DPRD Masih Belum Jawab 4 Surat Pemprov DKI soal Pelepasan Saham Perusahaan Bir
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

DPRD Masih Belum Jawab 4 Surat Pemprov DKI soal Pelepasan Saham Perusahaan Bir

Jumat, 5 Maret 2021 | 19:30 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta, Riyadi mengatakan Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI sudah mengirimkan empat surat kepada DPRD DKI. Hal ini terkait rencana penjualan saham milik Pemprov DKI di perusahaan bir, PT Delta Djakarta. Namun, belum ada surat yang dijawab secara tertulis oleh DPRD.

“Empat kali (kirim surat ke DPRD DKI),” kata Riyadi saat dihubungi, Jumat (5/3/2021).

Surat pertama, kata Riyadi, dikirim pada Mei 2018. Lalu, disusul surat kedua pada Januari 2019, sedangkan surat ketiga pada Mei 2020, dan surat terakhir baru dikirim pada Maret 2021. Hingga saat ini, kata Riyadi, belum ada jawaban secara tertulis dari DPRD DKI.

“Belum ada jawaban secara tertulis, setahu atau seingat saya belum ada jawaban secara tertulis. Kita juga belum pernah diundang untuk dibahas atau apa gitu,” ungkap Riyadi.

Lebih lanjut, Riyadi menegaskan, Pemprov DKI sudah melakukan kajian terkait rencana penjualan saham PT Delta Djakarta tersebut. Bahkan, kata Riyadi, sudah ada dua kajian dan disampaikan ke DPRD bersamaan dengan surat pertama.

“Kajian tentang, satu terkait dengan review investasi saham di PT Delta Djakarta. Kemudian yang kedua kajian tentang rencana divestasi. Kajian sudah lama, 2018. Kalau nggak salah, sejak surat pertama (surat kepada DPRD), dia (kajian) sudah ada,” ucap Riyadi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dirugikan dengan penjualan saham milik Pemprov DKI di PT Delta Djakarta. Menurut Ariza, penjualan saham tersebut justru menguntungkan untuk pemprov dan masyarakat Jakarta.

Ariza menyampaikan hal ini merespons Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yang mempertanyakan sikap Pemprov DKI untuk menjual saham PT Delta Djakarta. Padahal, kata Prasetio, PT Delta Djakarta bisa memberikan keuntungan untuk Pemprov DKI dan mampu mengontrol penjualan bir di Jakarta.

“Tidak ada yang dirugikan. Provinsi tidak dirugikan. Masyarakat tidak dirugikan. Jadi kalau itu dijual kepada publik, uangnya diterima kembali, bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. Itu kan ada pemasukan tambahan,” ujar Ariza di Balai Kota DKI, Rabu (3/3/2021).

Dengan penjualan saham tersebut, kata Ariza, bisa memberikan pemasukan kepada Pemprov DKI. Uang hasil penjualannya bisa dialokasikan untuk menambah anggaran penanganan Covid-19, anggaran pendidikan, anggaran infrastruktur dan kebutuhan lainnya.

“Nanti kita diskusikan bersama teman-teman DPRD. Bisa digunakan untuk Covid-19, bisa untuk pendidikan, bisa investasikan lagi di tempat lain,” ucap Ariza.

Ariza menjelaskan, salah satu yang mendorong Pemprov DKI ngotot menjual saham PT Delta Djakarta karena hal tersebut merupakan janji kampanye Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilgub DKI 2017. Menurut Ariza, wajar jika pihaknya berupaya agar saham perusahaan bir tersebut dijual.

“Yang terkait saham di PT Delta Djakarta ini kan menjadi janji Anies-Sandi. Setiap pemimpin memiliki janji kampanye. Ketika terpilih berarti yang terpilih harus memenuhi janjinya. Kemudian masyarakat kan menagih janji. Tugas kami memenuhi janji. Anies-Sandi memenuhi janjinya untuk menjual saham di PT Delta,” ucap Ariza.

Akan tetapi, kata Ariza, untuk menjual saham PT Delta Djakarta, Pemprov DKI tidak bisa memutuskan sendiri. Menurut dia, penjualan saham tersebut harus mendapatkan persetujuan dari DPRD DKI dan saat ini pihaknya menunggu persetujaun DPRD.

“Di DPRD nanti tentu akan dilakukan pengkajian. Apakah keinginan dari pemprov dari kami untuk menjual saham PT Delta dimungkinkan atau tidak. Ya kita bisa diskusi. Kenapa pemprov ingin menjual, punya alasan. Nanti teman-teman DPRD silakan dikaji, dipelajari, dibahas. Perlu atau tidak dijual. Setelah dijual kan nanti ada pembahasan kira-kira uangnya mau dipakai buat apa yang lebih bermanfaat,” kata Ariza.

Sementara itu, Prasetio mempertanyakan langkah Pemprov DKI yang ingin melepaskan kepemilikan saham. Menurut Prasetio, tidak ada salahnya memiliki saham di PT Delta Djakarta tersebut.

"Salahnya apa? Kalau ada kebijakan eksekutif kayak gitu, mana BUMN yang nggak mampu, itu cabut. Ini enggak masalah. Uangnya buat RPTRA kok," ujar Prasetio di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Menurut Prasetio, Jakarta bisa melakukan investasi miras karena posisinya sebagai Ibu Kota Negara. Apalagi, kata Prasetio, PT Delta Djakarta tidak pernah menerima hibah dari pemerintah daerah.

“PT Delta tidak pernah dapat hibah dari pemerintah daerah. Itu istilahnya diberi pemerintah pusat untuk mengelola, terus berjalan lalu menguntungkan buat kita. Kenapa kok ada PT Delta? Itu kan ada persoalan di Bir Bintang pada saat itu. Zaman Pak Ali Sadikin,” ungkap Prasetio.

Kehadiran PT Delta Djakarta, lanjut Prasetio, untuk mengontrol peredaran minuman keras atau miras di Jakarta.

“Nah di PT Delta pemerintah masuk untuk mengukur masyarakat sampai ke tingkat RT-RW minumnya itu sejauh mana sih. Kan bahaya ini liar. Jadi bukan masalah agama, halal tidak halal. Jangan dimasukan ke ranah itu,” ucap Prasetio.

Diketahui, Pemprov DKI mempunyai saham sebanyak 26,25%di PT Delta Djakarta. Sementara saham mayoritas dimiliki oleh San Miguel Malaysia Pte. Ltd dan sisanya saham publik 15,41%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Besok, 36 SD Kota Bogor Gelar Uji Coba PTM

Sebanyak 36 sekolah dasar (SD) di Kota Bogor akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM), mulai Senin (18/10/2021)

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Cuaca Ekstrem di Kota Bogor, Pohon Tumbang Hingga Menimpa Mobil

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor pada Minggu (17/10/2021), membuat sejumlah pohon tumbang hingga menimpa mobil.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Gerebek Sindikat Pinjol di Cengkareng, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan enam orang tersangka dari 56 orang yang diamankankan dari penggerebekan pinjol ilegal di Cengkareng, Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Libur Akhir Pekan, Pengunjung Kebun Raya Bogor Naik 40%

Kebun Raya Bogor masih menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan domestik.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Wagub DKI Minta Publik Bersabar soal Venue Formula E

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta publik bersabar soal venue atau lokasi balapan mobil listrik Formula E.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Ini Kata Ketua DPRD Soal Nasib Interpelasi PDIP-PSI Terkait Formula E

Interpelasi bukan untuk menjatuhkan Gubernur Anies Baswedan, tetapi hanya memperjelas terhadap penggunaan APBD yang telah dikeluarkan untuk Formula E.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Pemprov DKI Jakarta Putus Mata Rantai Covid-19 dengan Cepat Temukan Kasus

Pemprov DKI terus menekan laju kasus Covid-19 dengan secara proaktif melakukan penemuan kasus Covid-19 atau active case finding atau (ACF).

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Kasus Covid-19 di Jakarta Naik Lagi, Masyarakat Diminta Waspada

Masyarakat diminta tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Covid-19 Kota Bogor Membaik, Bima Arya Sebut Saatnya Recovery

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut saatnya Kota Bogor melakukan perbaikan (recovery) usai kondisi Covid-19 sudah membaik.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

Ganjil Genap, Kendaraan Arah ke Puncak Padat Sejak Minggu Pagi

Pantauan Beritasatu.com di lapangan, arus kendaraan menuju kawasan Puncak padat.

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Guru Honorer


# Kereta Cepat


# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Dodi Reza Alex Noerdin



TERKINI
Satgas: Waspadai Potensi Penularan Covid-19

Satgas: Waspadai Potensi Penularan Covid-19

KESEHATAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings