Dituding Jadi Back Up Mafia Tanah, Ini Jawaban Polisi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dituding Jadi Back Up Mafia Tanah, Ini Jawaban Polisi

Senin, 8 Maret 2021 | 17:13 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya, membantah tudingan telah mem-back up mafia tanah, kemudian menetapkan tersangka tanpa pemeriksaan dan bukti palsu, serta memeriksa tersangka dalam kondisi sakit, terkait perkara sengketa tanah seluas 7.999 meter persegi, di wilayah Kembangan, Jakarta Barat.

"Ada beberapa hal harus diklarifikasi. Pertama adanya dugaan bahwa Polda Metro Jaya khususnya salah satu Subdit (Resmob), memback up mafia tanah. Yang dilakukan oleh Polda Metro itu adalah melaksanakan laporan polisi. Laporan polisi tentang apa, tentang Pasal 167 KUHP., kemudian Pasal 170, Pasal 406 dan Pasal 335. Tapi muara di Pasal 167 KUHP. Di dalam Pasal 167 KUHP itu pidana pokoknya adalah memasuki perkarangan orang lain, menduduki. Pelapornya adalah PT P," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat, di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/3/2021).

Dikatakan Tubagus, untuk mendindaklanjuti laporan ini maka yang perlu dilakukan oleh penyidik pertama adalah mengecek siapa yang berhak atas tanah tersebut berdasarkan dari dokumen.

"Jadi bukan mem-back up tapi menindaklanjuti laporan polisi dari pelapor. Laporannya memasuki pekarangan tanpa izin. Berhak kah orang ini laporan? berhak kah orang itu yang menduduki lahan? Kemudian dilakukan penelusuran terhadap siapa yang berhak atas lahan itu," ungkapnya.

Tubagus menyampaikan, setelah pendalaman, ada dua produk dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) berupa sertifikat hak guna bangunan atas nama PT P.

"Kemudian berdasarkan SK Kanwil DKI ada pembatalan. Di situ penyidikan di-pending, tidak berjalan. Kemudian, setelah SK pembatalan itu dikeluarkan SK Menteri yang menganulir pembatalan tersebut. Sehingga hak itu balik lagi kepada PT P berdasarkan sertifikat. PT P dalam struktur perkara adalah sebagai pelapor. Polda Metro Jaya menindak lanjuti laporan itu, bagaimana proses SK tersebut. Jadi bukan mem-backup tapi menindaklanjuti laporan polisi. laporan dikeluarkan oleh yang berhak. Haknya timbul karena adanya surat keputusan Menteri ATR/BPN. Jadi bukan mem-back up, tapi menindaklanjuti laporan polisi," katanya.

Menurut Tubagus, kedua Polda Metro Jaya dituding menetapkan tersangka tanpa melakukan pemeriksaan sebagai saksi terlebih dulu.

"Saya jawab bahwa penetapkan tersangka didasari dengan dua alat bukti, minimal. Alat bukti tersebut sudah dilakukan gelar perkara sehinga kita tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka (Damiri alias D yang mengaku sebagai ahli waris dan menduduki lahan). Terhadap penetapan tersangka ini, Polda Metro Jaya diajukan praperadilan, dan sudah ditolak, permohonannya ditutup. Artinya, penetapan tersangka itu sudah diuji di Pengadilan Negeri. Terhadap penetapan tersangka D itu sudah dilakukan uji di praperadilan Negeri Jakarta selatan, dan sudah ditutup perkaranya," jelasnya.

Tubagus menambahkan, ketiga penyidik disebut memeriksa tersangka dalam keadaan sakit. "Kata sakit di sini harus diartikan secara jelas kalau yang bersangkutan tidak bisa, kondisinya pada saat itu tidak bisa dilakukan pemeriksaan, benar. Kenapa? karena kalau sakit itu diartikan secara umum, orang yang punya sakit menahun tidak akan pernah bisa diperiksa. Tetapi harus diuji kalau sakitnya ini ke Biddokkes, kemudian keluar berita acara pemeriksaan dari Biddokkes bahwa yang bersangkutan layak untuk dilakukan pemeriksaan," ucapnya.

Keempat, kata Tubagus, penetapan tersangka disebut didasarkan dari bukti-bukti palsu. "Dasar penyidikan kita menggunakan produk negara yang resmi. Perkara ini secara perdata sudah berproses sejak tahun 2002. Kemudian terhadap ini sudah ada tiga kali dilakukan keputusan. Ini yang kemudian dijadikan dasar oleh pihak terlapor atau dalam hal ini pihak tersangka (menduduki lahan). Padahal terhadap itu sudah selesai dengan dilakukannya akte notaris nomor 8, nomor 9 dan nomor 10 (akte perdamaian), dan terakhir dari perjalanan perkara ini ujungnya kemudian ditetapkan surat keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang ditetapkan bahwa di atas lahan tersebut adalah berlaku sertifikat AJB atas nama PT P, dia sebagai pelapor di Polda Metro Jaya," tandasnya.

Sebelumnya pada pemberitaan di media, Charles Ingkriwang, selaku pengacara D menyebutkan, telah melaporkan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya ke Propam dan Kompolnas.

Charles menyebutkan, pihak Resmob telah mengambil alih lahan secara paksa dan sewenang-wenang, atas dasar SK Menteri ATR/BPN untuk mengosongkan lahan itu dan status quo. Setelah dikosongkan lahan diserahkan kepada PT P.

Kemudian, Subdit Resmob sebelumnya juga telah menetapkan kliennya sebagai tersangka tanpa pemeriksaan terlebih dulu dan dengan dasar bukti palsu yang dibuat mafia tanah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Anies Apresiasi Kolaborasi Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat

Anies Baswedan mengapresiasi kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Pusat dalam mempercepat vaksinasi Covid-19 terhadap para lansia.

MEGAPOLITAN | 8 Maret 2021

6 Pelaku Tawuran dengan 38 Senjata Tajam Diamankan Polresta Bogor

Dalam satu bulan terakhir Tim Kujang, Polresta Bogor Kota mengamankan 38 senjata tajam dengan enam tersangka. Senjata tajam itu digunakan untuk tawuran.

MEGAPOLITAN | 8 Maret 2021

Pemprov DKI Perpanjang PPKM Mikro hingga 22 Maret

Anies mengatakan perpanjangan PPKM mikro ini untuk terus menekan angka penyebaran kasus Covid-19 yang mengalami tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir ini

MEGAPOLITAN | 8 Maret 2021

PN Jaksel Gelar Sidang Praperadilan Rizieq Syihab

Sidang kemudian dilanjutkan dengan agenda pembacaan permohonan gugatan dari pihak pemohon Rizieq Syihab atau kuasa hukumnya.

MEGAPOLITAN | 8 Maret 2021

Jadi Tersangka Korupsi, Yoory Dinonaktifkan Anies sebagai Dirut Pembangunan Sarana Jaya

Penonaktifan tersebut dilakukan setelah adanya penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

MEGAPOLITAN | 8 Maret 2021

Pemprov DKI Ungkap 2 Hambatan Pelaksanaan PPKM Mikro di Jakarta

Kita lihat di jalan masih sangat penuh dan kemacetan terjadi di mana-mana.

MEGAPOLITAN | 8 Maret 2021

6 RT di DKI Masih Zona Merah

RT zona orange juga banyak terdapat di Jakarta Selatan, ada 26 RT, lalu Jakarta Barat sembilan RT, Jakarta Pusat dua RT, dan Jakarta Timur dua RT.

MEGAPOLITAN | 8 Maret 2021

BMKG Prediksi Jakarta Akan Diguyur Hujan dan Berawan

Pada Senin siang, hujan dengan intensitas ringan disertai petir di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 8 Maret 2021

Bansos Tunai Tahap 2 DKI Jakarta Cair Pekan Ini

BST Tahap 2 akan didistribusikan langsung ke rekening penerima manfaat pada minggu kedua bulan Maret 2021 secara serentak.

MEGAPOLITAN | 8 Maret 2021

Langgar Protokol Kesehatan, Pembukaan Restoran Rizky Billar Dibubarkan Satpol PP

Acara tersebut melanggar protokol kesehatan karena menimbulkan kerumunan.

MEGAPOLITAN | 7 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS