Kadis Sumber Daya Air Pastikan Jakarta Siaga Banjir
Logo BeritaSatu

Kadis Sumber Daya Air Pastikan Jakarta Siaga Banjir

Sabtu, 27 Februari 2021 | 21:52 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memilih Yusmada Faizal Samad sebagai kepala dinas (Kkadis) Sumber Daya Air (SDA) Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI. Yusmada menggantikan posisi Juaini Yusuf yang kini menjadi wakil wali kota Jakarta Utara.

Sebelumnya, Yusmada menjabat asisten sekretaris daerah bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pemprov DKI. Anies memiliki harapan besar kepada Yusmada untuk memastikan DKI siaga serta mampu mengendalikan banjir. Yusmada mengaku siap mengemban amanat yang diberikan oleh Anies.

“(Pesan Anies) kita tetap siaga banjir. Langkah-langkahnya sudah disiapkan, menyiapkan instrumen, alat-alat, intinya semuanya,” kata Yusmada di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Yusmada memerinci sejumlah program yang akan dijalankan dalam rangka pengendalian banjir. Misalnya revitalisasi dan pembangunan polder pengendali banjir. Yusmada menargetkan pada 2021, membangun 10 polder baru.

“Kita mengendalikan air yang datang dari langit Jakarta ini, merevitalisasi polder-polder yang ada, membangun polder baru, akan ada 10 polder yang kita bangun,” ujar Yusmada.

Pada 2020, Pemprov DKI sudah merencanakan melakukan revitalisasi dan membangun polder baru berjumlah 47 polder. Dari jumlah tersebut, 31 polder sudah dibangun, 10 polder ditingkatkan kapasitas pompanya, dan menyisakan 6 polder. Namun, target membangun polder terkendala anggaran. Anggaran yang ada akhirnya dimanfaatkan untuk membeli pompa mobile.

Sistem polder yang sudah dilakukan revitalisasi atau rehabilitasi, antara lain Pompa Kali Betik dan Pompa Artha Gading (Kelapa Gading, Jakarta Utara), Pompa Pulomas (Pulo Gadung, Jakarta Timur), Pompa Marunda (Cakung-Cilincing, Jakarta Timur), Pompa Tipala (Makassar, Jakarta Timur), Pompa Adhyaksa (Cipayung, Jakarta Timur).

Kemudian, Pompa Muara Angke dan Pompa Teluk Gong (Penjaringan, Jakarta Utara), Pompa Mangga Dua (Pademangan, Jakarta Utara), serta Pompa Green Garden (Kembangan-Kedoya, Jakarta Barat).

Program lainnya, menurut Yusmada, pembangunan waduk-waduk besar. Misalnya seperti Waduk Brigif, Waduk Pondok Rangon dan Waduk Lebak Bulus. Ketiga waduk yang disebut Yusmada memang masuk dalam program prioritas pembangunan waduk pada 2020 hingga 2022. Target pada 2020 yakni pembebasan lahan.

Mulai tahun ini, dilakukan pembangunan fisik. Pembangunan fisik dan finishing ditargetkan selesai pada Maret 2022.

Juaini dalam rapat kerja dengan Komisi D DPRD DKI pada Senin, 22 Februari 2021, menyebut saat ini sedang proses lelang pembangunan fisik untuk tiga waduk tersebut ditambah Embung Wirajasa. Rencananya, kata Juaini, April atau Mei akan dimulai proses konstruksi.

Total keseluruhan pembangunan waduk dan embung tersebut seluas 26,18 hektare. Perinciannya, Waduk Brigif dengan luas 10,33 hektare, Waduk Pondok Rangon 11,55 hektare, Waduk Lebak Bulus 3,83 hektare, serta Embung Wirajasa 0,47 hektare.

Waduk-waduk ini diharapkan bisa memotong debit air saat banjir sehingga tidak meluap, seperti Waduk Pondok Rangon untuk memotong debit banjir 20% aliran kali Sunter, Waduk Brigif untuk memotong debit banjir 20% aliran kali Krukut dan Waduk Lebak Bulus untuk memotong debit banjir aliran kali Grogol.

Langkah berikutnya dari Yusmada yaitu pembangunan tanggul pengaman pantai atau NCICD. Panjang trace dari tanggul pengaman pantai ini adalah 46,212 km. Dari jumlah tersebut yang sudah dibangun sepanjang 12,664 km dan yang belum dibangun sepanjang 33,548 km.

Dari jumlah yang belum dibangun, sepanjang 11,080 km akan menjadi tugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sepanjang 22,468 km menjadi tugas Pemprov DKI. Lokasi pembangunan yang dilakukan pemprov yakni Kamal Muara, Muara Angke, Sunda Kelapa, Tanjung Priok, dan Kali Blencong. Untuk Sunda Kelapa rencananya dengan KPBU.

Cegah dan Antisipasi
Menurut Yusmada, pembangunan tanggul pantai ini penting untuk mencegah dan mengantisipasi banjir rob atau banjir karena air laut pasang. Hal ini biasanya terjadi di wilayah pesisir atau tepi laut Jakarta. Kini, di samping karena pasangnya air laut, penurunan muka tanah di utara Jakarta juga mempengaruhi meningkatnya banjir rob.

Yusmada menyatakan upaya penanganan banjir lainnya yakni normalisasi dan naturalisasi sungai. Menurut Yusmada, normalisasi dan naturalisasi tidak perlu dibedakan satu sama lain. Keduanya justru bisa dipadukan dalam rangka meningkatkan kapasitas sungai untuk mengurangi banjir Jakarta.

“Sekali lagi, enggak ada lagi dikotomi antara naturalisasi dan normalisasi. Yang penting, saluran-saluran air itu kita dalam kapasitas yang cukup,” kata Yusmada.

Yusmada mengatakan, Pemprov DKI sudah menyiapkan anggaran Rp 1 triliun untuk melakukan naturalisasi dan normalisasi sungai, kali dan waduk di Jakarta. Sungai-sungai besar seperti Ciliwung, Pesanggrahan, Sunter, Angke dan Jati Kramat, kata Yusmada, Pemprov DKI berkerja sama dengan pemerintah pusat.

Kementerian PUPR bertugas mengerjakan konstruksi, sedangkan Pemprov DKI melakukan pengadaan atau pembebasan lahan.

“Untuk kali-kali besar, seperti Ciliwung dan segala macam, itu kan kewenangan penanganan konstruksinya di Kementerian PUPR. Pemprov itu adalah mendukung pembebasan atau penyediaan lahannya,” ungkap Yusmada.

Pada 2020, Pemprov DKI telah melakukan proses pengadaan tanah di Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Sunter, dan Jatikramat senilai sekitar Rp 340 miliar. Sementara untuk Kali Angke, pengerjaannya dilakukan pada 2021.

Selain langkah-langkah yang sudah disebutkan, Yusmada mengaku akan meneruskan program-program pengendalian banjir lain, yakni pemeliharaan pompa air, sumur resapan, drainase, dan langkah-langkah lain yang sudah diatur dan ditetapkan,

Saat ini, pompa air berjumlah 487 unit pompa stastioner dan 175 unit pompa mobile. Sementara sumur resapan jumlahnya mencapai 3.964 sumur resapan di sejumlah tempat, seperti di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), gedung pemerintah daerah, sekolah, taman kota, dan masjid.

Jumlah sumur resapan ini masih jauh dari jumlah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022, yakni 1,8 juta titik sumur resapan. Pembuatan sumur resapan ini menjadi salah satu program pengendalian banjir Jakarta. Pengerjaan sumur dimulai 2020 hingga 2022, memiliki target 60 titik sumur resapan tiap satu rukun tetangga (RT).

Perinciannya, 82.020 sumur resapan dari 1.367 RT di Jakarta Pusat, 364.620 sumur resapan dari 6.077 RT di Jakarta Selatan, 311.940 sumur resapan dari 5.199 RT di Jakarta Barat, dan 428.160 sumur resapan dari 7.136 RT di Jakarta Timur. Sementara itu, untuk sumur resapan tak akan dibangun di Jakarta Utara.

Secara implisit langkah-langkah yang akan diambil Yusmada, memberikan solusi terhadap 3 penyebab utama banjir di Jakarta. Penyebab pertama, adalah hujan lokal dengan curah hujan lebat hingga ekstrem seperti pada Sabtu, 20 Februari 2021. Penyebab ini bisa diatasi dengan revitalisasi dan pembangunan polder baru, sumur resapan dan pompa air serta peningkatan kapasitas kali, waduk, embung, dan saluran penghubung.

Penyebab kedua, banjir kiriman dari hulu dengan pembuatan waduk-waduk besar, normalisasi dan naturalisasi serta peningkatan kapasitas kali, waduk, dan embung yang ada. Penyebab ketiga adalah banjir rob dengan pembuatan tanggul pengaman pantai.

Pesan Anies Baswedan
Anies melantik Yusmada bersama 12 pejabat lainnya pada Selasa, 23 Februari 2021 lalu di Balai Kota DKI. Dalam sambutannya, Anies memberikan pesan khusus kepada Yusmada untuk segera mengorganisir kekuatan dalam rangka mengendalikan banjir di Jakarta.

“Kita sama-sama menghadapi musim hujan, khusus kepada kepala dinas SDA yang telah ada pengalaman, jika sudah mendapatkan amanat, untuk segera mengorganisir kekuatan kita dalam menanggulangi musim penghujan. Segera pastikan pengelolaan kita di sana berjalan dengan sebaik-baiknya,” tutur Anies.

Anies tentunya mempunyai harapan besar agar Yusmada bisa mengeksekusi program-program yang sudah ada sehingga pengendalian banjir di masa mendatang bisa lebih baik.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, total anggaran yang akan dikelola oleh Dinas SDA DKI Tahun 2021 senilai Rp 4 triliun lebih dengan perincian Rp 1 triliun lebih berasal dari APBD dan Rp 3 triliun lebih berasal dari program PEN.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengamat: Penanganan Banjir Jakarta Belum Maksimal

Setidaknya ada empat langkah rencana yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengatasi banjir.

MEGAPOLITAN | 27 Februari 2021

MRT Jakarta Pastikan Semua Infrastruktur Siap Hadapi Banjir

MRT Jakarta menyiapkan infrastruktur sistem peringatan dini guna menjaga operasional layanan saat terjadi banjir.

MEGAPOLITAN | 27 Februari 2021

Hari Pertama Pekan Keempat, 7.933 Kendaraan Terjaring Ganjil Genap Bogor

Sebanyak 7.933 kendaraan berplat genap terjaring dan diminta putar balik dalam operasi ganjil genap di Kota Bogor hari pertama Sabtu (27/2/2021) pekan keempat

MEGAPOLITAN | 27 Februari 2021

Tol Bocimi Seksi 2 Cigombong-Cibadak Rampung Agustus 2021

Ditargetkan konstruksi Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 2 rampung pada Agustus 2021.

MEGAPOLITAN | 27 Februari 2021

Mayoritas Fraksi Tolak Langkah PSI Gunakan Hak Interpelasi

Upaya Fraksi PSI ini tidak mendapatkan respons positif dari rekan-rekan di DPRD DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 27 Februari 2021

Mantan Kades di Bogor Gelapkan Dana Desa Rp 900 Juta

Temuan penyimpangan tersebut bermula dari audit yang memeriksa kerugian negara yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Bogor.

MEGAPOLITAN | 27 Februari 2021

Mampu Turunkan Angka Covid-19, Ganjil Genap Kota Bogor Bisa Ditiru Kota Lain

Ada korelasinya antara semakin banyaknya aktivitas pertukaran orang atau komuter dari berbagai tempat dan penyebaran kasus Covid-19.

MEGAPOLITAN | 27 Februari 2021

Jenazah Gadis dalam Plastik, Polisi Ungkap Hasil Visum

Hasil visum terhadap DP menyatakan bahwa korban bukan korban kekerasan seksual.

MEGAPOLITAN | 27 Februari 2021

JPKM Tuntaskan Bedah Rumah untuk Warga Serpong

JPKM berhasil menuntaskan program bedah rumah dengan menyerahkan kunci kepada warga Kelurahan Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (27/2/2021).

MEGAPOLITAN | 27 Februari 2021

Diduga Sakit, ASN Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

Setelah masuk ke kamar diketahui korban sudah kondisi meninggal dunia terlentang di kasur.

MEGAPOLITAN | 27 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS