Polisi Usut Kasus WNI Pulang dari India Tanpa Karantina
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polisi Usut Kasus WNI Pulang dari India Tanpa Karantina

Senin, 26 April 2021 | 19:51 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi sedang mengusut kasus seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial JD yang terbang dari India, bisa langsung pulang ke rumah tanpa melalui karantina. Diduga, dia membayar dua orang S dan RW yang mengaku sebagai oknum petugas Bandara Soekarno-Hatta agar tidak menjalani proses isolasi.

"Hari Minggu kemarin memang telah diamankan seseorang inisial JD, kemudian ada S dan RW. Ada tiga orang yang sudah diamankan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Senin (26/4/2021).

Dikatakan Yusri, ada indikasi JD yang baru kembali dari India ke Indonesia, pukul 18.45 WIB, Minggu (25/4/2021) kemarin, langsung kembali ke rumah tanpa proses karantina.

"Memang seharusnya ketentuan melalui karantina. Setelah pengecekan setiap penumpang yang dari India memang ada pengetatan sedikit. Pertama harus melalui karantina selama 14 hari tetapi yang bersangkutan tanpa melewati karantina, kemudian (diduga) diurus oleh seseorang inisial S dan RW bisa berhasil tanpa karantina terus kembali ke rumahnya," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, penyidik saat ini masih menyelidiki dan melakukan pemeriksaan kepada ketiga orang yang telah diamankan itu.

"Sekarang ini, tiga orang sudah kita amankan termasuk saudara JD sendiri yang menumpang dari pesawat dari India ke Indonesia. Kemudian ada dua orang yang mengurus, sementara ini masih dilakukan pemeriksaan. Masih didalami ini, yang kemudian nanti kalau sudah selesai akan kita sampaikan bagaimana kronologis pengungkapan kasusnya," katanya.

Menurut Yusri, berdasarkan aturan setiap penumpang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia harus dikarantina setelah dilakukan pengecekan apakah dia memang reaktif Covid-19 atau tidak.

"Tetap harus melakukan isolasi selama 5 hari. Khusus penumpang dari India ada kebijakan dari pemerintah melakukan isolasi 14 hari kalau dia non reaktif, kalau dia reaktif akan ada penanganan khusus. Ini yang kemudian dilakukan upaya yang dilakukan oleh pelaku-pelaku ini, baik itu dia sebagai pengurus atau penumpang ini untuk menghindari terjadinya karantina selama 14 hari. Dia membayar 6,5 juta kepada saudara S. Modus ini yang sementara kita lakukan penyelidikan," jelasnya.

Yusri menuturkan, S dan RW bukan oknum pegawai bandara, namun hanya mengaku saja. RW sendiri merupakan anak dari S.

"Bukan oknum dia makanya ini masih kita dalami. Kalau pengakuan dia kepada JD dia adalah pegawai bandara, ngakunya doang. Dia (S) sama anaknya. S sama RW itu anaknya. RW itu anaknya S. Iya (bukan pegawai), makanya ini masih kita dalami, dia bisa keluar masuk itu. Besok kita sampaikan secara jelas. Intinya ini mereka meloloskan orang tanpa melalui karantina. Apakah ada pelaku lain? Ini masih kita dalami. Soalnya sudah ramai orang-orang nakal ini, orang-orang dari luar negeri tanpa karantina bisa bayar terus masuk. Ini lagi kita dalami," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

15.000 Petugas Gabungan Diturunkan Awasi Mobilitas Warga di Bogor

15.000 petugas gabungan dari seluruh unsur TNI, Polri, Satpol PP, Satgas Wilayah dilibatkan dalam untuk mengawasi mobilitas warga di Bogor.

MEGAPOLITAN | 26 April 2021

Loloskan WNI dari India Tanpa Karantina, Tiga Orang Diamankan Polisi

Personel Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang yang terlibat dalam pemulangan seorang WNI dari India tanpa melalui proses karantina.

MEGAPOLITAN | 26 April 2021

Benyamin Davnie Resmi Jabat Wali Kota Tangerang Selatan

Di langkah awal kepemimpinannya, Benyamin akan memfokuskan diri pada pengamanan pelarangan mudik yang ditetapkan pemerintah di masa libur lebaran tahun 2021.

MEGAPOLITAN | 26 April 2021

Euforia Jakmania Turun ke Jalan, Polisi Minta Dihentikan

Imbauan itu ditegaskan kepolisian karena kerumunan seperti konvoi yang dilakukan The Jakmania bisa menimbulkan klaster baru Covid-19.

MEGAPOLITAN | 26 April 2021

Pengemudi Terobos Jalur Transjakarta Anak Pemilik Porsche

Selain tindakan tilang, polisi juga menyita mobil Porsche warna putih sebagai barang bukti.

MEGAPOLITAN | 26 April 2021

Kerumunan Jakmania di Bundaran HI, Satpol PP: Itu Spontanitas

Pihaknya tidak bisa meminta pertanaggungjawaban Persija atau Jakmania karena aktivitas yang dilakukan murni spontanitas dari masyarakat.

MEGAPOLITAN | 26 April 2021

Saksi Ahli Akan Dihadirkan di Persidangan Rizieq Syihab

Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan 31 titik pos pengamanan, terdiri dari 17 pos cek poin yang berada di aglomerasi Jabodetabek.

MEGAPOLITAN | 26 April 2021

Larangan Mudik, Agen Bus Tiadakan Penjualan Tiket

Agen tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Bus Lebak Bulus, Jakarta Selatan, meniadakan penjualan karena tidak ada layanan angkutan mudik.

MEGAPOLITAN | 26 April 2021

Pengacara Rizieq Klaim Tidak Terjadi Klaster Baru Usai Kerumunan Petamburan

Menurut tim pengacara Rizieq tidak terdapat bukti yang sahih, nyata bahwa ada klaster baru setelah kerumunan di Petamburan, Tanah Abang.

MEGAPOLITAN | 26 April 2021

Ini Pedoman Pemeriksaan Petugas di Titik Penyekatan

Petugas di pos penyekatan akan berpedoman kepada Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

MEGAPOLITAN | 26 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS