Alasan SMA Negeri di Jakarta Belum Ikuti Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Alasan SMA Negeri di Jakarta Belum Ikuti Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 10 April 2021 | 23:39 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Kabid Sekolah Dasar dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Momon Sulaeman menyampaikan alasan SMA negeri belum ada yang mengikuti uji coba sekolah tatap muka terbatas. Momon mengatakan Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI melalui Disdik tidak memaksa sekolah di Jakarta untuk mengikuti uji coba.

“Dinas Pendidikan tidak menunjuk sekolah untuk ikut piloting atau uji coba terbatas. Ada mekanismenya dan semua sekolah di Jakarta memiliki kesempatan yang sama,” ujar Momon, Sabtu (10/4/2021).

Semua sekolah di Jakarta, kata Momon, bisa mengikuti uji coba sekolah tatap muka terbatas dengan mengisi asesmen mandiri dalam situs www.siapbelajarjakarta.go.id. Dalam situs tersebut, ujar Momon, terdapat 2 asesmen, yakni siap belajar terkait kesiapan sarana prasarana sekolah dan belajar dari rumah yang menyangkut kesiapan sekolah.

“Hasil input-an sekolah terhadap asesmen ada 100 sekolah yang memenuhi kriteria, didalamnya ada 7 SMA, 5 SMA swasta dan 2 SMA negeri, yakni SMAN 79 dan SMAN 69,” ucap Momon.

Setelah lulus asesmen, lanjut Momon, sekolah (kepala sekolah dan guru) harus mengikuti pelatihan merdeka belajar dan intervensi lanjutan siap belajar selama 2 minggu. Dari hasil pelatihan, ternyata 2 SMA negeri yang lulus asesmen dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Dari 100 sekolah, yang dinyatakan lulus 86 sekolah, 2 SMA negeri tidak lulus untuk ikut piloting. Peserta piloting awalnya 86 sekolah, satu sekolah mengundurkan diri sehingga piloting diikuti oleh 85 sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan Madrasah,” pungkas Momon.

Sebelumnya, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mempertanyakan alasan Pemprov DKI tidak melibatkan SMA negeri dalam uji coba pembelajaran tatap muka kepada 85 sekolah. Dari seluruh SMA yang ditunjuk, P2G menemukan fakta bahwa tidak ada satu pun SMA negeri. Seluruhnya SMA swasta.

“P2G mempertanyakan, apa dan bagaimana kriteria penentuan 85 sekolah tersebut sebagai piloting oleh Dinas Pendidikan? P2G menemukan fakta untuk jenjang SMA, justru dari 85 sekolah, tidak ada satu pun SMA negeri di Jakarta yang menjadi piloting,” kata Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim.

Satriwan menyayangkan jika alasanya sekolah SMA negeri di Jakarta belum mengisi dan melengkapi daftar periksa yang dibuat Kemdikbud.

“Sangat disayangkan, jika SMA negeri di Jakarta, belum menyiapkan daftar periksa dan sarana pendukung protokol kesehatan,” kata Satriwan.

Diketahui, Pemprov DKI telah menetapkan uji coba sekolah tatap muka di 85 sekolah pada 7-29 April 2021. Dari 85 sekolah tersebut, terdapat 39 SD, Sembilan SMP, enam SMA, 24 SMK, satu PKBM, dua MI, dua MTs, dan dua MA. Keenam SMA yang seluruhnya adalah sekolah swasta, adalah SMAK Penabur Kelapa Gading, SMA Pelita Harapan Kemang Village, SMA Jakarta Intercultural School, SMA Lycee Francais De Jakarta, SMA Cikal Amri, SMA Diponegoro 1.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Anies: Mimbar Demokrasi Ada di Transportasi Publik, Bukan di Mal

Pemprov DKI Jakarta selalu berupaya mewujudkan mimbar-mimbar demokrasi melalui berbagai instrumen untuk menghadirkan perasaan keseteraaan

MEGAPOLITAN | 10 April 2021

KPK Ibu Kota Ala Anies Baswedan Bekerja dalam Sunyi

Anggota Komite Pencegahan Korupsi Ibu Kota Jakarta Tatak Ujiyati mengatakan bahwa komitenya bekerja dalam sunyi ketika menjalankan fungsinya selama ini.

MEGAPOLITAN | 10 April 2021

Jemaat Tagih Janji Bima Arya Soal Penyelesaian GKI Yasmin

Jemaat GKI Yasmin menagih janji Wali Kota Bogor Bima Arya terkait solusi penyelesaian kasus GKI Yasmin.

MEGAPOLITAN | 10 April 2021

Di Acara PKS, Anies Bicara tentang Demokrasi dan Perbedaan Pandangan

Selama memimpin DKI Jakarta, ia selalu berusaha untuk merespons berbagai perbedaan dengan cara yang beradab.

MEGAPOLITAN | 10 April 2021

Penggali Kubur TPU Tanah Kusir Ikuti Vaksinasi Covid-19

27 tukang gali kubur Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjalani vaksinasi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 10 April 2021

TPPAS Nambo Beroperasi Akhir 2021

TPPAS Lulut - Nambo dikabarkan bakal selesai dan mulai beroperasi akhir Desember 2021 ini.

MEGAPOLITAN | 10 April 2021

MUI Kota Bogor Imbau Tarawih di Rumah dan Hindari Buka Bersama

MUI Kota Bogor mengajak masyarakat untuk beribadah selama Ramadan di rumah.

MEGAPOLITAN | 10 April 2021

Mengajar Luring dan Daring Jadi Pekerjaan Tambahan Guru Saat ini

Pada masa pandemi saat ini, bagi tenaga pendidik mengajar secara luring atau daring jadi pekerjaan tambahan

MEGAPOLITAN | 10 April 2021

Kapolda Metro Jaya Harap Program Vaksinasi Massal Jangkau Masyarakat

Program vaksinasi massal ini merupakan kerja sama antara Yayasan Global CEO Indonesia, Polda Metro Jaya, Pemprov DKI, Kodam Jaya, dan Kementerian Kesehatan.

MEGAPOLITAN | 10 April 2021

Angka Kematian Covid-19 Turun, Petugas TPU Buniayu Tangerang Tetap Siaga

Para petugas TPU tetap bersiaga 24 jam, bila memang ada warga meninggal akibat Covid-19 yang akan dimakamkan.

MEGAPOLITAN | 10 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS