Soal Pemecatan Dirut Pembangunan Sarana Jaya, Wagub DKI: Kita Tunggu Hasil dari KPK
Logo BeritaSatu

Soal Pemecatan Dirut Pembangunan Sarana Jaya, Wagub DKI: Kita Tunggu Hasil dari KPK

Selasa, 9 Maret 2021 | 16:27 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru menonaktifkan Yoory Corneles Pinontoan (YC) dari Dirut Pembangunan Sarana Jaya. Menurut Riza, pihaknya masih menunggu hasil lengkap dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil sikap, memecat atau tidak.

“Iya, ini kan dinonaktifkan, kita kan menunggu dulu hasilnya dari KPK. Kita hormati proses yang ada. Kami tidak ingin mendahului, kami tunggu hasil dari pihak KPK,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Riza juga meminta masyarakat bersabar soal dugaan korupsi pengadaan tanah tersebut. Ariza, panggilannya, meminta masyarakat menunggu hasil resmi atau pernyataan resmi dari KPK terkait dugaan korupsi ini.

“Jadi, kami minta masyarakat bersabar, menunggu hasil dari KPK. Kami sendiri belum mendapatkan keterangan apa pun dari KPK, kami menunggu, nanti konferensi pers atau lain-lain dari KPK. Kami juga menunggu koordinasi biro hukum di kami dan pihak KPK,” tandas dia.

Kesempatan
Ariza juga menegaskan, pihaknya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi ini. Pemprov DKI, kata dia, memberikan dukungan penuh kepada KPK dalam proses hukum tersebut.

“Kami sangat menghormati dan menjunjung tinggi keadilan, dan apa yang menjadi tugas aparat pengak hukum, dalam hal ini KPK,” ungkap dia.

Diketahui, KPK tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan perkara dugaan korupsi pembelian tanah di beberapa lokasi untuk Program Rumah DP Rp 0 Pemprov DKI oleh BUMD DKI Jakarta, PT Pembanguan Sarana Jaya.

Salah satu yang telah diungkap KPK adalah penggelembungan atau mark up atas pembelian tanah seluas 41.921 m2 di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Tahun 2019.

Dari kasus yang diungkap KPK, telah ditetapkan empat pihak sebagai tersangka, yakni Yoory, Anja Runtuwene (AR) dan Tommy Adrian (TA), dan serta korporasi atas nama PT Adonara Propertindo selaku penjual tanah. Indikasi kerugian negara dari kasus ini adalah senilai Rp 100 miliar yang disebabkan ada selisih harga tanah Rp 5.200.000 per m2 dengan total pembelian Rp 217.989.200.000.

Keempat tersangka ini disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penculikan di Tebet, Polisi Tangkap 4 Tersangka

Polisi turut menyita barang bukti satu pucuk senjata airsoft guns, senapan angin, korek api berbentuk pistol, sejumlah handphone, mobil, dan lainnya.

MEGAPOLITAN | 9 Maret 2021

Kapolri Kunjungi LDII Bahas Dai Kamtibmas

Menurut Kapolri Listyo Sigit, pendekatan dakwah, penyampaian pesan Kamtibmas dinilai cukup efektif ketimbang dengan bahasa Kepolisian.

MEGAPOLITAN | 9 Maret 2021

Polisi Periksa Wali Kota Bekasi Terkait Dugaan Kasus Sengketa Tanah

Rahmat Effendi diperiksa di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Senin (8/3/2021) sore hingga malam.

MEGAPOLITAN | 9 Maret 2021

Pelaku Beri Makan Kuda Nil Botol Plastik Minta Maaf

Pelaku seorang ibu lanjut usia melemparkan botol plastik yang kemudian dimakan kuda nil pada Minggu 7 Maret 2021 sekitar pukul 16.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 9 Maret 2021

Kasus Korupsi Lahan DP 0 Rupiah Diduga Mengalir ke Banggar DPRD DKI, Wagub Ariza: Silakan Tanya KPK

“Kalau soal lain-lain (dugaan aliran dana korupsi ke Baggar), nanti silakan tanya sama KPK,” ujar Ariza.

MEGAPOLITAN | 9 Maret 2021

Libur Panjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan

Namun demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperketat pengawasan di lokasi wisata.

MEGAPOLITAN | 9 Maret 2021

Harga Cabai di Bogor Meroket, Rp 10.000 Hanya Dapat 12 Buah

Para pedagang biasanya mendapat dari pengepul di daerah Cianjur dan Cimahi.

MEGAPOLITAN | 9 Maret 2021

Penetapan Tersangka Yoory Tak Mengganggu Program di PT Pembangunan Sarana Jaya

Insyaallah tidak terganggu, karena ini kasus yang lama Tahun 2018 kalau tidak salah, jadi tidak terganggu program.

MEGAPOLITAN | 9 Maret 2021

Wagub DKI Sebut Kasus Tanah Sudah Lama Terjadi di Jakarta

Ariza mengakui masalah tanah di Jakarta merupakan masalah yang kompleks.

MEGAPOLITAN | 9 Maret 2021

Dirut BUMD DKI Jadi Tersangka, Pemprov Hormati Proses Hukum KPK

Kita akan lihat hasilnya sesuai dengan fakta data yang ada di lapangan berdasarkan hasil penyelidikan maupun penyelidikan dari pihak KPK.

MEGAPOLITAN | 9 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS