Peternak Minta Kemtan Perbaiki Persoalan Unggas
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Peternak Minta Kemtan Perbaiki Persoalan Unggas

Selasa, 4 Mei 2021 | 18:51 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Puluhan peternak unggas rakyat yang tergabung dalam PPRN (Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara) meminta Kementerian Pertanian (Kemtan) untuk segera memperbaiki sengkarut persoalan unggas yang tidak kunjung usai. Permintaan yang disampaikan melalui aksi damai ini sebagai bentuk ekspresi peternak rakyat mandiri yang kondisinya semakin terpuruk.

Para peternak mengeluhkan harga sarana pokok produksi seperti pakan, DOC (day old chicken) dan lainnya sangat tinggi. Di sisi lain, harga jual ayam broiler dan telur cenderung murah. Kondisi itu yang menyebabkan peternak rakyat mengalami kerugian yang sangat besar.

Sejak tahun 2018 hingga 2020 lalu ribuan peternak mengalami kerugian dengan taksiran Rp 5,4 triliun. Ketua PPRN Alvino Antonio mengatakan, aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk kekesalan peternak unggas rakyat terhadap Kementan yang tidak pernah memerdulikan peternak rakyat.

Kementan membiarkan peternak rakyat bangkrut dan membiarkan para integrator semakin jaya. "Kami sangat kecewa karna Dirjen PKH tak menemui kami, kami sampaikan kepada Kementan, kami tak akan mundur untuk terus memperjuangkan nasib para peternak rakyat yang semakin terpuruk karena keberpihakan Kementan kepada para Integrator,” ungkap Ketua PPRN, Alvino Antonio saat menyampaikan orasi di depan Komplek Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta (4/5/2021).

Alvino mengungkapkan, Kemtan kerap kali berpihak pada integrator raksasa perunggasan. Baru-baru ini Kemtan memangkas 20,5 juta ekor DOC Final Stocks dengan dalih menjaga kestabilan harga perunggasan. Bahkan, Kemtan menargetkan memusnahkan 288 juta DOC tahun ini. Akibatnya akan terjadi kelangkaan DOC dan ratusan peternak unggas terancam tidak mendapatkan DOC. Kondisi peternak rakyat semakin tertekan, harga DOC dipastikan naik. Para integrator raksasa pasti memprioritaskan internal farm dan kemitraannya.

"Kerugian yang kami alami sangat besar, banyak diantara kami yang sudah guling tikar, kami yang masih bertahan masih menunggu komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada para peternak Mandiri," ungkap Alvino.

Padahal, lanjut Alvino, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.32/2017 Tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi mengamanatkan alokasi 50% DOC untuk peternak unggas mandiri. Kemudian, baru-baru ini juga terjadi kenaikan pada pakan ayam hingga 30 persen yang mengikuti kenaikan harga ayam di bulan puasa.

“Saat nanti kami panen, harga sudah turun. Inilah akibatnya apabila Pemerintah membiarkan ‘mekanisme pasar’ yang menguasai ekosistem bisnis perunggasan. Kami peternak ayam rakyat yang merasakan dampak kerugian yang paling besar. Karena bukan kami yang menentukan mekanisme pasar perunggasan,” jelas Alvino.

Sementara itu koordinator aksi Pardjuni menilai, kebijakan pemerintah sebetulnya sudah bagus. Namun pengawasannya sangat kurang. "Sehingga kami sangat dirugikan. Peternak rakyat yang dikorbankan," pungkas Pardjuni saat orasi bersama peternak dari Jawa dan Bali.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bima Arya Ancam Tutup Pasar dan Mal Jika Terjadi Kerumunan

Bima Arya mengimbau warga Bogor untuk mempertimbangkan atau berpikir lagi apabila ingin atau berkunjung ke tempat-tempat umum termasuk pasar dan mal.

MEGAPOLITAN | 4 Mei 2021

Cegah Kerumunan, Mobilitas Warga di Pasar Kebon Kembang Bogor Dibatasi

Pembatasan dilakukan di akses jalan masuk dan keluar serta kapasitas di dalam Pasar Kebon Kembang guna mencegah kerumunan.

MEGAPOLITAN | 4 Mei 2021

Polisi Kembali Amankan 22 Travel Gelap

Ditlantas Polda Metro Jaya kembali mengamankan 22 travel gelap yang melanggar izin trayek dan tidak memiliki izin mengangkut penumpang.

MEGAPOLITAN | 4 Mei 2021

Gelar Operasi Ketupat Jaya, Polisi Dirikan Pos di Jalur Tikus

Polda Metro Jaya akan berupaya menutup jalur-jalur tikus dengan mendirikan pos pengamanan.

MEGAPOLITAN | 4 Mei 2021

Pemkot Depok Perintahkan Perusahaan Bayar THR Sebelum H-7 Lebaran

Dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Depok Nomor: 560/207/Naker/VI/2021 terdapat beberapa poin yang harus dipatuhi perusahaan terkait THR.

MEGAPOLITAN | 4 Mei 2021

Jelang Lebaran, Pertamina Bogor Tambah Pasokan Elpiji dan BBM

Khusus di Bogor, Pertamina menambah 330.000 tabung elpiji 3 kg dan 48.000 liter BBM.

MEGAPOLITAN | 4 Mei 2021

6 Tahun Jadi Misteri, Kasus Pembunuhan Akseyna Trending di Media Sosial

Keluarga Akseyna mencoba mencari keadilan lewat media sosial. Nama Akseyna pun sempat trending di media sosial Twitter dan Tiktok.

MEGAPOLITAN | 4 Mei 2021

Jelang Larangan Mudik, Polisi Pantau Arus Lalu Lintas ke Luar Kota

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan pemantauan arus lalu lintas ke luar kota untuk mengantisipasi kepadatan volume kendaraan.

MEGAPOLITAN | 4 Mei 2021

Mekanisme Pengurusan SIKM Tunggu Tanda Tangan Gubernur

Syafrin mengatakan, pengurusan SIKM tersebut tidak berbeda jauh dengan ketentuan dari Satgas Pencegahan Covid-19 tingkat nasional.

MEGAPOLITAN | 4 Mei 2021

Buka Tutup di Stasiun Tanah Abang, Stasiun Alternatif Alami Kenaikan Penumpang

Dampak ditutupnya Stasiun Tanah Abang, jumlah pengguna yang dapat naik ke setiap rangkaian KRL dari Stasiun Palmerah juga bertambah.

MEGAPOLITAN | 4 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS