Pemprov DKI Pilih Terapkan PPKM Mikro Dibandingkan PSBB, Ini Alasannya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemprov DKI Pilih Terapkan PPKM Mikro Dibandingkan PSBB, Ini Alasannya

Rabu, 16 Juni 2021 | 23:47 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro hingga 28 Juni 2021 di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan. Dalam 6 hari terakhir, penambahan kasus Covid-19 harian selalu di atas angka 2.000 kasus, bahkan sempat menembus angka 2.769 pada 13 Juni yang lalu.

Lonjakan kasus Covid-19 tersebut berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) untuk kamar isolasi dan ICU di 106 rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jakarta. Berdasarkan data 15 Juni, BOR tempat isolasi berada di angka 78% di mana kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.861 bed dan sudah terpakai oleh pasien Covid-19 sebanyak 6.117 bed. Begitu dengan BOR ICU yang berada di angka 73% di mana tersedia sebanyak 1.127 tempat tidur ICU dan terpakai 824.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan alasan pihaknya masih menerapkan PPKM Mikro untuk mengendalikan lonjakan kasus Covid-19 dalam waktu 14 hari ke depan. Menurut Riza, PPKM Mikro akan diperkuat pada aspek pemantauan, pengawasan, dan penindakan.

“Jadi tidak mengurangi kapasitas dalam PPKM ke depan. Yang ditingkatkan adalah pemantauan, pengawasan. kita pastikan semua,” ujar Riza di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Riza mencontohkan, perkantoran tetap diizinkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% sebagaimana selama ini berjalan. Namun, ketentuan kapasitas ini wajib ditaati dan jika terjadi pelanggaran, Pemprov DKI akan memberikan sanksi tegas mulai dari teguran tertulis, denda, penutupan sementara hingga pencaburan izin usaha.

“Jadi, mulai hari ini, ke depan kita akan banyak aparat, petugas operasi-operasi termasuk pembarian sanksi. Bagi siapa saja yang melanggar, kita tidak segan memberikan sanksi. Kami minta sebelum diberi sanksi, mohon semuanya, unit usaha, unit kegiatan, perkantoran, pabrik pasar, mal, hotel, semuanya melakukan protokol kesehatan secara ketat,” tandas Riza.

Apalagi, kata Riza, penerapan PPKM mikro ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang telah meminta Pemprov DKI untuk mengoptimalisasikan penerapan PPKM mikro di lapangan. Presiden Jokowi, kata Riza, meminta Pemprov DKI bisa memastikan ketentuan-ketentuan yang diatur di dalam PPKM mikro bisa terealisasi di lapangan.

“Beliau meminta kepada kami untuk meningkatkan implementasi di lapangan agar dioptimalkan dan ditingkatkan terkait berbagai kebijakan PPKM mikro,” tutur dia.

Meskipun demikian, Riza mengatakan pihaknya juga tetap terbuka terkait kemungkinan menarik rem darurat dengan melakukan pengetatan melalui PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kemungkinan ini tergantung perkembangan kasus Covid-19 dan juga masukan serta kajian dari berbagai pihak khusus para pakar dan ahli.

“Tentu masukan itu (menarik rem darurat dengan PSBB) akan kami tampung, kami kaji, pelajari, diskusikan, dialogkan. Kami bahas dengan para ahli, epidemiologi, forkopimda, jajaran satgas pusat, pemerintah pusar, semuanya, barulah keputusan diambil dan dilaksanakan bersama-sama,” jelas dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Provinsi Jakarta, Anies Baswedan mengatakan pihaknya telah menguatkan sinergi dan kolaborasi dengan jajaran Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat guna mengintervensi dan mengantisipasi agar Jakarta tak masuk ke fase genting. Nantinya, penguatan ini akan diimplikasikan dalam berbagai kegiatan, seperti operasi gabungan guna membentuk pendisiplinan kolektif. Berdasarkan pengalaman pada tahun lalu, jika Jakarta masuk fase genting, maka Pemprov DKI harus menarik rem darurat yang akan berdampak pada perekonomian.

“Ibu Kota kini dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi, maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September dan Februari tahun lalu. Kita inginkan peristiwa itu tak berulang. Untuk itu, maka dua unsur harus kerja bersama. Unsur rakyat warga dengan pemerintah dan penegak hukum, harus kolaborasi, masyarakat menjalankan 3M dan kita (di Pemerintahan) semua laksanakan 3T,” papar Anies.

Anies juga menerangkan bahwa kondisi yang ada kini harus membuat kita semakin waspada dan menyadari akan bahaya Covid-19 dan mutasinya. Sehingga, kita harus semakin disiplin dan mengikuti seluruh peraturan PPKM mikro yang telah ditentukan, mulai dari rumah, tempat bekerja, fasilitas umum, tempat makan, fasilitas hiburan dan lain sebagainya. Semua akan didisiplinkan secara kolektif dan diberikan sanksi apabila ada yang melanggar.

“Jadi, ini adalah peringatan pada kita semua, mari kita waspada, mari kita kembali lebih disiplin. Saya ingin ingatkan semua, kita masih dalam pandemi, usahakan di rumah. Semua perkantoran evaluasi, bila kegiatan sudah lebih 50% pekerja, kembalikan 50%. Semua fasilitas hiburan, seperti tempat-tempat berkumpul, restoran, rumah makan, kafe, ikuti ketentuan 50%. Begitu juga jam operasi harus ditaati, jam 9 malam harus selesai, harus tutup. Bila tetap buka, kami akan disiplinkan, akan kami berikan sanksi sesuai ketentuan gak ada pengecualian. Semuanya mari ambil sikap tanggung jawab,” pesan Anies.

“Dan pada semua masyarakat, bila tak harus bepergian, jangan tinggalkan rumah. Tinggal di rumah, kecuali harus pergi karena kebutuhan dasar dan mendesak. Kami berharap dengan pendisiplinan beberapa hari ke depan mudah-mudahan membuat situasi di Jakarta lebih terkendali dan kita harap kegentingan yang dikhawatirkan, tidak terjadi,” tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penyebaran Varian Delta B1617.2 di Jakarta Mengkhawatirkan

“Varian baru ini cukup merepotkan karena mereka memiliki kemampuan tersendiri untuk menginfeksi kita,” ujar Widyastuti.

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

Bupati Ade Yasin Geram Ulah Wartawan "Bodrex" Ganggu Kinerja Pemkab Bogor

“Harus berani, jika memang kita tidak salah langsung laporkan (ke polisi) jangan takut,” kata Ade Yasin

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

Dikejar Polisi, Remaja Diduga Mesum Kecelakaan di Tengah Jalan

Aksi kejar-kejaran antara mobil polisi dengan kendaraan terjadi di kawasan GOR Pajajaran, Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

Satgas Bubarkan Pesta Nikah di Bekasi

Sukarman mengaku pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi kepada warga untuk tidak menggelar acara keramaian di masa pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

Klarifikasi Laporan Roy Suryo, Polisi Panggil Lucky Alamsyah

Polda Metro Jaya, memanggil pesinetron Lucky Alamsyah sebagai terlapor. Lucky dipanggil untuk menjalani pemeriksaan klarifikasi terkait laporan Roy Suryo.

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

Terancam Batal, Pembelajaran Tatap Muka di Kota Tangerang dan Tangsel

Kasus Covid-19 melonjak di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pembelajaran tatap muka terancam batal.

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

Dipolisikan, Andi Arief: Saya Hadapi

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief bereaksi setelah dipolisikan oleh Dedek Prayudi pemilik akun Twitter Uki23

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

Kapolri Setuju Jalur Sepeda di Sudirman-Thamrin Dibongkar, Anies Belum Keluarkan Keputusan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kata Riza, belum mengeluarkan keputusan terkait wacana jalur sepeda permanen di Sudirman-Thamrin untuk dibongkar.

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

Polisi Teliti Laporan Dedek Prayudi Soal Dugaan Ancaman Pemilik Akun @andiarief

Polda Metro Jaya, telah menerima dan sedang meneliti laporan Ekeskutif Direktur Centre for Youth and Population Research Dedek Prayudi

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Perketat Aktivitas Masyarakat

Kasus Covid-19 melonjak di Kota Tangerang. Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah meminta agar aktivitas masyarakat diperketat.

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021


TAG POPULER

# Greysia Polii


# Bupati Seram Bagian Barat Meninggal


# Update Covid-19


# Vaksinasi Covid-19


# Olimpiade Tokyo



TERKINI

Politik di Malaysia Panas, Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad Dihalangi Masuk Gedung Parlemen

DUNIA | 26 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS