Sekolah Tatap Muka di DKI, PSI: Kepentingan Anak Harus Jadi Nomor Satu
Logo BeritaSatu

Sekolah Tatap Muka di DKI, PSI: Kepentingan Anak Harus Jadi Nomor Satu

Kamis, 8 April 2021 | 14:51 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan uji coba sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka di 85 sekolah di Jakarta. Selama satu bulan ke depan, sekolah terpilih dari berbagai tingkatan SD - SMP- SMU hingga SMKN terpilih akan melakukan kelas tatap muka dengan aturan protokol kesehatan tetap.

Memantau langsung pelaksanaan di SD 05 Petojo Utara, SD 07 Cideng dan SMKN 2 Jakarta, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengingatkan agar kepentingan anak didahulukan.

“Pemerintah harus bisa memastikan kualitas sekolah jarak jauh setara dengan sekolah tatap muka. Pendidikan anak memang terutama tetapi kesehatan tidak boleh diabaikan apalagi belum ada vaksin untuk anak,” ujar Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad usai mengunjungi sekolah pelaksana uji coba.

Pembelajaran tatap muka, kata Idris, harus diimbangi oleh disiplin protokol kesehatan yang ekstra untuk menghindari terbentuknya klaster sekolah. Selain memastikan seluruh guru dan pegawai sekolah sudah divaksinasi dua kali bahkan jika perlu orang tua anak bisa divaksinasi juga, sekolah juga harus bisa memantau kedisiplinan siswa melaksanakan protokol kesehatan.

Terakhir, menurut Idrid, sekolah juga harus mampu berkoordinasi dengan pihak Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kelurahan maupun Satpol PP, untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan oleh siswa seusai sekolah, di lingkungan masing-masing.

“Tingkat kedisiplinan siswa bahkan juga guru berbeda-beda harus bisa disesuaikan, yang disiplin bisa ikut sekolah tatap muka, yang belum siap bisa fokus belajar jarak jauh,” tandas Idris.

Sekolah juga harus membantu proses kedisiplinan dengan memperbanyak poster imbauan protokol kesehatan terkait 3M serta menyediakan hand sanitizer beserta isi ulangnya di berbagai tempat di sekolah, khususnya toilet yang rentan penyebaran virus karena dipakai bersama.

Idris menambahkan pembelajaran tatap muka baru akan berhasil apabila ada komunikasi aktif antara sekolah, siswa, dan orang tua. Karenanya ia mendorong orang tua untuk tidak perlu ragu memberikan ataupun mencabut izin bagi anaknya untuk mengikuti sekolah tatap muka bila aturan yang diterapkan di sekolah tidak memadai.

“Kami menyadari sekolah tatap muka dibutuhkan karena banyak keluhan dari pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) namun kepentingan anak harus jadi nomor satu,” imbuhnya.

Hasil uji coba ini nantinya akan menjadi tolok ukur pelaksanaan sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru 2021/2022, namun Idris meminta agar sekolah tidak gegabah dan terburu-buru dalam menjalankan sekolah tatap muka karena kualitas sekolah tidak ditentukan dari apakah sekolah tersebut bisa menjalankan pembelajaran tatap muka atau sepenuhnya masih pembelajaran jarak jauh.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemprov DKI Gencarkan Sosialisasi Agar Orang Tua Izinkan Anak Sekolah Tatap Muka

Baru 20% orang tua di Jakarta yang mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka.

MEGAPOLITAN | 8 April 2021

Menkumham dan Menristek Hadiri Pelantikan Pengurus Alumnas di Meikarta

Menkumham Yasonna H Laoly dan Menristek Bambang Brodjonegoro menghadiri pelantikan Pengurus Alumni Amerika Serikat (Alumnas) di District 1 Meikarta.

MEGAPOLITAN | 8 April 2021

Larangan Mudik, Polisi Siapkan Titik Pengamanan dan Penyekatan

Untuk titik-titiknya sudah kita siapkan. Sama dengan tahun lalu.

MEGAPOLITAN | 8 April 2021

Angka Kesembuhan Membaik, Kasus Positif Covid-19 Kota Bogor Menurun

Angka kesembuhan Kota Bogor lebih baik dari nasional 82,8%.

MEGAPOLITAN | 8 April 2021

DKI Belum Berencana Berlakukan Kembali Ganjil Genap

Peniadaan aturan pembatasan berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap ini, sudah diberlakukan sejak 16 Maret 2020 atau sejak awal pandemi Covid-19 terjadi.

MEGAPOLITAN | 7 April 2021

2021, Anggaran Bansos Kabupaten Bogor Dialihkan ke Program Samisade

Pemkab Bogor tidak lagi mengeluarkan anggaran untuk bansos pada tahun ini karena sudah mengalokasikan sejumlah anggaran pada program Samisade.

MEGAPOLITAN | 7 April 2021

Jumlah Pasien Rawat Menurun, Tempat Tidur Isolasi RS Lapangan Khusus Covid-19 Dikurangi

Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor mengurangi jumlah tempat tidur (TT) di ruang intensif atau IGD. Hal itu dengan makin berkurangnya jumlah pasien rawat Covid-19.

MEGAPOLITAN | 7 April 2021

Penjual Airgun ke Penyerang Mabes Polri Jadi Tersangka

Densus 88 Antiteror Polri menangkap Muchsin yang menjual senjata airgun kepada Zakiah, di Syiah Kuala, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darusalam, Sabtu (3/4/2021) kemarin.

MEGAPOLITAN | 7 April 2021

Penataan Kawasan Stasiun Gondangdia, Dishub DKI Terapkan Uji Coba Satu Arah

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan uji coba rekayasa lalu lintas sistem satu arah dalam penataan kawasan Stasiun Gondangdia.

MEGAPOLITAN | 7 April 2021

Jelang Ramadan, Anies Pastikan Inflasi Terjaga dan Stok Pangan Aman

Apabila pasokan bahan pokok aman, maka permintaan akan terjaga bahkan meningkat, sehingga akan menggerakkan perekonomian.

MEGAPOLITAN | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS