Logo BeritaSatu

Polisi Usut Kasus WNI Pulang dari India Tanpa Karantina

Senin, 26 April 2021 | 19:51 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi sedang mengusut kasus seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial JD yang terbang dari India, bisa langsung pulang ke rumah tanpa melalui karantina. Diduga, dia membayar dua orang S dan RW yang mengaku sebagai oknum petugas Bandara Soekarno-Hatta agar tidak menjalani proses isolasi.

"Hari Minggu kemarin memang telah diamankan seseorang inisial JD, kemudian ada S dan RW. Ada tiga orang yang sudah diamankan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Senin (26/4/2021).

Dikatakan Yusri, ada indikasi JD yang baru kembali dari India ke Indonesia, pukul 18.45 WIB, Minggu (25/4/2021) kemarin, langsung kembali ke rumah tanpa proses karantina.

"Memang seharusnya ketentuan melalui karantina. Setelah pengecekan setiap penumpang yang dari India memang ada pengetatan sedikit. Pertama harus melalui karantina selama 14 hari tetapi yang bersangkutan tanpa melewati karantina, kemudian (diduga) diurus oleh seseorang inisial S dan RW bisa berhasil tanpa karantina terus kembali ke rumahnya," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, penyidik saat ini masih menyelidiki dan melakukan pemeriksaan kepada ketiga orang yang telah diamankan itu.

"Sekarang ini, tiga orang sudah kita amankan termasuk saudara JD sendiri yang menumpang dari pesawat dari India ke Indonesia. Kemudian ada dua orang yang mengurus, sementara ini masih dilakukan pemeriksaan. Masih didalami ini, yang kemudian nanti kalau sudah selesai akan kita sampaikan bagaimana kronologis pengungkapan kasusnya," katanya.

Menurut Yusri, berdasarkan aturan setiap penumpang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia harus dikarantina setelah dilakukan pengecekan apakah dia memang reaktif Covid-19 atau tidak.

"Tetap harus melakukan isolasi selama 5 hari. Khusus penumpang dari India ada kebijakan dari pemerintah melakukan isolasi 14 hari kalau dia non reaktif, kalau dia reaktif akan ada penanganan khusus. Ini yang kemudian dilakukan upaya yang dilakukan oleh pelaku-pelaku ini, baik itu dia sebagai pengurus atau penumpang ini untuk menghindari terjadinya karantina selama 14 hari. Dia membayar 6,5 juta kepada saudara S. Modus ini yang sementara kita lakukan penyelidikan," jelasnya.

Yusri menuturkan, S dan RW bukan oknum pegawai bandara, namun hanya mengaku saja. RW sendiri merupakan anak dari S.

"Bukan oknum dia makanya ini masih kita dalami. Kalau pengakuan dia kepada JD dia adalah pegawai bandara, ngakunya doang. Dia (S) sama anaknya. S sama RW itu anaknya. RW itu anaknya S. Iya (bukan pegawai), makanya ini masih kita dalami, dia bisa keluar masuk itu. Besok kita sampaikan secara jelas. Intinya ini mereka meloloskan orang tanpa melalui karantina. Apakah ada pelaku lain? Ini masih kita dalami. Soalnya sudah ramai orang-orang nakal ini, orang-orang dari luar negeri tanpa karantina bisa bayar terus masuk. Ini lagi kita dalami," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Anggaran Shadow Team Bersumber dari Kemendikbudristek

Anggaran shadow team atau tim bayangan Menteri Nadiem Makarim bersumber dari anggaran Kemendikbudristek.

NEWS | 29 September 2022

Febri Diansyah Bela Sambo-Putri, ICW: Langkah yang Gegabah

ICW menyoroti langkah eks Jubir KPK Febri Diansyah yang bergabung dalam tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

NEWS | 29 September 2022

Solusi Dua Negara Israel dan Palestina Harus Terus Disuarakan

Solusi dua negara Israel dan Palestina dengan posisi yang setara harus terus disuarakan, demi terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

NEWS | 29 September 2022

PGRI Dorong Penuntasan Tunjangan Profesi bagi 1,6 Juta Guru

PGRI mendorong pemerintah melalui Kemendikbudristek guna menuntaskan 1,6 juta guru yang belum mendapatkan tunjangan profesi.

NEWS | 29 September 2022

Satgas Berupaya Evakuasi Terduga Teroris DPO MIT Poso

Personel kepolisian berusaha mengevakuasi jasad terduga teroris Askara alias Pak Guru yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur.

NEWS | 29 September 2022

Ibunda Brigadir J Harap Penegak Hukum Bekerja Jujur

Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak berharap penegak hukum bekerja dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.

NEWS | 29 September 2022

Mbah Mijan Sebut Lesti Kejora dan Rizky Billar Jodoh Panjang, Warganet Bereaksi

"Lesti Kejora dan Rizky Billar berjodoh panjang, Mbah doakan yang terbaik," kata Mbah Mijan dalam akun Twitter pribadinya.

NEWS | 29 September 2022

HT Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso

Ketua UmumPerindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dikukuhkan sebagai ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso (Apmiso) Nusantara.

NEWS | 29 September 2022

PGRI Minta UU Guru dan Dosen Dikeluarkan dari RUU Sisdiknas

PB PGRI meminta pemerintah untuk mengeluarkan Undang-Undang Guru dan Dosen dari Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

NEWS | 29 September 2022

Pertemuan Airlangga dan Puan Akan Buka Peluang Koalisi PDIP-KIB

Pertemuan Airlangga-Puan akan membuka peluang koalisi PDIP dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KDRT Lesti Kejora, Kolom Komentar Instagram Rizky Billar Diserbu Netizen

KDRT Lesti Kejora, Kolom Komentar Instagram Rizky Billar Diserbu Netizen

LIFESTYLE | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings