964 sumur resapan di sejumlah tempat.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Jalur Sepeda Permanen Sudirman-Thamrin Selesai Bulan Depan

Pemprov DKI menargetkan pembangunan jalur sepeda permanen sepanjang 11,2 km senilai Rp 30 miliar itu selesai pada Maret 2021.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Ketua DPRD DKI Ungkap Potensi Sabotase di Proyek MRT

Ketua DPRD DKI Jakarta menyoroti lemahnya pengawasan keamanan di lingkungan PT MRT Jakarta sehingga rawan disusupi orang atau pihak tak bertanggung jawab.

MEGAPOLITAN | 24 Februari 2021

Pemkab Bogor Terima 7.730 Vaksin Covid-19 Tahap Kedua

Untuk yang pertama datang dalam kemasan single dus tetapi yang sekarang multidus.

MEGAPOLITAN | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS