Rahayu Saraswati Dukung Hukuman Berat terhadap Anak Anggota DPRD Bekasi Pemerkosa Remaja
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Rahayu Saraswati Dukung Hukuman Berat terhadap Anak Anggota DPRD Bekasi Pemerkosa Remaja

Rabu, 2 Juni 2021 | 17:25 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempuan Tunas Indonesia Raya (Tidar) Rahayu Saraswati mendukung aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pemerkosaan dan pemaksaan pelacuran terhadap seorang remaja berinisial PU (15) yang diduga melibatkan AT (21), anak seorang anggota DPRD Bekasi.

Menurutnya, berdasarkan bukti psikologis dan fisik, serta kesaksian korban, sudah cukup bagi aparat penegak hukum untuk menegakkan keadilan dengan menggunakan UU 35/2014 tentang Perubahan UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Saya beserta Yayasan Parinama Astha mendukung adanya penjatuhan hukuman yang seberat-beratnya kepada tersangka pelaku AT," kata Rahayu dalam keterangan pers yang diterima, di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Tak hanya terhadap AT, Rahayu meminta aparat penegak hukum untuk memburu sejumlah pelaku lain yang masih bebas dari jeratan hukum, terutama pihak-pihak yang melakukan pemerkosaan terhadap PU selama mengalami pemaksaan pelacuran oleh pelaku.

Menurut Rahayu, setiap pihak tersebut berdasarkan UU telah melakukan hubungan intim dengan anak di bawah usia 18 tahun dalam konteks pelacuran dan eksploitasi seksual. Dengan demikian, kejahatan tersebut masuk dalam kategori pelaku perdagangan anak.

“Kami meminta agar pihak aparat penegak hukum juga menggunakan kekuatan cyber crime unit untuk mengejar para pengguna jasa dan klien perdagangan anak,” tegasnya.

Rahayu mengatakan, yang tidak kalah pentingnya adalah proses pemulihan dan hak restitusi bagi korban. Untuk itu, Rahayu meminta pihak kepolisian bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang diamanatkan oleh UU 31/2014 tentang Perubahan UU 13/2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban untuk memberikan keadilan dan pemenuhan hak bagi korban dan keluarganya.

“Yayasan Parinama Astha yang memang fokus bergerak dalam perlawanan perdagangan orang akan terus mengawal prosesnya kasus ini sampai tuntas,” katanya.

Rahayu menjelaskan, selama sembilan bulan berpacaran dengan AT, PU mengalami berbagai macam kekerasan. Saat keluarga korban membawanya ke kepolisian untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya terungkaplah berbagai kekejaman yang diduga dilakukan oleh pelaku terhadap korban, mulai dari pemerkosaan sampai dengan pemaksaan pelacuran.

“Dari informasi yang saya dapatkan, dampak yang dialami oleh korban adalah secara mental, fisik dan seksual, di mana sang korban pun harus melalui tindakan medis,” kata Rahayu.

Rahayu mengungkapkan keprihatinan atas kasus ini. Apalagi, adanya upaya pelaku untuk berdamai dengan cara menikahi korban. Ditegaskan, kata-kata bertanggung-jawab dalam kasus ini hanyalah topeng yang digunakan pelaku untuk menghindari hukuman. Sayangnya, ungkap Rahayu, fenomena pemerkosa mengeklaim akan bertanggung demi menghindari proses hukum terlalu sering terjadi dan sudah saatnya diakhiri.

"Kami mendengar kesaksian para pendamping korban pemerkosaan di daerah-daerah yang harus berhadapan dengan pihak keluarga dan bahkan aparat penegak hukum yang justru mendorong agar pelaku dan korban menikah semata-mata agar terhindar dari stigma dan aib, dan juga menghindar adanya tuntutan hukum dan prosesnya yang bisa berkepanjangan. Pandangan dan sikap seperti ini harus disudahi,” katanya.

Menurutnya, tindak pidana pemerkosaan di dalam hubungan berpacaran sayangnya kerap terjadi, namun di negara seperti Indonesia, pembuktian masih sangat berat karena beban ditekankan kepada korban untuk membuktikan bahwa kekerasan seksual itu betul terjadi. Kekerasan seksual ini bisa terjadi saat ada intimidasi dan pemaksaan dari pihak pelaku, bahkan sering kali tidak terlepas dari kekerasan fisik. Juga ancaman penyebaran foto dan video.

“Rayuan seperti ‘Kalau kamu sayang sama aku, kamu harusnya mau berhubungan intim denganku’ bukan hal yang aneh lagi. Belum lagi jika setelah kejadian, pelaku mengintimidasi sang korban dengan revenge porn di mana pelaku mengancam korban bahwa jika dia tidak mau melayaninya lagi atau jika dia memberitahukan kepada orang lain, maka foto atau video yang diambilnya akan disebarluaskan. Karena, terlepas dari adanya penegakan hukum bagi pelaku sebagai penyebar konten pornografi maupun kondisi mental korban saat kejadian, sang korban pasti tetap akan terkena dampak sosial.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polda Metro Rekomendasikan Ganjil Genap Diberlakukan Bertahap

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, merekomendasikan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap diberlakukan secara bertahap.

MEGAPOLITAN | 2 Juni 2021

Bentrok Antarormas di Bekasi, 2 Orang Ditangkap Bawa Sajam

Empat Ormas yang berbeda saling berebut pengelolaan limbah pabrik PT Suzuki Indomobil di Kabupaten Bekasi, Rabu (2/6/2021).

MEGAPOLITAN | 2 Juni 2021

Kota Tangerang Siap Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru

Meski mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, Disdik Kota Tangerang akan tetap menjalankan proses pembelajaran daring karena masih pandemi.

MEGAPOLITAN | 2 Juni 2021

Ganjil Genap Dilakukan Bertahap, Ini Pertimbangannya

Dimungkinkan kembali diterapkan pembatasan kendaraan menggunakan sistem ganjil genap secara bertahap.

MEGAPOLITAN | 2 Juni 2021

Hari Jadi ke-539 Kota Bogor Akan Diperingati Sederhana

Rangkaian kegiatan pada momentum Hari Jadi Bogor akan diawali dengan melalui rapat paripurna DPRD dan pembagian e-KTP kepada warga Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 2 Juni 2021

139.235 Orang di Kota Tangerang Sudah Terima Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Sebanyak 139.235 orang warga Kota Tangerang telah menerima vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

MEGAPOLITAN | 2 Juni 2021

Tingkat Keterisian RS di Jakarta Terus Naik, Warga Diminta Waspada Lonjakan Covid-19

Kendati kenaikan tingkat keterisian masih terkendali, masyarakat diingatkan tetap waspada untuk lonjakan kasus Covid-19 yang lebih parah.

MEGAPOLITAN | 2 Juni 2021

Kota Bogor Terima 1.000 Dosis Vaksin, Diprioritaskan bagi Disabilitas

Berdasarkan data Dinkes Kota Bogor jumlah disabilitas mental mencapai 1.000 orang, untuk disabilitas fisik berjumlah 877 orang.

MEGAPOLITAN | 2 Juni 2021

Kasus Korupsi Tanah Munjul, Wakil Direktur Adonara Propertindo Ditahan

KPK menahan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtuwene, Rabu (2/6/2021).

MEGAPOLITAN | 2 Juni 2021

Sebabkan Kerumunan, Ratusan Lapak PKL di Puncak Dibongkar

Apabila ke depan PKL masih saja membandel, yaitu mendirikan lapaknya akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

MEGAPOLITAN | 2 Juni 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS