Laporan Dugaan Mafia Tanah di Kebon Sirih Naik Penyidikan
Logo BeritaSatu

Laporan Dugaan Mafia Tanah di Kebon Sirih Naik Penyidikan

Rabu, 3 Maret 2021 | 15:12 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya terus mengusut laporan dugaan pemalsuan sertifikat tanah dan properti di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kasusnya telah dinaikkan dari penyelidikan ke tingkat penyidikan.

"Masih pemeriksaan, sudah naik sidik. Belum, tersangkanya belum. Peristiwanya sudah, diduga ada pidana iya, makanya naik sidik. Namun, penentuan tersangka belum, masih dalam rangka pengumpulan alat bukti," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat, Rabu (3/3/2021).

Dikatakan Tubagus, tiap perkara itu kasusistis, sifatnya punya karakter yang berbeda-beda. Namun, untuk kasus mafia tanah di antara sekian banyak kemungkinan ada kesamaan, terutama terkait tindak kejahatan pemalsuan.

"Untuk masalah kerugiannya memang kan diduga ada yang dipalsukan atau ada kewajiban yang tidak dilaksanakannya, apakah itu menjadi pidana atau tidak ini sedang dikumpulkan alat buktinya untuk menentukan tersangkanya. Sudah naik sidik," ungkapnya.

Berharap
Sementara itu, Hartanto, selaku pengacara korban Dian Rahmiani mengatakan, diharapkan polisi segera menetapkan tersangka yang merugikan kliennya dan segera dijebloskan ke dalam penjara.

"Kami sangat berharap tim satgas mafia tanah yang sudah dibentuk ini bisa cepat tanggap, dan dalam hal ini dengan laporan yang sudah kita buat tim satgas ini bisa cepat menentukan siapa tersangkanya dalam perkara yang sedang saya jalani agar cepat terungkap," katanya.

Hartanto menyampaikan, bagi warga yang menjadi korban kasus serupa bisa membuat laporan ke Satgas Mafia Tanah. "Harapan saya dengan dibentuknya Tim Satgas Mafia Tanah ini biar banyak orang tahu, semua rekan yang merasa punya masalah dengan hak tanahnya akibat mafia tanah jangan segan-segan datangi tim satgas yang ada di Polda Metro Jaya. Contohnya kami sudah datangi dan direspons dengan baik," tandasnya.

Sebelumnya, seorang perempuan atas nama Dian Rahmiani membuat laporan terkait dugaan kasus pemalsuan sertifikat tanah karena rumah warisan orang tuanya senilai Rp 180 miliar di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, diduga dicaplok mafia tanah. Aduan Dian tercatat dengan nomor laporan polisi pada 21 Januari 2021.

Korban
Hartanto mengungkapkan, kliennya diduga menjadi korban aksi mafia tanah, pada 2017 silam. Ketika itu, korban memang berniat menjual tanah dan properti senilai Rp 180 miliar, di wilayah Kebon Sirih.

Kemudian, datang dua orang berinisial HK dan GS, mengaku sebagai pengusaha dengan memiliki plafon sebesar Rp 250 miliar di salah satu bank pelat merah. "Mereka akan membeli tanah tersebut seharga Rp 180 Miliar, yang akan dibayarkan sebanyak dua kali," kata Hartanto.

Hartanto melanjutkan, setelah melalui bujuk rayu, korban akhirnya sepakat menjual tanah warisan itu kepada HK dan GS. Kemudian, korban diajak ke notaris berinsial CMS untuk menandatangani tiga akta formalitas. Saat itu, hadir diduga tangan kanan HK, yakni KY dan MAR.

"Di situ MAR menyerahkan cek bank sebesar Rp 171 miliar sebagai pelunasan oleh HK," sebutnya.

Kemudian, korban mendapatkan somasi dari MAR yang mengaku sebagai pemilik tanah, pada 22 Agustus 2017. Korban terkejut, lantaran sertifikat sudah berganti nama, padahal dia belum balik nama tanah karena masih dalam proses administrasi.

"Artinya secara diam-diam telah membalik nama sertifikat milik korban dan membuat AJB (akta jual beli) tanggal 21 Juli 2017. Kemudian, ternyata cek bank yang diberikan HK sebagai pembayaran tanah itu fiktif alias cek kosong," tegasnya.

Setelah ditelusuri, HK ternyata seorang broker dan telah ditangkap serta dijatuhi hukuman pidana bersama GS, terkait kasus serupa soal mafia tanah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bangunan di Pinggir Rel di Kawasan Pasar Gaplok Ditertibkan

Penertiban dan penutupan akses jalan di Pasar Gaplok ini berjalan dengan lancar tanpa adanya perlawanan dari warga maupun pedagang.

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

Geng Motor Penganiaya Polisi Teridentifikasi

Korban kemudian berupaya membubarkan kelompok sepeda motor itu, tetapi justru jari tangannya terkena sabetan celurit.

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

Polda Metro-Kementerian ATR/BPN Koordinasi Berantas Mafia Tanah

Tercatat sekitar 180 kasus ditangani Polri dan Kementerian ATR/BPN sejak 2018 hingga sekarang.

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

Gunakan APD Lengkap, Teddy Syah Antar Jenazah Rina Gunawan ke Peristirahatan Terakhir

Teddy juga ikut mengumandangkan azan di liang lahat Rina Gunawan.

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

Tangani Penyebaran Covid-19, Kota Bogor Turunkan Pramuka Siaga

Mereka bisa berkontribusi dan membantu Satgas di Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

Bima Arya Sebut Tren Covid-19 Kota Bogor Membaik, Benarkah?

Jumlah rata-rata kasus harian pekan ini turun dibanding pekan lalu, dari 113 menjadi 88.

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

BMKG: Mayoritas Jakarta Diguyur Hujan

Pada Rabu siang hari, hujan ringan akan mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

Kebakaran Permukiman Padat Penduduk di Cakung Hanguskan 15 Rumah

Damkar Jakarta Timur mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran dengan 65 personel untuk proses pemadaman.

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

Setahun Covid-19, Keterisian Bed Isolasi di DKI Turun Jadi 63%

Untuk tempat tidur isolasi sejumlah 8.277, persentase keterisiannya sebesar 63% dengan total pasien isolasi 5.254 orang.

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Tenang

Yang penting tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti aturan-aturan yang ada terkait pengendalian Covid-19.

MEGAPOLITAN | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS