Logo BeritaSatu

Polisi Tetapkan 9 Pendemo di Kemdikbud Jadi Tersangka

Selasa, 4 Mei 2021 | 18:55 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi menetapkan sembilan orang yang melakukan aksi unjuk rasa pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di depan kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), sebagai tersangka.

"Kami tetapkan sebagai tersangka kesembilan orang dengan perannya masing-masing, dan ini berproses. Negara kita negara hukum dan harus taat pada hukum. Hak berkumpul boleh, menyampaikan pendapat di muka umum boleh, ada aturan perundang-undangan. Tapi hak untuk sehat saat pandemi ini juga harus mengerti dan jangan sampai jadi klaster," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Selasa (4/5/2021).

Dikatakan Yusri, kendati ditetapkan sebagai tersangka, kesembilan orang itu tidak dilakukan penahanan dan telah dipulangkan karena ancaman hukumannya hanya 4 bulan penjara. Mereka dikenakan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, serta Pasal 216 ayat 1 dan Pasal 218 KUHP, dengan ancaman 4 bulan penjara.

"Tidak ditahan, ancamannya 4 bulan. Dikenakan Pasal 216, Pasal 218, dan Undang-Undang Nomor 4 tentang wabah penyakit. Tidak dilakukan penahanan, tetapi prosesnya berjalan," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, polisi mengamankan sembilan orang terdiri dari lima mahasiswa dan empat orang diduga buruh itu, sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (3/5/2021) kemarin. Setelah pendataan, ternyata sebagian dari mereka juga sempat diamankan pada saat demo Hari Buruh Sedunia, Sabtu (1/5/2021).

"Jadi hampir semuanya ini, ini yang tanggal 1 Mei diamankan, kemudian didatakan, dan disuruh pulang. Kemudian 3 Mei ini pada Hardiknas hadir juga, Hari Buruh hadir juga mereka ini," katanya.

Menurut Yusri, pada saat pemeriksaan kesembilan tersangka didampingi kuasa hukum. Mereka diamankan karena diduga berkerumun dan telah diingatkan agar tetap mengedepankan protokol kesehatan, namun tidak diindahkan.

"Sejak pagi sudah demo. Pukul 16.30 itu diingatkan lagi untuk sebaiknya cukup mengingat puasa dan juga pandemi ini kita harapkan 5 M. Kemudian teguran kedua juga tidak diindahkan, masih kita sampaikan ke korlapnya yang kedua, sampai pukul 17:30 kita sampaikan yang terakhir untuk segera membubarkan diri. Saya kembali lagi katakan, dimasa pandemi ini hak berkumpul boleh ada undang-undangnya, tapi juga harus memperhatikan hak untuk sehat. Covid ini sudah semakin tinggi, ini yang harus disadari," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pakar Dukung Jokowi Lakukan Reformasi Hukum di Indonesia

Penegasan Presiden Jokowi mengenai perlu adanya reformasi hukum di Indonesia disambut baik oleh pakar hukum pidana.

NEWS | 28 September 2022

Rusia Usir Diplomat Jepang yang Dituduh Spionase

Rusia mengusir diplomat Jepang yang dituduh melakukan spionase. FSB telah menghentikan aktivitas spionase di Konsulat Jenderal Jepang di Vladivostok.

NEWS | 28 September 2022

Eks Pegawai KPK Rasamala Aritonang Jadi Pengacara Sambo, Ini Alasannya

Eks Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rasamala Aritonang menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo

NEWS | 28 September 2022

Tim Pengacara Ferdy Sambo Janjikan Pembelaan yang Fair

Tim pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi janji bakal memberikan pembelaan yang fair (adil) sesuai prinsip peradilan, kepada kliennya

NEWS | 28 September 2022

Latihan Militer, AS Akan Kerahkan HIMARS ke Latvia

Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan sistem roket HIMARS untuk latihan militer ke Latvia, negara tetangga Rusia.

NEWS | 28 September 2022

KPK Cecar Zumi Zola soal Uang ke Anggota DPRD Jambi

KPK memeriksa eks Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai saksi, Selasa (27/9/2022) dugaan suap pada pembahasan RAPBD Jambi

NEWS | 28 September 2022

KPK Ungkap 3 Hal yang Dapat Buat Penyidikan Lukas Enembe Dihentikan

KPK memaparkan tiga hal yang dapat membuat penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe dihentikan.

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Minta Penyaluran Bantuan Subsidi Upah Terus Dipercepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) terus dipercepat, sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

NEWS | 28 September 2022

Sudah Berlarut-larut, ICW Desak KPK Jemput Paksa Lukas Enembe

ICW terus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya jemput paksa terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe

NEWS | 28 September 2022

Ibu Negara Iriana Jokowi dan OASE KIM Kunjungi NTT

Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) bersama para anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) bertolak menuju NTT.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Gandeng Bappebti, PINTU Genjot Literasi Aset Kripto di UGM

Gandeng Bappebti, PINTU Genjot Literasi Aset Kripto di UGM

EKONOMI | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings