Pukul Anak dengan Kunci Inggris, Ini Pengakuan Sang Ayah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pukul Anak dengan Kunci Inggris, Ini Pengakuan Sang Ayah

Selasa, 23 Maret 2021 | 17:49 WIB
Oleh : Vento Saudale / YUD

Bogor, Beritasatu.com - Achmad FD Saputra (38), pelaku penganiayaan terhadap anak mengaku bahwa kekerasan itu untuk mendidik anak. Marahnya sang ayah lantaran anak tak tutup pagar hingga salah membeli makanan.

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi dalam kurun waktu 7 tahun kepada empat anaknya. Sejak Achmad menikahi SH yang sudah mempunyai 3 orang anak. Sedangkan hasil pernikahannya, Achmad punya satu anak.

Pengakuan Achmad, dirinya sangat kesal kepada anak-anaknya karena 4 anaknya kerap membuat kesalahan.

"Emosi saya kadang-kadang meledak-ledak kalau anak saya buat kesalahan," akunya di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor, Selasa (23/3/2021).

Anaknya pertama usia 18 sempat mengalami trauma hingga selama 6 bulan terakhir tidak pulang ke rumah dan memilih tinggal bersama kakeknya.

Anak itu trauma lantaran dipukul habis-habisan lantaran anak pergi ke rumah temannya. "Ia izin praktik ke sekolah, tetapi malah main ke rumah temannya," katanya.

Anak kedua paling besar berusia 14 tahun, paling sering mendapatkan ancaman dan aniaya dari ayahnya menggunakan berbagai senjata tajam.

Peristiwa terakhir, korban mendapat pukulan di bagian kepala. Hingga pelipis kepalanya robek pada Senin (8/3/2021). Sebelumnya, korban yang pelajar SMP juga mendapat pukulan kunci inggris di bagian kepala.

"Itu gara-garanya lupa tutup pintu pagar," kata Achmad.

Anak juga pernah mendapatkan pukulan obeng, hingga dipukul bagian pahanya dengan palu lantaran diminta beli nasi goreng tidak pedas, malah dipesan pedas.

Anak ketiga berusia 13 tahun, seorang perempuan juga kerap mendapatkan kekerasan dari Achmad. Kata dia, sejak kelas 3 SD atau berusia 9 tahun sang anak sudah dipaksa untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak, mengepel, menyetrika dan ketika salah, langsung dimarahi.

Perlakuan kekerasan tidak hanya kepada anak tirinya saja, demikian juga anak kandungnya yang baru berusia 3 tahun. "Saya sentil kupingnya, kalo dia tidak nurut mau salat," kata Achmad.

Sementara, Wakapolresta Bogor AKBP Arsal Sahban menuturkan, kekerasan ayah kepada empat anaknya ini dipicu hal-hal kecil dan biasa dilakukan anak-anak. Misal, lupa menutup pagar atau pesannya tidak dipenuhi.

Setiap hari, tersangka ini kerap di rumah. Sedangkan sang istri SH bekerja. "Yang bekerja ini istrinya, sehingga tidak terpantau sang istri ketika kejadian kekerasan," kata Arsal.

Awalnya sang istri juga merasa tertekan ketika akan melapor. Banyak pertimbangan, lantaran anak-anak dan merupakan pernikahannya keduanya.

"Karena kekerasan terus berlanjut, istrinya akhirnya melaporkan kepada polisi," kata Arsal.

Saat ini pelaku masih diperiksa secara intensif petugas guna mengetahui motif kekerasan sehingga terjadi hingga menahun. Polresta bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPA) memberikan konseling kepada para korban.

Sementara, pelaku Achmad akan dijerat dengan pasal berlapis yakni UU 3t/2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 43 Pidana tentang KDRT, dan Pasal 351 Pidana tentang Penganiayaan dengan ancaman diatas 10 tahun penjara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rizieq Syihab Tolak Seluruh Dakwaan JPU

JPU menambahkan pasal-pasal pada saat penyusunan surat dakwaan yakni pasal tentang undang-undang ormas yang ancaman hukumannya menghapuskan hak politik Rizieq.

MEGAPOLITAN | 23 Maret 2021

Anies Komitmen Majukan Gerakan Pramuka di Jakarta

KI Jakarta memegang peranan penting untuk membantu memajukan pramuka pada saat memasuki usia ke-60 tahun.

MEGAPOLITAN | 23 Maret 2021

Tilang Elektronik, Pelanggaran Lalin di Sudirman-Thamrin Turun 64 %

Berdasarkan catatan terjadi penurunan pelanggaran lalu lintas sebesar 64% di titik yang dipasang kamera ETLE di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin tahun 2020.

MEGAPOLITAN | 23 Maret 2021

Jumlah Personel yang Kawal Sidang Rizieq Meningkat 138%

Saat itu, ada 750 personel gabungan.

MEGAPOLITAN | 23 Maret 2021

Polisi Buru Otak Pelaku Pembongkaran Rumah Mewah di Kedoya

Polisi mencari otak pelaku yang diduga menyuruh tukang bangunan membongkar rumah mewah di kawasan Kedoya, Kebon Jeruk, Jakbar.

MEGAPOLITAN | 23 Maret 2021

Herman Pengganda Uang Jadi Tersangka

Herman si pengganda uang di Babelan, Bekasi ditetapkan sebagai tersangka justru karena menikahi anak di bawah umur.

MEGAPOLITAN | 23 Maret 2021

15 Orang Diamankan dalam Razia Indekos di Tangerang

15 orang yang terdiri dari 10 perempuan dan 5 laki-laki itu diamankan dari beberapa tempat indekos di wilayah Ciledug.

MEGAPOLITAN | 23 Maret 2021

Rizieq Tolak Bacakan Eksepsi dalam Sidang Virtual

Mengingat, kehadiran simpatisan bisa saja menimbulkan kerumunan dan tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 23 Maret 2021

Alasan Mendidik, Ayah di Bogor Aniaya Empat Anaknya dengan Senjata Tajam

Perlakuan tak berperikemanusiaan itu dilakukan sudah selama 7 tahun ini.

MEGAPOLITAN | 23 Maret 2021

Munarman Debat dengan Jaksa, Sidang Diskors Majelis Hakim

Kubu Rizieq meminta sidang digelar secara offline dengan menghadirkan Rizieq di PN Jakarta Timur.

MEGAPOLITAN | 23 Maret 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS