Ini Cerita Sopir Truk Soal Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Cerita Sopir Truk Soal Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Minggu, 13 Juni 2021 | 18:35 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Sopir truk kontainer, JE (31), duduk santai di pinggir trotoar di wilayah terminal peti kemas, Tanjung Priok, Minggu (13/6/2021) siang. Ditemani segelas es teh, dia menunggu giliran untuk mengangkut peti kemas.

Truknya terparkir di pinggir jalan, berada di belakang truk lainnya yang juga mengantre untuk mengangkut peti kemas.

"Sekarang sudah aman. Preman-preman juga saya udah nggak lihat, udah kosong," katanya mengawali cerita ketika berbincang dengan Beritasatu.com soal penindakan pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme, di Pelabuhan Tanjung Priok.

JE mengungkapkan, sebelum adanya penindakan, dia dan kawan-kawan biasa memberikan uang yang diistilahkan sebagai "uang rokok" atau "uang kopi" kepada preman di luar dan oknum pegawai di dalam kawasan pelabuhan.

"Ya biasa. Ya seperti kita kasih uang rokok, uang kopi. Di luar ada, di dalam juga ada. Kalau kita bongkar muat bisa Rp 50.000 habis sehari," ungkapnya.

JE menyebutkan, uang yang diberikan itu berasal dari uang pribadi, bukan dari perusahaan jasa angkut barang. Variatif jumlahnya, ada yang minta Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 hingga Rp 20.000.

Permasalahan pungli bukan hanya berada di wilayah Tanjung Priok saja. JE menyampaikan, sejak keluar mengangkut barang di wilayah pergudangan Dadap hingga Kamal banyak juga preman yang meminta uang pungli.

"Dari Dadap sampai ke Kamal itu aduh, banyak itu. Kita ambil (barang) dari daerah Dadap, Jalan Prancis, itu banyak. Kita nggak berani kalau berangkat malam. Paling berani saya berangkat pagi, jam 06.00. Kalau subuh itu rawan-rawannya. Kenapa di situ nggak ditindak ya, padahal di situ yang lebih banyak preman-preman itu. Sopir ngeri kalau lewat situ," katanya.

Pria yang telah lebih dari 10 tahun menjadi sopir truk itu, menuturkan, alasan kenapa tidak berani keluar pada malam hari karena biasanya kalau malam preman-preman itu meminta uang lebih banyak.

"Kalau pagi masih mau dikasih Rp 1.000. Kalau malam mana mau. Ceban (Rp 10.000), goceng (Rp 5.000). Masih mending, kalau orang mabok mana mau segitu. Ya di perempatan (diminta), di jalan lurus iya juga. Disetop, mintai duit. Itu di sepanjang Kapuk, Kamal," katanya.

Menyoal ada berapa kali dimintai uang dari kawasan pergudangan hingga Tanjung Priok, JE menyampaikan, tidak tentu, bisa delapan bahkan belasan kali.

"Kadang-kadang di situ juga ada yang ngemel, ngaku-ngakunya sih anggota. Ada juga ormas. Kadang di kasih kertas kecil, biar di jalan nggak dimintain lagi. Tapi di depan minta lagi. Bisa jarak 100 hingga 200 meter minta lagi," terangnya.

Sepanjang perjalanan, JE mengaku bisa mengeluarkan uang Rp 25.000 hingga Rp 30.000 untuk pungli. Dan, ketika masuk kawasan Tanjung Priok dia harus merogoh kocek kembali.

"Oh iya, sopir truk harus siap-siap uang receh banyak," katanya sambil tertawa.

"Ya keluhan ini mudah-mudahan direspons. Bikin kita sopir gersang. Masih mending kalau orang ini nggak pakai senjata tajam. Mereka berkelompok," tambahnya.

JE juga menceritakan, dirinya pernah menjadi korban tindak kejahatan penodongan di tengah kemacetan, di wilayah Jakarta Utara, pada tahun 2016 silam. "Saya pernah ditodong, naik ke dalam truk. Ya abis, dompet, handphone, uang diambil. Bawa senjata tajam. Sendirian saya, nggak ada kernet," ucapnya.

Pungli Diberantas, Pelayanan Lambat

Sementara itu, JE dan kawannya MAN menuturkan, sejak pungli ditindak, pelayanan bongkar muat jadi lambat di kawasan Tanjung Priok. Berdasarkan keterangan mereka, biasanya bongkar muat peti kemas paling lama dua jam. Tapi sekarang bisa sampai empat jam.

"Jadi telat, lambat kerjanya. Biasanya bongkar abis magrib, jam 8 (20.00) sudah selesai, ini jam 10 (20.00) baru keluar. Karena ini mungkin kita nggak ngasih. Semua di pelabuhan kayak gitu," kata JE.

"Kemarin saya seharian belum dimuat. Biasanya cepat, paling lama 2 jam. Nggak tahu juga karena apa. Sekarang lambat kerjaan, telat, jadi kita narik ke mana-mana telat. Ya semenjak ini jadi lambat. Seharusnya hari ini kita narik jadi nggak, karena lambat. Hampir semua, ekspor-lokal lambat," timpal MAN.

JE dan MAN berharap semuanya bisa kembali normal, pungli diberantas dan pekerjaan bisa cepat. Keduanya saat ini masih menunggu peti kemas kosong untuk dibawa ke pabrik, kemudian kembali dibawa ke Pelabuhan Tanjung Priok.

"Apalagi sekarang kosongan susah, pelayanannya lambat. Maksudnya kosongan itu peti kemasnya kosong, bawa peti kemas yang kosong. Kalau mau dinaikin ke sasis, nyari yang bagus. Yang kosong, yang bagus dalamnya. Supaya di pabrik bisa diterima. Kalau jelek, ya nggak diterima pabrik. Akhirnya ditolak, jadi utang. Jadi kita muat kosongan dari pelabuhan, bawa ke pabrik, isi di pabrik, terus bawa lagi ke pelabuhan. Saya dari kemarin belum dapat kosongan. Jarang tidur sopir, kalau tidur didahului orang lain," jelas MAN.

"Harapannya ingin kembali semula. Kita maunya kembali lancar. Manajemen (pelabuhan) diperbaiki lagi layanannya. Kita juga mau kesejahteraan dari perusahaan," kata MAN.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara dan Polres KP3 Tanjung Priok telah menangkap 50 tersangka terkait tindakan pungli dan aksi premanisme, di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Bukan hanya preman yang diciduk, namun sebagian besar justru oknum pegawai dan sekuriti yang bekerja di PT Greating Fortune Container (GFC), PT Dwipa Kharisma Mitra (DKM) Jakarta serta Jakarta International Container Terminal (JICT).

Aksi pungli, dimulai dari jalan saat mendekati pelabuhan hingga masuk ke pos masing-masing. Sopir truk dimintai uang Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 sampai Rp 20.000. Uang itu dimasukkan ke dalam plastik atau dus, kalau tidak mau truk disuruh ke pinggir.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Pengungkapan kasus penyakit masyarakat ini merupakan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, merespons instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo yang menerima aduan para sopir kontainer ketika tatap muka, di Tanjung Priok, Kamis kemarin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Uji Coba Road Bike di JLNT, Dishub DKI: Jumlah Pesepeda Meningkat Secara Signifikan

Pesepeda peserta uji coba road bike di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang terus meningkat secara signifikan.

MEGAPOLITAN | 13 Juni 2021

Ini Alasan Pemprov DKI Izinkan Road Bike Melintas di JLNT Casablanca

Dengan kondisi ruas jalan layang tersebut, maka dibutuhkan orang yang mempunyai fisik terlatih dan didukung sepeda yang menjamin keselamatan.

MEGAPOLITAN | 13 Juni 2021

Kasus Narkoba, Musisi AN Diamankan Polisi

Satuan Reserse dan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengamankan seorang musisi berinisial AN karena terlibat penyalahgunaan narkotika.

MEGAPOLITAN | 13 Juni 2021

15 Tahun Berpolemik, Bima Arya: GKI Yasmin Memasuki Babak Baru

Pemkot Bogor memberikan hibah lahan seluas 1.668 m2 di Jalan Abdullah bin Nuh, Bogor Barat, Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 13 Juni 2021

Pemprov DKI Cabut Rambu Uji Coba Jalur Road Bike di JLNT Casablanca

Petugas Dishub DKI mencopot rambu tersebut setelah mendapat protes dari sejumlah anggota komunitas Bike 2 Work Indonesia yang mendatangi lokasi.

MEGAPOLITAN | 13 Juni 2021

Langgar IMB, Rumah Mewah di Menteng Disegel Anak Buah Anies

Rumah mewah tersebut melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

MEGAPOLITAN | 13 Juni 2021

Survei: Sepertiga Warga DKI Jakarta Masih Khawatir pada Vaksin Covid-19

Selain itu, kata Dicky, masih ada 34% responden atau 16.102 orang yang khawatir terhadap kemanjuran vaksin Covid-19.

MEGAPOLITAN | 13 Juni 2021

Dorong Daya Saing Disabilitas, Mensos Risma Resmikan Balai Kreasi Bogor

Tri Rismaharini mengungkapkan, Sentra Kreasi atau Balai Kreasi Ciungwanara awalnya diinisiasi untuk para penerima manfaat seperti Program Keluarga Harapan (PKH)

MEGAPOLITAN | 13 Juni 2021

3 Hari Hilang, Pasien Covid-19 Kabur Ditemukan di Bandung

Pasien Covid-19 yang kabur dari pusat isolasi Pusdiklat BPKP Ciawi akhirnya ditemukan di Bandung.

MEGAPOLITAN | 13 Juni 2021

Bogor Diprediksi Diguyur Hujan Siang Hari

Minggu sore, hujan ringan juga diperkirakan terjadi pada pukul 16.00 WIB, dengan suhu 26 derajat celcius, kelembapan udara 80%.

MEGAPOLITAN | 13 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS