Ini Derita Warga yang Bertetangga dengan TPA Rawa Kucing Kota Tangerang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Derita Warga yang Bertetangga dengan TPA Rawa Kucing Kota Tangerang

Sabtu, 19 Juni 2021 | 22:49 WIB
Oleh : Chairul Fikri / EHD

Tangerang, Beritasatu.com - Derita dan nestapa berkepanjangan selama ini dirasakan warga RT 05 RW 04 Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Betapa tidak sudah puluhan tahun lebih warga di RT tersebut harus rela terkena dampak berdirinya Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Rawa Kucing yang berdiri di lahan seluas 34 hektar.

Bau tidak sedap dan lalat-lalat yang berterbangan yang timbul dari gunungan sampah di TPA Rawa Kucing setiap saat dirasakan warga RT tersebut. Belum lagi dampak tercemarnya air tanah membuat kehidupan mereka semakin menderita.

Namun karena keadaan lah yang membuat mereka akhirnya bertahan di lokasi tersebut. Seperti yang dialami Kustini dan keluarganya yang tinggal dekat dengan TPA Rawa Kucing kepada media.

"Ini rumah peninggalan orang tua kami, warisan. Sudah 30 tahun lebih saya tinggal disini. Dari orang tua juga sudah disini. Nggak punya rumah lagi. Ini yang membuat kami akhirnya pasrah bertahan disini meski sebenarnya kami sebenarnya menderita," ungkap Kustini Sabtu (19/6/2021).

Di kawasan seluas 450 meter persegi, Kustini tinggal bersama keluarganya yang lain dimana dari lahan tersebut ada 4 rumah yang semuanya merupakan keluarga Kustini.

Tak hanya itu ada 16 bidang tanah lain yang di tinggali oleh keluarga lain yang tetap bertahan di lahan yang hanya berjarak 20 meter dari dinding TPA Rawa Kucing itu selama ini tak bisa menikmati air bersih lantaran air tanah yang ada dirumah mereka sudah tercemar limbah yang muncul dari TPA terbesar di Kota Tangerang itu.

"Disini airnya keruh dan enggak bisa sama sekali diminum dan air disini juga gak bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lain seperti mandi, mencuci baju dan lainnya. Praktis kita hanya ngandelin air dari PDAM Tirta Benteng yang disalurkan 2000 Liter per harinya dimana airnya ditampung di Tangki yang dibangun Pemkot Tangerang yang itu digunakan oleh seluruh masyarakat disini. Tapi sudah sepuluh tahun mungkin kita dapat air bersih. Awalnya bayar. Tapi sekarang gratis, sudah 3 tahun ini, itu yang kita masih syukuri," lanjutnya.

Ditambahkan Kustini, derita yang dirasakan masyarakat di sekitarnya ini bertambah kala hujan tiba. Lantaran di sana kerap terjadi banjir karena drainase yang ada di kawasan itu buruk.

Ironisnya, air yang timbul dari banjir itu makin di perparah dengan air limbah yang muncul dari timbunan sampah yang menggunung di TPA Rawa Kucing.

"Airnya hitam masuk ke rumah kami. Kalau dulu tidak, karena disana (TPA Rawa Kucing) ada saluran airnya. Tapi sekarang sudah tertutup dengan sampah. Satu-satunya drainase yang masih berfungsi adalah sebuah got seluas 20 centimeter saja. Itu pun terjepit lokasinya karena pembangunan jalan beton yang dilakukan Pemkot beberapa tahun lalu. Makanya air disini kadang kalau hujan lama surutnya. Makanya disetiap rumah pasti di pintunya ada kayak tanggul untuk menghambat air masuk kedalam. Sebenarnya pak RT sudah sempat membuat lokasi penampungan biar airnya nggak masuk kesini, tapi kalau volume air akibat hujan besar mau nggak mau kita kebanjiran," ceritanya lagi.

Masalah kesehatan, Kustini mengakui penyakit ISPA hingga penyakit kulit biasa dirasakan warga yang tinggal di daerah sekitar TPA itu. Namun karena buruknya kualitas kehidupan yang mereka alami disana membuat mereka lagi-lagi hanya bisa pasrah menghadapi cobaan ini.

"Itu anak saya yang laki kena flek di paru-paru. Saya juga gatal-gatal ini, dan penyakit kayak saya dan keluarga ini sudah biasa banget di rasain warga disini. Dinas Kesehatan juga sejak Pandemi Covid-19 ini juga sudah tidak lagi datang rutin seperti dulu sebelum pandemi untuk memeriksakan kondisi kesehatan masyarakat disini. Jadi kalau sakit ya kita biasanya berobat ke Puskesmas atau beli obat sendiri," tukasnya.

Minta Solusi

Warga yang tinggal disekitar TPA Rawa Kucing sendiri sebenarnya sudah pernah meminta solusi kepada pihak Pemkot Tangerang terkait derita yang mereka rasakan saat bertetangga dengan TPA Rawa Kucing itu. Dimana saat mediasi itu, Pihak Pemkot berjanji akan merelokasi mereka dan membeli lahan yang mereka tempati agar mereka bisa hidup lebih baik. Namun sayangnya hingga kini belum ada realisasi atas janji-janji pemerintah itu sehingga akhirnya mereka yang tak punya pilihan lain tetap menetap dan tinggal di lokasi yang punya banyak keluhan itu.

"Kalau warga sini yang punya uang mungkin mending pergi dari sini, kayak koh Abeng (rumah yang berdempetan langsung dengan Sampah TPA Rawa Kucing) sudah pindah. Dia punya rumah lagi. Kita kan cuma di sini (rumah) mau pindah kemana. Sudah 3 tahun lalu mereka janji bayar lahan kita. Rumah ini mau digusur. Tapi kita belum dapat kabar lagi. Informasi yang kita dapat sih bulan Juli mau dibayar tapi belum tau kita," ucapnya lagi.

"Kita mau segera pindah tapi duit nggak punya, makannya kota nunggu Kompensasi saja. Lingkungan disini sudah tidak sehat," tandas ibu tiga orang anak itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Wagub DKI: Kelanjutan Bansos Tunai Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa kelanjutan bantuan sosial tunai (BST) bagi warga terdampak Covid-19, tergantung keputusan pemerintah pusat

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Penting, Ini Syarat yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Ancol

Ini berbagai hal yang harus diperhatikan oleh para pengunjung saat berwisata ke Ancol.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Jelang HUT Polantas, Polrestro Bekasi Gelar Bakti Sosial ke Anak Yatim Piatu

Satlantas Polrestro Bekasi menggelar bakti sosial ke yayasan yatim piatu menjelang peringatan HUT ke-66 Polantas.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Polisi Kembali Minta Keterangan Petugas Lapas

Polisi terus melakukan penyidikan kasus kebakaran Lapas Tangerang dengan memeriksa kembali tujuh petugas lapas

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Ganjil Genap di Tempat Wisata, Pemprov DKI: untuk Cegah Kemacetan dan Kerumunan

Pemprov DKI menerapkan sistem ganjil genap di tempat-tempat wisata yang telah diizinkan beroperasi untuk mengurangi kemacetan dan mencegah kerumunan.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Polisi Ciduk Youtuber Diduga Pemfitnah Atta Halilintar

Azis tak memerinci lebih jauh kapan pemilik subscriber terbanyak di Asia Tenggara itu membuat laporan tersebut.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

27 September, Tangerang Mulai Laksanakan PTM Terbatas PAUD-SD

Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat PAUD hingga SD di Kota Tangerang akan dilaksanakan mulai 27 September 2021 mendatang

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Manajer Holywings Kemang Jadi Tersangka, Ini Respons Wagub DKI

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria merespons penetapan manajer Kafe Holywings Kemang sebagai tersangka.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Kota Bekasi Gencarkan Vaksinasi di 17 Pusat Perbelanjaan

Sebanyak 17 pusat perbelanjaan di Kota Bekasi menyelenggarakan vaksinasi massal pada 16 Agustus-12 September 2021.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Aturan Dilonggarkan, 974 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soetta

Sebanyak 974 WNA masuk Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dalam dua hari terakhir atau sejak dilonggarkannya aturan WNA masuk Indonesia.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Jenazah Nakes Gabriella yang Tewas di Tangan KKB Diterbangkan ke Jayapura

Jenazah Nakes Gabriella yang Tewas di Tangan KKB Diterbangkan ke Jayapura

NASIONAL | 36 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings