Tiga Saksi Kunci Tidak Bisa Tunjukkan John Kei Terlibat Penyerangan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tiga Saksi Kunci Tidak Bisa Tunjukkan John Kei Terlibat Penyerangan

Jumat, 26 Februari 2021 | 12:01 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang lanjutan perkara kekerasan yang diduga melibatkan John Refra alias John Kei, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (24/2/2021). Pada sidang tersebut, dihadirkan tiga orang saksi dari pihak jaksa penuntut umum (JPU), yakni Angky, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, dan Gaspar.

Penasihat hukum John Kei mengklaim, seluruh keterangan saksi tak menunjukkan keterlibatan kliennya, terutama dalam peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Kami lega dan bisa sumringah atas selesainya persidangan. Bagaimana tidak lega, dari saksi korban tidak dapat menunjukkan atau membuktikan John Refra atau John Kei yang melakukan perintah atas kejadian di Kosambi," kata salah seorang penasihat hukum John Kei, Morris, Jumat (26/2/2021).

Begitu pula kesaksian Nus Kei, orang yang disebut-sebut bersengketa dengan John Kei dalam perkara ini. Menurut Morris, keterangan Nus Kei menegaskan bahwa pria itu tak ada saat peristiwa di Duri Kosambi terjadi. Serta adanya utang Rp 2 miliar Nus Kei, yang hendak ditagih pihak John Kei.

"Kemudian dalam kesaksian kedua yaitu Nus Kei yang di bawah sumpah, setelah digali keterangannya oleh majelis hakim yang terhormat, JPU dan tim lawyer semakin menegaskan bahwa saksi Nus Kei tidak ada di lokasi kejadian Kosambi," tutur Morris. "Kemudian adanya penagihan uang Rp 2 miliar beberapa kali sampai penagihan terakhir terjadilah pengrusakan rumahnya yang di Greenlake."

Nus Kei dalam keterangannya, kata Morris, juga menyampaikan pengakuan jika telah mendatangi John Kei untuk meminta bantuan dana Rp 1 miliar.

"Serta dengan tegas saksi menerangkan bahwa benar saksi mendatangi klien kami untuk meminta bantuan dana Rp 1 miliar, kemudian klien kami yang menghubungi rekannya yang dipanggil 'bos kecil'," tutur Morris.

"Perlu diketahui, klien kami menegaskan dari awal bahwa setelah klien kami menghubungi bos kecil itu maka disepakati penggunaan uang bos kecil sebesar Rp 500 juta, dikarenakan Rp 500 juta lainnya dari uang klien kami dan akan dikembalikan sebesar Rp 2 miliar seperti sesuai dalam dakwaan JPU," lanjutnya.

Sementara menurut pengacara John Kei lainnya, Yenny Rossa, uang tersebut lalu diserahkan istri John Kei ke Nus Kei, dan selanjutnya diberikan ke seorang pengacara bernama Taufik Chandra. Uang dipakai untuk mengurus perkara di Mahkamah Agung, terkait sebuah lahan di Ambon.

"Jadi sampai selesainya saksi memberikan kesaksian, tidak ada satupun yang dapat menunjukkan atau membuktikan adanya perintah dari klien kami John Refra atau John Kei terkait peristiwa Kosambi," jelasnya.

Begitu juga saksi lainnya, Gasper, yang juga disebut tak menunjukkan keterlibatan John Kei dalam peristiwa di Duri Kosambi.

"Kami tetap akan istikamah memperjuangan nasib klien kami John Refra atau John Kei dan sadar bahwa JPU dan kami sedang menggoda keyakinan majelis hakim sesuai lima alat bukti yang akan disajikan oleh JPU dan penasihat hukum. Kami berharap JPU tidak datang ke pengadilan hanya untuk menang, akan tetapi datang ke pengadilan untuk membuka keadilan seterang-terangnya," papar Yenny.

Yenny menuturkan, dalam hukum pidana bukti itu harus seterang cahaya. Tidak boleh bukti itu hanya dari asumsi, ilusi atau ego penegak hukum itu sendiri. Begitu juga apabila ada suatu tindak pidana, pihaknya menegaskan bukan hadir untuk menghilangkan pidana tersebut. Tetapi untuk mengurangi pidana itu, untuk mendapatkan kesadaran serta efek jera bagi si pelaku.

"Akan tetapi jika klien kami John Refra atau John Kei tidak terbukti bersalah maka harus dibebaskan. Semua penegak hukum tidak boleh menzalimi siapapun apalagi John Refra atau John Kei. Kami akan lawan kezaliman atau kriminalisasi tersebut," tegas Yenny.

"Kami pun mendoakan majelis hakim yang mengadili perkara kami agar terus diberikan rahmat, kesehatan serta perlindungan dari Allah SWT agar selalu istikamah," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kadis SDA DKI: Tak Ada Lagi Dikotomi Normalisasi dan Naturalisasi Sungai

Dalam program normalisasi ini, Pemprov DKI bertugas melakukan pembebasan lahan dan konstruksinya dibangun oleh Kementerian PUPR.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

3 Tewas Ditembak di RM Cafe Cengkareng, Pelaku Ditetapkan Tersangka

Dikatakan Fadil, Polri akan menindak pelaku dengan tegas dan menjalankan penegakan hukum yang berkeadilan.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Mayat Perempuan dalam Plastik Diduga Korban Pembunuhan

Mayat itu ditemukan seorang perkerja material sekira pukul 08.00 WIB, yang hendak membuka toko dan melihat kantong plastik sampah hitam besar.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Mayat Wanita Terbungkus Plastik Ditemukan di Pinggir Jalan

Mayat tersebut pertama kali ditemukan Dedi, karyawan toko bangunan setempat saat hendak bekerja.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

DKI Distribusikan Prasarana Pendukung Tambahan untuk Kawasan Rawan Banjir

Prasarana pendukung menghadapi musim hujan tersebut juga telah didistribusikan ke Kampung Siaga di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Kemsos Salurkan Logistik dan Dapur Umum untuk Korban Banjir di Bekasi

Jebolnya tanggul merupakan salah satu penyebab terendamnya kawasan di sekitarnya. Terdapat, 30 rumah warga yang rusak yang akan diperbaiki secepatnya.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

7 Orang Positif Covid-19, PN Jakpus Kembali Lockdown

Kegiatan PN Jakarta Pusat akan kembali normal seperti biasa, terhitung mulai hari Senin, 1 Maret 2021.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Wagub DKI: 1,8 Juta Sumur Resapan Tidak Bisa Dikerjakan dalam Satu Periode

Ariza mengatakan hingga saat ini, Pemprov DKI Jakarta sudah membuat 3.964 sumur resapan di sejumlah tempat.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Jalur Sepeda Permanen Sudirman-Thamrin Selesai Bulan Depan

Pemprov DKI menargetkan pembangunan jalur sepeda permanen sepanjang 11,2 km senilai Rp 30 miliar itu selesai pada Maret 2021.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Ketua DPRD DKI Ungkap Potensi Sabotase di Proyek MRT

Ketua DPRD DKI Jakarta menyoroti lemahnya pengawasan keamanan di lingkungan PT MRT Jakarta sehingga rawan disusupi orang atau pihak tak bertanggung jawab.

MEGAPOLITAN | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS