Logo BeritaSatu

Ini Derita Warga yang Bertetangga dengan TPA Rawa Kucing Kota Tangerang

Sabtu, 19 Juni 2021 | 22:49 WIB
Oleh : Chairul Fikri / EHD

Tangerang, Beritasatu.com - Derita dan nestapa berkepanjangan selama ini dirasakan warga RT 05 RW 04 Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Betapa tidak sudah puluhan tahun lebih warga di RT tersebut harus rela terkena dampak berdirinya Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Rawa Kucing yang berdiri di lahan seluas 34 hektar.

Bau tidak sedap dan lalat-lalat yang berterbangan yang timbul dari gunungan sampah di TPA Rawa Kucing setiap saat dirasakan warga RT tersebut. Belum lagi dampak tercemarnya air tanah membuat kehidupan mereka semakin menderita.

Namun karena keadaan lah yang membuat mereka akhirnya bertahan di lokasi tersebut. Seperti yang dialami Kustini dan keluarganya yang tinggal dekat dengan TPA Rawa Kucing kepada media.

"Ini rumah peninggalan orang tua kami, warisan. Sudah 30 tahun lebih saya tinggal disini. Dari orang tua juga sudah disini. Nggak punya rumah lagi. Ini yang membuat kami akhirnya pasrah bertahan disini meski sebenarnya kami sebenarnya menderita," ungkap Kustini Sabtu (19/6/2021).

Di kawasan seluas 450 meter persegi, Kustini tinggal bersama keluarganya yang lain dimana dari lahan tersebut ada 4 rumah yang semuanya merupakan keluarga Kustini.

Tak hanya itu ada 16 bidang tanah lain yang di tinggali oleh keluarga lain yang tetap bertahan di lahan yang hanya berjarak 20 meter dari dinding TPA Rawa Kucing itu selama ini tak bisa menikmati air bersih lantaran air tanah yang ada dirumah mereka sudah tercemar limbah yang muncul dari TPA terbesar di Kota Tangerang itu.

"Disini airnya keruh dan enggak bisa sama sekali diminum dan air disini juga gak bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lain seperti mandi, mencuci baju dan lainnya. Praktis kita hanya ngandelin air dari PDAM Tirta Benteng yang disalurkan 2000 Liter per harinya dimana airnya ditampung di Tangki yang dibangun Pemkot Tangerang yang itu digunakan oleh seluruh masyarakat disini. Tapi sudah sepuluh tahun mungkin kita dapat air bersih. Awalnya bayar. Tapi sekarang gratis, sudah 3 tahun ini, itu yang kita masih syukuri," lanjutnya.

Ditambahkan Kustini, derita yang dirasakan masyarakat di sekitarnya ini bertambah kala hujan tiba. Lantaran di sana kerap terjadi banjir karena drainase yang ada di kawasan itu buruk.

Ironisnya, air yang timbul dari banjir itu makin di perparah dengan air limbah yang muncul dari timbunan sampah yang menggunung di TPA Rawa Kucing.

"Airnya hitam masuk ke rumah kami. Kalau dulu tidak, karena disana (TPA Rawa Kucing) ada saluran airnya. Tapi sekarang sudah tertutup dengan sampah. Satu-satunya drainase yang masih berfungsi adalah sebuah got seluas 20 centimeter saja. Itu pun terjepit lokasinya karena pembangunan jalan beton yang dilakukan Pemkot beberapa tahun lalu. Makanya air disini kadang kalau hujan lama surutnya. Makanya disetiap rumah pasti di pintunya ada kayak tanggul untuk menghambat air masuk kedalam. Sebenarnya pak RT sudah sempat membuat lokasi penampungan biar airnya nggak masuk kesini, tapi kalau volume air akibat hujan besar mau nggak mau kita kebanjiran," ceritanya lagi.

Masalah kesehatan, Kustini mengakui penyakit ISPA hingga penyakit kulit biasa dirasakan warga yang tinggal di daerah sekitar TPA itu. Namun karena buruknya kualitas kehidupan yang mereka alami disana membuat mereka lagi-lagi hanya bisa pasrah menghadapi cobaan ini.

"Itu anak saya yang laki kena flek di paru-paru. Saya juga gatal-gatal ini, dan penyakit kayak saya dan keluarga ini sudah biasa banget di rasain warga disini. Dinas Kesehatan juga sejak Pandemi Covid-19 ini juga sudah tidak lagi datang rutin seperti dulu sebelum pandemi untuk memeriksakan kondisi kesehatan masyarakat disini. Jadi kalau sakit ya kita biasanya berobat ke Puskesmas atau beli obat sendiri," tukasnya.

Minta Solusi

Warga yang tinggal disekitar TPA Rawa Kucing sendiri sebenarnya sudah pernah meminta solusi kepada pihak Pemkot Tangerang terkait derita yang mereka rasakan saat bertetangga dengan TPA Rawa Kucing itu. Dimana saat mediasi itu, Pihak Pemkot berjanji akan merelokasi mereka dan membeli lahan yang mereka tempati agar mereka bisa hidup lebih baik. Namun sayangnya hingga kini belum ada realisasi atas janji-janji pemerintah itu sehingga akhirnya mereka yang tak punya pilihan lain tetap menetap dan tinggal di lokasi yang punya banyak keluhan itu.

"Kalau warga sini yang punya uang mungkin mending pergi dari sini, kayak koh Abeng (rumah yang berdempetan langsung dengan Sampah TPA Rawa Kucing) sudah pindah. Dia punya rumah lagi. Kita kan cuma di sini (rumah) mau pindah kemana. Sudah 3 tahun lalu mereka janji bayar lahan kita. Rumah ini mau digusur. Tapi kita belum dapat kabar lagi. Informasi yang kita dapat sih bulan Juli mau dibayar tapi belum tau kita," ucapnya lagi.

"Kita mau segera pindah tapi duit nggak punya, makannya kota nunggu Kompensasi saja. Lingkungan disini sudah tidak sehat," tandas ibu tiga orang anak itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ke Maluku Utara, Jokowi Dianugerahi Gelar Adat

Hari ini Jokowi mengunjungi Ternate, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, guna menerima anugerah gelar  adat

NEWS | 28 September 2022

Rabu Ini, Sebagian Jakarta Diguyur Hujan Mulai Siang Nanti

Menurut prakiraan cuaca BMKG, pada pagi hari semua wilayah DKI Jakarta bercuaca cerah berawan dan hujan baru akan mengguyur mulai siang hari.

NEWS | 28 September 2022

Taiwan Berharap Bisa Hadir pada Pertemuan Ke-41 ICAO

Taiwan berharap dapat hadir pada sidang tiga tahunan ke-41 Majelis ICAO pada 27 September hingga 7 Oktober 2022 di Montreal, Kanada.

NEWS | 28 September 2022

Amerika Serikat Sumbang Ukraina Rp 22,7 Triliun Per Bulan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) menyumbang US$ 1, 5 miliar (Rp 22,7 triliun) per bulan.

NEWS | 28 September 2022

Raja Salman Tunjuk Pangeran Mohammed Jadi PM Arab Saudi

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud memerintahkan pengangkatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebagai Perdana Menteri Arab Saudi

NEWS | 28 September 2022

Bali Targetkan 45.000 Hektare Pertanian Organik Akhir 2022

Gubernur Bali Wayan Coster menargetkan seluruh pertanian di wilayahnya mampu menggunakan sistem pertanian organik yang ramah terhadap lingkungan.

NEWS | 28 September 2022

Kapal Tenggelam di Bangladesh, 66 Orang Peziarah Tewas

Sejumlah 66 peziarah Hindu tewas setelah kapal tenggelam di Sungai Karatoa, Bangladesh

NEWS | 28 September 2022

BNPT RI Bersama Pemkab Morowali Resmikan KTN 7 Hektare

BNPT bekerja sama dengan Pemkab Morowali meresmikan Kawasan Terpadu Nusantara di Desa Bahoea Reko-Reko sebagai sarana deradikalisasi.

NEWS | 28 September 2022

Polemik Tunjangan Profesi Guru, Ini Pasal Kontroversial RUU Sisdiknas

Salah satu pasal yang paling disoroti RUU Sisdiknas, yakni terkait hilangnya frasa tunjangan profesi guru (TPG) dari batang tubuh RUU Sisdiknas. 

NEWS | 28 September 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rusia Usir Diplomat Jepang yang Dituduh Spionase

Rusia Usir Diplomat Jepang yang Dituduh Spionase

NEWS | 1 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings