Pengamat: Normalisasi dan Naturalisasi Sungai Tidak Perlu Dipertentangkan
Logo BeritaSatu

Pengamat: Normalisasi dan Naturalisasi Sungai Tidak Perlu Dipertentangkan

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:06 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menilai program normalisasi dan naturalisasi tidak perlu diperdebatkan dan dipertentangkan. Menurut Nirwono, kedua program tersebut seharusnya dipadukan dalam penataan sungai di Jakarta sebagaimana terjadi di banyak kota di Eropa, Australia, dan Amerika Serikat.

“Jadi, keduanya tidak perlu dipedebatkan apalagi dipertentangkan. Dipadukan saja untuk menata air di Jakarta,” ujar Nirwono saat dihubungi, Kamis (25/2/2021).

Normalisasi, kata Nirwono, erat kaitannya dengan betonisasi dan naturalisasi terkait penghijauan sungai dan bantar sungai dengan tanaman. Padahal naturalisasi, kata dia sebenarnya termasuk dalam normalisasi sungai.

Normalisasi, tutur Nirwono, adalah upaya upaya mengembalikan atau mempertahankan bentuk alami sungai yang berliku-liku secara alami, memperlebar kembali badan sungai dan mengeruk kedalaman sungai agar kapasitas daya tampung sungai mendekati daya tampung semula dan ideal.

“Jadi, normalisasi sebenarnya mencakup konsep naturalisasi untuk menghijaukan kembali bantaran sungai agar tanaman bisa menyerap air luapan dan mengurangi debit air banjir,” tandas dia.

Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28/PRT/M/2018 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau ditetapkan bahwa garis sempadan sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan berjarak 10 meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai dengan kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan 3 meter, 15 meter (3-20 meter), dan 30 meter (lebih dari 20 meter).

Sementara itu, garis sempadan sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan minimal berjarak 3 meter dari tepi luar kaki tanggul. Garis sempadan sungai adalah garis maya di kiri dan kanan palung sungai yang diterapkan sebagai batas perlindungan sungai.

Sementara naturalisasi, lanjut Nirwono, adalah upaya mengembalikan bentuk sungai ke kondisi alami, meliak-liuk bak ular, tampang melintang bervariasi, dan ditumbuhi tanaman lebat sebagai habitat organisme tepian sungai. Bantaran sungai dihijaukan dengan tanaman yang berfungsi sebagai hidrolis-ekologis alami, mencegah erosi dasar dan tebing sungai, serta meredam banjir.

“Saat hujan, tanaman di sepanjang sungai akan menghambat kecepatan aliran, muka air naik dan menggenangi bantaran dan tanaman di jalur hijau, yang secara alami memang dibutuhkan untuk ekosistem pendukung kelangsungan keanekaan hayati tepian sungai. Banyak kota di Eropa, Australia, dan Amerika Serikat yang memadukan pendekatan normalisasi dan naturalisasi dengan serasi dalam penataan sungainya,” jelas Nirwono.

Nirwono menegaskan baik normalisasi maupun naturalisasi membutuhkan relokasi warga dari pinggiran sungai. Karena keduanya membutuhkan lahan yang besar untuk memperlebar dan memperdalam sungai untuk meingkatkan kapasitas sungai dan memiliki sempadan sungai yang optimal.

Garis sempadan sungai harus mempertimbangkan karakteristik geomorfologi sungai, tata ruang kota, kondisi sosial-budaya masyarakat setempat, serta ketersediaan jalan akses bagi kegiatan pengawasan dan pemeliharaan sungai.

“Karena itu, Pemerintah DKI berkewajiban menertibkan semua bangunan yang berada di dalam sempadan sungai, mengembalikan fungsi sempadan sungai, serta merelokasi permukiman warga. Badan sungai difungsikan kembali sebagai pengendali banjir, penyuplai cadangan air, dan pelestarian ekosistem habitat satwa liar,” terang dia.

Karena itu, Nirwono mendorong Pemprov DKI untuk memperkuat sosialisasi kepada warga di sekitar bantaran sungai agar secara sukarela mau direlokasi tempat terdekat yang aman dari bencana, ke permukiman hunian (vertikal) yang lebih layak huni dan terpadu. Warga juga perlu diberikan pengetahuan dan wawasan risiko tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pomdam Jaya Kawal Kasus Penembakan di RM Cafe Cengkareng

Pangdam Jaya berpesan agar mengawal kasus ini, dan diselesaikan secara hukum yang berkeadilan.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Penembakan di RM Cafe Cengkareng, Kapolda Koordinasi dengan Pangdam

Polda Metro Jaya akan membantu keluarga dan proses pemakaman korban.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Penembakan di RM Cafe Cengkareng Tewaskan 3 Orang, Kapolda Metro Minta Maaf

"Seiring dengan hal tersebut, tersangka juga kami akan proses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri," ungkapnya.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Ini Kronologi Penembakan di RM Cafe Cengkareng

Dalam kondisi mabuk tersangka CS kemudian mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Tiga Saksi Kunci Tidak Bisa Tunjukkan John Kei Terlibat Penyerangan

Penasihat hukum John Kei mengklaim, seluruh keterangan saksi tak menunjukkan keterlibatan kliennya, terutama dalam peristiwa penganiayaan.

MEGAPOLITAN | 26 Februari 2021

Kadis SDA DKI: Tak Ada Lagi Dikotomi Normalisasi dan Naturalisasi Sungai

Dalam program normalisasi ini, Pemprov DKI bertugas melakukan pembebasan lahan dan konstruksinya dibangun oleh Kementerian PUPR.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

3 Tewas Ditembak di RM Cafe Cengkareng, Pelaku Ditetapkan Tersangka

Dikatakan Fadil, Polri akan menindak pelaku dengan tegas dan menjalankan penegakan hukum yang berkeadilan.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Mayat Perempuan dalam Plastik Diduga Korban Pembunuhan

Mayat itu ditemukan seorang perkerja material sekira pukul 08.00 WIB, yang hendak membuka toko dan melihat kantong plastik sampah hitam besar.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

Mayat Wanita Terbungkus Plastik Ditemukan di Pinggir Jalan

Mayat tersebut pertama kali ditemukan Dedi, karyawan toko bangunan setempat saat hendak bekerja.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021

DKI Distribusikan Prasarana Pendukung Tambahan untuk Kawasan Rawan Banjir

Prasarana pendukung menghadapi musim hujan tersebut juga telah didistribusikan ke Kampung Siaga di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

MEGAPOLITAN | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS